Skandal Si Artis Figuran

Posted on

Kisah Sex Terhangat Skandal Si Artis Figuran (Terhot)Cerita sex, cerita panas, cerita semi, cerita ngentot, cerita bokep, cerita xxx igo, cerita porno, cerita terselubung, cerita mesum | “Clenting…!!” , seorang perempuan manis nan jelita berkacamata hitam keluar dari tangga yg naik turunnya otomatis (lift), kemudian berjalan memasuki sebuah ruangan yg ramai dgn pengunjung. Ia lalu berjalan menuju tempat yg lebih tertutup di bagian pojok, guna menghindari serangan paparazi. Di samping memang sudah melaqukan pemesanan sebelomnya.

Koleksi Kisah Sex Terhangat Skandal Si Artis Figuran (Terhot) Terpopuler 2017

Kisah Sex Terhangat Skandal Si Artis Figuran (Terhot)
Kisah Sex Terhangat Skandal Si Artis Figuran (Terhot)

Berceritasex.com Dua perempuan yg tak juga kalah cantik tersenyum manis melihat kedatangan perempuan tersebut, mungkin kerana cukup lama menunggu. Akhirnya Mereka saling sapa dan mencium pipi, sebagaimana sohib yg jarang bersua, terpisah oleh kesibukan dunia. Sesudah memesan minuman, bercengkerama ria pun di mulai. Suasana dihiasi pantulan cahaya warna-warni bak pelangi ditambah semerbak wangi , disertai alunan alunan musik Jazzy.

Kisah Bokep, Kisah Bokep 2017, Kisah Bokep Terbaru, Kisah Bokep Nyata, Kisah bokep Hot, Kisah Bokep ArtisKisah Bokep 2017

“Van, gimana… lau koq jarang keliatan di TV ? nyambi main layar lebar khan bisa ?” tanya Melinda, sembari melipat Oakley dengan gayanya.

“Iya nih BT, padahal gue udah minta ke om Wayan… tapi doi bilang giliran, nanti kalo ada sinetron yg turun rating dan di-close katanya” sahut Vanda.

“Yaah hahaha, dimanfaatin lo sama doi…jangan mau ! Body kita abis digeber, dijual ke pejabat. Eeeh…dikasih cuma satu jalur pendapatan, rugi dong !”.

“Iya ya”.

“Ya iyalah…kaya eyke dong, bawa acara juga…iklan juga, jadi banyak. Masa depan cinta habis… balesannya, harus dapet duit banyak dong…iya ga sih ?”. Vanda terdiam sejenak, dihisapnya segagang rokoq dalem-dalem.

“Kalo eyke malah sinetron mulu nih, pengen juga layar lebar. Iya juga sih,”

“gak sebanding sama pengorbanan kita ditidurin haha.” canda Citmey.

Tampang mereka bertiga yg sempat mendung, mendadak terang benderang dgn guyonan mesum. Obrolan makin seru, mengupas bagaimana hotnya mereka di ranjang dgn para maling berdasi (pejabat korup), produser serta orang penting lain dari balik layar kaca. Tentu saja bukan publik tak mengetahui hal remeh temeh tersebut. Bukan rahasia umum, artis-artis pendatang baru yg bukan background IKJ / ISI, tak mumpuni skill acting bisa dengan mudahnya masuk layar kaca. Apabila tak punya relasi atau orang tuwir artis, harus bagaimana…? Pastilah lewat jalur singkat dgn jadi “wanita simpanan rahasia”.

Mereka berpamitan kerana waktu sudah menunjuk tengah malam. Disamping itu, Vanda terus muntah lantaran minum terlalu banyak akibat menelan perkataan g terlalu dalem. Melinda dan Citmey sendiri masih dalem batas sadarnya, sehingga terhindar dari kondisi seperti Vanda.

“Pak Poer, titip Vanda yah…” pesan Citmey pada supir Vanda, sewaktu memapahnya di depan pintu utama bersama Melinda.

Bapak tuwir itu mengangguk tersenyum, senyum yg sama sekali tak menutup buruk di tampang. Dgn sisa tenaga, Vanda melempar senyum pada kedua sohibnya, Mercedes C Class pun hilang dari pandangan. Melinda mengeluarkan Black Berry dari tas tangannya, lantas menekan beberapa tombol.

“Bang Dikin, Melinda di depan…jemput yah !” pinta artis berdarah Indo itu, menunggu dgn seringai gelisah tersembunyi.

“Dikin ? siapa tuh ? supir baru ?” tanya Citmey, Melinda bersikap seolah-olah tak dengar.

Orang yg baru saja ditelepon Melinda adalah supir pribadinya, SaDikin. Tapi justru jadi buah pertanyaan bagi Citmey, setahu doi Melinda bisa setir, tak perlu supir. Dan darimana datangnya pula SaDikin ini ? sejak kapan…?.

“Ckit !” Captiva Chevrolet silver berhenti di depan mereka. Melinda menghampiri kendaraan operasional ke-artisannya. Kemudian Ia pamit lagi terlebih dahulu sebelom masuk ke dalem kendaraan.

“Loe ga pulang ? udah malem gini ?” tanya Melinda sebelom pergi.

“Sebentar, masih mau ngedance hehehe”.

“Gila lo hehe, ok deh…yuk daah babaii ” Melinda melambaikan tangan pada Citmey yg terus melirik ke lelaki bertampang aneh di sebelahnya. Seperti pernah lihat, tetapi entah dimana ia lupa.

Kendaraan Melinda pun melaju, hilang dalem gelap dan heningnya malam. Tampang Citmey mendadak berubah sewaktu HP-nya berdering, ia tahu dari siapa dan apa maunya. Tertera “Old pervert bastard” di layar HP.

“Apa sih Pak ?”.

“Neng Citmey, cepet doong ! Bapak udah ngaceng nih, ga tahan pengen nyoblos kemaluan Neng nyg wangi entuh !” teriak suara di HP lancang.

“Sabar dikit kenapa, belom selesai…nanti 10 menit lagi, Klik !”. Citmey mematikan HP dgn gemasnya. Ternyata ia juga menyimpan suatu hal yg tak diceritakan pada kedua sohibnya.

Citmey meninggalkan lokasi dgn tampang BT. Ia kembali ke atas untuk menghilangkan tekanan masalah yg membelit. bergabung di kerumunan penikmat dunia malam, langsung bergoyg. Beberapa lelaki tampan mendekat, mengajaknya ikuti irama lagu.

***

Puas nge-dance floor kurang lebih ¼ jam, Citmey pergi ke parkiran bawah gedung untuk pulang, sebelomnya sempat menenggak jack daniel seteguk agar lebih berani menghadapi seseorang yg berniat busuk. Lelaki-lelaki tampan di sekelilingnya menawarkan tumpangan, Citmey tersenyum sembari menunjukkan kunci kendaraan, tanda doi tak butuh kebaikan yg juga berujung mesum. Di tempat sepi itu, kendaraan diparkir sudut seperti sengaja. Seorang lelaki paruh baya diri di luarnya, ebokepeseks.com membuka pintu belakang dgn seringai penuh kemesuman. Mata Pak tuwir itu tak pernah jemu melirik kaki yg putih lagi jenjang, lantaran rok mini hitam. Waktu Citmey mengangkat kaki untuk masuk kendaraan, sempat-sempatnya paha dielus. Sang artis pun mendengus kesal tanpa melawan, Pak tuwir tertawa senang. Doi mengekor ikut masuk ke dalem. Dgn tenang, pesinetron itu membuka sedikit kaca jendela, menyiapkan segagang rokoq dan menyelipkan diantara jari-jemari. Si Orang tuwir meraih zippo di saqu bajunya, menyalakan api untuk sang artis.

“Neng Citmey lama bener, sengaja yah…mau bikin ngaceng tanggung? biar goyangan Bapak lebih bergairah dan bergelora…”.

“Bapak aja yg ngeres, di bilang aqu masih ada keperluan !” ujar Citmey sebal, padahal memang benar apabila bisa ia ingin berlari sejauh mungkin.

“Yaah…nyg ngeres sama Neng pan enak, Huak.ciat.ciat.ciat !”. (Muka selangkangan…pikiran jorok…ketawa jelek, lengkap derita gue !), batin Citmey.

“Iya deh mangap, jangan marah dong maniis…” rayu si tuwir bangka, jarinya melata di paha bagian dalam seperti ular mencari sarangnya.

“Aqu lagi ga mood Pak Citmey tak menepis, hanya melipat kaki sebagai bentuk penolakan halus.

“Jangan gitu dong Neengg…udah ngaceng dari tadi ini, masa “ga dikasih jatah !”.

“Sepong aja yah ? Terus kita langsung pulang !” tawar Citmey, si Bapak terdiam akan tetapi tangannya tetap rajin menggerayg.

“Ya udah, isep ang enak nih kemaluan !”, suruh si Bapak, menarik lepas celana berikut kolornya.

Tampang Citmey mendekati kemaluan si Bapak yg sudah mengacung sempurna. Hidungnya mencium aroma tak sedap beberapa waktu, ia refleks menjauh untuk cari udara segar. Kerana ingin cepat selesai, Citmey memaksakan diri. Ditangkapnya kemaluan dgn mulut, silih berganti menghisap sekali kemaluan sekali rokoq, bahkan asap sengaja dihembus kesitu. Kalo sudah begitu, pasti kemaluan si Bapak berkedut. Apalagi Citmey mengulum gagangnya sembari menatap seksi, tak terbayg kenikmatan yg dirasa si Bapak. Jari-jari mengambil kesempatan elus paha raba bokong, membuat sepongan terpotong desahan nikmat. Terutama waktu jari menelusup celana dalem meraba bibir kemaluan. Pasti Citmey spontan akan

“Emmh.Nng, Ssssh…leeeh.Hhh !”, lantaran merasakan nikmat karena diobok.

“Neng, Neng…udah dulu !”, si Bapak mendorong kepala Citmey agar berhenti, meraih rokoq Citmey dan melempar puntungnya keluar jendela. Tangan masuk ke rok hendak merenggut segitiga pengaman di dalemnya.

“Pak, aah..katanya cuma nyepong !”. Citmey menahan laju tangan, enggan digarap.

“Neng berani ya ngelarang Bapak ?!”, si Bapak bertanya dgn tatapan tajam.

Citmey ciut sesewaktu mendengar itu, sadar aib yg diketahui lelaki dihadapannya. Ia ingat kejadian itu, awal terjadinya pemerasan…

Awal KEDEKATAN MEREKA

Kisah Bokep, Kisah Bokep 2017, Kisah Bokep Terbaru, Kisah Bokep Nyata, Kisah bokep Hot, Kisah Bokep ArtisKisah Bokep Terbaru

“Pak, pulsa donk !”. Citmey keluar dari BMW seri 3 yg dikendarainya, menuju kios HP tak jauh dari rumah.

“Eh Neng Citmey, mau syuting yah ?”, Bapak itu mengambil HP yg biasa digunakan untuk transfer pulsa.

“Iya nih, lagi kejar tayg”, Citmey menyahut tapi mata tak balik membalas tatapan si Bapak. Konsentrasi mengetik cepat sebuah SMS balasan.

“Nyg cepe” ceng ya Neng ?”.

“Iya, ketiga-tiganya no-ku yah cepet…sama nomer mami sekalian, tau khan ?”.

“Tau dong…masa nomer mertua ga tau, Huak ciat ciat ciat”.

“Hehehe, enak aaaja mertua…Huuw”.

“Huak ciat ciat ciat, canda Neng…ngkali aje dikabulin”.

“Udah ah Pak, becanda aja…450 khan ? buru-buru nih, thata…”, Citmey melambaikan tangan dan tersenyum dgn manisnya.

(“Pengen gua, jilat muka nyg manis ntu sama kemaluan lu skalian…Sluurph !”), si Bapak membatin, tatapannya tajam bagai elang mengincar ular.

Bapak yg disapa Citmey adalah Suwandi, salah seorang warga kurang mampu di komplek. Pengangguran sebabnya, penyakit masyarakat yg menjamur di Indonesia kerana SDM tak terserap dan diperhatikan oleh piciat pemerintah. Citmey sendiri hanya sesekali isi pulsa pada Suwandi, apabila kepepet saja. Sebagai artis, tentu HP tak sembarangan, salah satunya TELKOMSEL prabayar.

Di samping komplek tersebut ada sebuah perkampungan. Kecuali rumah petak kecil yg dibuat kios Suwandi, terhalang tembok komplek. Jadi bisa dibilang Suwandi beruntung iya, apes juga. Harga jual tanah rumah seharga komplek, tapi otomatis kena tagihan 2 RT / RW. Biaya hidup pun ikut orang komplek. Dari mulai belanja sehari-hari, air bersih sampai tagihan listerik yg membuat Suwandi kelabakan. Modal kios dari sang mantan Isteri, karena waktu ini mereka pisah ranjang. Isterinya seringkali menangkap basah doi sedang main ABG ciblek kampung sebelah yg minta pulsa gratis, asal mau digrepeh atau sekedar isep-jilat. Di kios itulah Suwandi kini tinggal, kedinginan sendirian, sebuah ruang berukuran 3 x 4. Sementara Isteri minggat pulang kampung, balik ke rumah orang tuwirnya.

KENAKALAN ARTIS REMAJA

“Eh, eh jangan…jangan !”.

Citmey meraih HP dan merekam adegan oral pada lelaki itu walaupun dilarang. Lelaki itu adalah Wayan Prawira, produser per-film-an Indonesia yg bobrok mutu. Om Wayan begitu doi biasa disapa, taqut rekaman terbongkar suatu waktu. Terpaksa Citmey hanya memenuhi layar kamera dgn kemaluan, tampangnya, serta adegan tanpa terlihat Om Wayan sedikitpun.

“Kenapa sih, pake kamu rekam segala ? Euuuhh…” tanya Om Wayan sembari melenguh, menikmati service mulut yg diberikan Citmey.

“Biar…Mmh, kalo Citmey lagi kangen sama Om, tinggal puter rekaman ini” rayu sang artis, mengingat banyaknya barang baru dgn kata lain saingan.

“Nakal kamu ya, Ooooh…”. Mereka berlanjut ke hubungan perlendiran.

SI PEMERKOSA

“Pemirsa, baru saja beredar gambar-gambar tak senonoh artis di internet…adegan syur yg direkam melalui media HP itu tersebar di internet….bla bla bla bla bla”, suara penyiar berita televisi swasta.

(Dasar artis skarang, eh…Neng Citmey ada “ga ya…nyg kayak gini ?), Suwandi membatin. Ide cabul datang tanpa diundang, langsung saja doi menelpon seseorang.

“John, lu mau ga gua kasih proyek buat bayar utang lu…?”

“Hah…busyet, iya dah “nti gua kasih lebihan buat beli rokoq. Jadi bgini…bla bla bla”, Suwandi menjelaskan rencana busuknya.

………………..

“Ok !”, doi mengakhiri pembicaraan, lalu senyum-senyum sendiri seperti orang gila yg dilanjut tawa serak khas lelaki buruk muka.

“Huak ciat ciat…Huaaaak ciat ciat ciat ciat ciat”.

JEBAKAN UNTUK SANG ARTIS

“Iya Pak, ini lagi di jalan…sebentar lagi ko”, Citmey panik kerana terlambat syuting dan kena semprot sutradara.

“Pak Suwandi, tolong pulsa…biasa..”, Citmey mengeluarkan O2 dari tas tangannya kerana ikut berdering.

Suwandi bukannya menyiapkan HP transfer pulsa, malah seperti miskol ke seseorang.

“Iya Om…Ooh, iya…nanti malam di Shang Ri La Hotel…iya…oke !”. Citmey kembali memasukkan HP ke tas.

“Iya Pak, maaf…bukan saya ngacuhin Bapak…tadi ada telpon dari Om Wayan”.

Breng…Brreng !!, sebuah kendaraan roda dua mendekati Citmey. Tass !!.

“Copeet ! jambret ! Pak Suwandi, tolong Pak !” Citmey kalut, kejadian berlangsung cepat diwaktu ia dalem pembicaraan penting.

Suwandi pura-pura panik, lari keluar kios tapi tak mengejar si pelaqu. Memang motor sudah jauh, suasana sepi mendukung kejahatan tersebut. Citmey hanya bisa menangis pasrah, omelan sutradara terdengar hampa kerana baru saja kehilangan salah satu benda kesaygan. Apalagi disitu banyak file pribadi yg Aib alias fatal. Citmey berpikir ingin lapor polisi, tetapi ragu juga semisal tertangkap. Polisi akan lihat isi HP kerana berciat sebagai penelitian barang bukti. Ia akan malu juga, hal ini jadi buah simalakama baginya. Dgn pikiran bercampur aduk, Citmey pergi meninggalkan Suwandi yg baru saja diketahui, doilah otak kejahatan yg sebenarnya.

***

“Huak ciat ciat ciat, baguus…baguus !”, Suwandi mengangguk senang sembari mengelus janggut, yg membuatnya bagai pinang dibelah dua dgn kambing bandot.

Lelaki yg tadi mengendarai motor sudah kembali memperlihatkan hasil copetan. Mereka tertawa gila bersama. Suwandi memberikan beberapa lembar lima ribu sebagai janji uang rokoq, yg dibarter dgn HP Citmey.

“Buat paan si Beh ntu Hape ?”.

“Ya buat gue jual murah lagi lah…” tipu Suwandi, padahal bukan.

(Nanti lu minta jatah kemaluan Neng Citmey lagi, ta u-u ya…).

“Mirip pemain sinetron ya tuh perempuan ? siapa gitu namanya, Yamin-yamin blot gitu”.Cerpen Bokep

“Amin bolot mah penjaga Mushola…udah sono gi dah, gua mau tidur tutup kios !” usir Suwandi galak, tak ingin si pemuda tahu lebih jauh, apalagi rencana mesumnya.

Lelaki copet yg dipanggil “john-john” itu pergi, sesudah menghitung uangnya yg tak seberapa dibanding “harta” Citmey yg akan diperas.

Menjelang langkah kepergian pemuda tersebut, Suwandi utak-atik isi HP. Seringai mesum tergores di tampang jeleknya waktu buka salah satu folder, dimana berisi adegan syur Citmey dgn berbagai macam style. Baik itu ke pacar, ttm, Sutradara, Produser sampai Pejabat Teras.

“Neng Citmey…tak lama lagi, kemaluanmu akan jadi tempat penampungan mani-kuu, Huak ciat…Huak ciat ciat ciat haaaak ciat ciat ciat ciat”.

SLAVERY IS BEING SIGNED

“Eh Neng Citmey, udah lama ?” sapa Suwandi. Doi baru dari kamar mandi, waktu kembali sudah ada Citmey duduk termenung di bangku pembeli.

“…………….”.

Artis remaja itu membisu, tak menjawab sepatah kata pun. Suwandi senyum-senyum sendiri, tentu hal ini sesuai dgn rencananya.

“Neng Citmey ga usah sediih…pan uangnya banyak, bisa beli lagi nyg kayak gitu ?”.

“Bukan masalah itu……”, Citmey diam sesudahnya, tak mungkin doi cerita bahwa isi HP aib.

“Penting yah Neng isinya ?” pancing Suwandi, mulut Citmey terkunci rapat.

“Kalo Bapak bisa balikin HP Neng nyg ilang ntu…ada hadoihnya “ga ?”.

“Haah, yg bener Pak ? ada..ada..ada…mana Pak HP-nya ? Bapak mau berapa Juta ? ko Bapak bisa dapet ? dari mana ? gimana caranya ?”, Citmey langsung memberondong Pak Suwandi dgn segala macam pertanyaan.

“Adaa, ada…tenang aja, urusan gimana Bapak bisa dapetin HP Neng itu “gak perlu, nyg pentiing…kita setujuin dulu hadoihnya ?” tukas Suwandi dgn senyuman mesum, entah kenapa tiba-tiba Citmey dag dig dug.

Sebenarnya ia tak ingin berprasangka buruk, tetapi tampang Suwandi menyampaikan maksud tersebut. Terutama matanya, menatap dgn lapar bergairah. Citmey kontan saja membeku, banyak pikiran melintas di-otaknya teringat aib.

“Koq diem Neng ? Hadoihnya Bapak sebut yah, sini deh Bapak bisikin bentaran…”.

Suwandi mendekat, jantung Citmey berdebar menanti apa yg dikehendaki lelaki di hadapannya dari dirinya.

“Gimana kalo hadoihnya kaya nyg di Hp Neng !”, mata Citmey terbelalak, apa yg ditaqutkan menjadi kenyataan.

Suwandi meniru salah satu gerakan kemudian tertawa cekikikan. Pipi Citmey merona, malu rekaman nakalnya ditonton orang. Ia berpikir, bagaimana cara Suwandi dapat HP-nya, sedang doi tak mengejar kala itu.

“Balikin Pak tolong, aqu kasih berapa aja Bapak minta…”.

“Gimana kalo Bapak nyg kasih …berjuta-juta sperma, Huak ciat ciat ciat”.

Lengan Citmey dirabanya, membuat bulu kuduk merinding disentuh makhluk yg lebih seram dari makhluk halus.

“Jangan Pak…nanti saya bilangin Mamah lho !”, Citmey coba menggertak.

“Ya silahkan Neng…nanti video bokepnya Bapak sebar Huak ciat ciat ciat”,

Jantung Citmey makin berdegup keras, bisa hancur karirnya yg baru dibangun. Geram, panik dan taqut menjadi satu di dalem dirinya.

“Atau mau ke polisi boleeh…palingan Neng dipake juga ama Pak Polisi, Huak ciat ciat !” gertak balik Suwandi.

Dgn santai, tuwir bangka itu berjalan keluar. Memasukkan bangku luar ke dalem hendak menutup kios. Citmey melalui keadaan tegang tersebut sedikit bingung. Suwandi kembali masuk lewat pintu samping, berbalik body menatap Citmey lalu berkata.

“Mau HPnya dibalikin gak….”

“mau pilemnya aman gak ?”

“tapi ngikut ke dalem diginiin”. Suwandi menunjukkan jari jempol terjepit disambung tawa terbaciat-baciatnya.

Citmey membatu. Ia bingung, apa yg harus dilaqukannya, apakah memberikan tubuh ? atau…ceklek !, pintu kios terbuka selang beberapa menit. Suwandi tersenyum menang melihat tampang Citmey pasrah dibaliknya.

“Tutup pintu, terus ksini !”, dgn gaya angkuh doi menekuk jari telunjuk.

Citmey menuruti perkataan orang yg hendak memeras keindahan tubuh. Sejak memutuskan untuk masuk kios, ia sudah pasrah. Menerima segala bentuk perintah seks, hinaan dan lecehan.

Citmey merasa inilah dosa penebus atas kemunafikan, sebagaimana seluruh artis Indonesia yg sok suci. Ia mendekat dgn langkah ragu. Sesudah cukup dekat, mata Suwandi menjelajahi seluruh lekuk tubuh. Dari ujung rambut, hingga ujung kaki. Waktu itu Citmey mengenakan kaos tanpa lengan U can see warna hitam dan rok sekolah putih. Suwandi bangkit dari tempat duduk, bergerak menghampiri Citmey yg beringsut mundur.

“Di dalem sarung Bapak ada yg mau kenalan Neng .hehehe, Sluurph !”.

Citmey taqut melihat bentuk kejantanan Suwandi yg meNengjol di balik sarung. Apalagi membaygkan apabila kemaluan mungilnya disuruh menelan seluruh gagang itu, pasti akan ada paksaan pelebaran liang. Tangan Citmey refleks menutup kedua alat vital yg sedang diburu lelaki dihadapannya.

“Tuing !”, Suwandi melepas sarung, kemaluan konaknya menginginkan “sarung khusus”.

“Po ame-amek…belalang kupu-kupuu…Bapak dapet kemaluan…Neng Citmey dapet peju, Huak ciat ciat ciat…Huaaaaaak ciat ciat ciat ciat ciat”,

Suwandi menertawakan reaksi pucat pasi Citmey yg sudah tersudut. Mulutnya banjir liur, semakin dekat meruncing ke tampang hendak mencium, jari membentuk cakar seakan ingin menerkam.

“JANGAN PAK, JANGAN…” Citmey menggeleng kepala dalem ketak berdayaannya.

“TIDAAAAAAAAAAAKKK !!!”,.

“HUAAAK, CIAT CIAT CIAT CIAT HAAAAAK…”.Cerpen Bokep

***

Seharian itulah, awal Citmey jadi pemuas nafsu Suwandi. Insting binatangnya maksimal. Keluar kios, jalan Citmey mengangkang lebar. Didera rasa sakit dan perih di kemaluan, lantaran kemaluan membor kemaluan gila-gilaan. Citmey sempat pingsan dua kali dibuatnya sebelom diizinkan pulang. Selesai itu, Pak Suwandi licik dan ingkar janji. HP O2 Citmey memang dikembalikan, tapi Memory Card berisi banyak file penting yg seharusnya dihapus malah disita. Kini apabila doi sedang sange, tinggal menghubungi nomor Citmey. Kemaluan harus siap pakai sepuas-puasnya, sampai haid tak boleh jadi alasan. Mulut kemasukan kemaluan, tampang sasaran tembak mani. Kedekatan yg bertranslasi menjadi perbudakan, kepercayaan rukun bertetangga yg ternoda oleh pengkhianatan,

“Neng, Neng…koq bengong sih ?”

“Denger gak ? Kalo Bapak pengen kemaluan…Neng kudu harus ngasih, ngarti ?” ujar Suwandi dgn tatapan tajam, membuat Citmey tersadar dari lamunannya.

Melihat Citmey diam kerana taqut, Suwandi segera bertindak. Doi jongkoq dibawah jok tempat Citmey duduk. Dgn liur menetes deras, menyingkap rok dan merenggut celdam secara perlahan tetapi pasti. Pemandangan indah itu dinikmatinya detik demi detik. Citmey memalingkan tampang, malu kemaluannya ditatap nanar secara bebas. Sayg nafasnya yg menderu tak bisa sembunyikan diri horny dilecehkan demikian. Segitiga pengaman yg gagal melindungi keindahan di dalemnya, dihirup Pak Suwandi dgn penuh perasaan.

“Hmmh…coba angin wangi kayak gini semuanye, jangan deh…nti ngaceng terus gak bisa tidur lagi, Huak ciat ciat ciat”, benda itu dikenakannya di kepala serasa topi.

“Ngengkangin lebaran, cantiiik !”.

Walaupun benci, Citmey terpaksa menuruti perintah. Suwandi tersenyum, mendekatkan tampang hingga berjarak 3 cm saja dari kemaluan. Citmey merasakan hembusan nafas penuh nafsu birahi menerpa kewanitaan.

“Ja-jangan diliat Pak !” pinta Citmey sia-sia, pipinya merona sewaktu belahan kemaluan miliknya direntang lebar.

“Jangan apa maniiis ? Hmm…?” *endus-endus*,

“ga usah malu cantik…Hmmmhh, wangi beneer. Jangan-jangan tapi koq becek gini sih Huak ciat ciat ciat” ejek Suwandi, menusuk-cabut liang kemaluan dgn jari tengah.

“Aaaaaahh…Jang-aanh…”.

“Jangan gini, Leeeeepph ! Huak ciat ciat ciat”, Pak Suwandi menjilat tiba – tiba, Citmey mendesah nikmat ber-volume keras.

“Selamat makan Sobiriin, Hmmh. Sluurp…Sluuuuuuuuuuurpp ! Cup cup cup cup cup Sruuuuuuuuuuuuuuupph !!”.

Mulut Citmey megap-megap, lidah terjulur merasakan nikmatnya dilalap lelaki tuwir lapar kemaluan perempuan. Ia menjambak minta ampun kerana terlalu enak dirasa perempuan seusianya. Pak Suwandi makin tertawa gila di selangkangan. Tak tahan dgn cara mulut mengerjai kewanitaan, tubuh Citmey melengkung. Pangkal pahanya mengapit kepala Suwandi. Desahan panjang memenuhi kendaraan itu, desah singkat orgasme. Citmey takluk oleh lelaki yg tak jelas asal usul serta masa depannya. Kemaluannya diseruput bagai orang kehausan di padang pasir, ebokepeseks.com kenikmatan berganda di dapat dari perlaquan udik tersebut. Bokong Citmey terangkat dari jok mengejat-ngejat, tanda ia sangat menikmati orgasme yg sedang dirasakan. Sebuah lengkingan mengakhiri klimaks seksnya.

“Kemaluan Neng Citmey, eenak beneeerr ! Artis emang beda yak, Neng suka juga pan Bapak jilatin kemaluannya ?”. Citmey pasrah menerima ejekan, cemoohaan dan sindiran dari Pak Suwandi. Mulut bisa berbohong, tetapi tak tubuh.

Bukan hanya itu, Citmey juga tak berontak waktu Suwandi bangkit mengarahkan kemaluan, ia sudah pasrah disenggamai. Sembari menyeringai penuh bangga, Suwandi menggesek bibir kemaluan dgn kemaluannya.

“Buka Neng ! kemaluan Bapak kepengen masuk !”.

Citmey merentang mulut kemaluannya sendiri, hingga terlihat liang kecil penuh gemerintil daging merah muda janapabilan surga. Dgn bernafsu, Suwandi menekan kejantanannya untuk singgah di liang tersebut.

“ Zleeb !.”

“Woow…enyak, enyak, enyaak…Enggh” celoteh Suwandi waktu kepala kemaluannya berhasil terjepit.

Penjual pulsa eceran itu terus mendesak masuk, ingin gagangnya kebagian jepitan daging super legit juga. Tampang Citmey mendongak, mata sayunya menatap langit-langit kendaraan. Kuku jarinya yg panjang dan berkutek hitam, hanya mampu mencakar perut Suwandi, lantaran tubuh serasa dibelah dua.

Semakin lama kemaluan terbenam kian dalem, betis Citmey dicengkram dan direntang lebar, agar serasa berkuasa layaknya Raja diraja.

“AAAAANNGHHH !!” erang Citmey, sewaktu kemaluan menghujam untuk sebuah tusukan final hingga menancap sempurna.

Suwandi sendiri tak bisa bicara kerana sesak nafas, jepitan kemaluan Citmey terlampau surga untuk lelaki setuwir dirinya, terlalu beruntung. Tampangnya yg hitam jadi memerah lantaran nikmat. Suwandi menarik keluar gagang yg terjepit dgn susah payah. Betapa legitnya kemaluan artis, tak heran seorang Menteri sampai berburu harta karun, yg tak lain untuk modal berkencan di hotel berbintang 5.

“Oooohh…enak bener kemaluannya Neng, Enngkh…” celoteh Suwandi.

Mendorong masuk kemaluan hingga tenggelam lagi di kemaluan Citmey. Cairan Cinta berceceran, Tapi gilanya liang tetap liat, Suwandi keasyikan jadinya. Terus tarik-ulur-tarik-ulur hingga tak tahan mau muncrat. Dgn rasa tak rela cepat keluar, doi menarik kemaluan tersisa kepala yg terjepit. Lalu dihantamnya itu kemaluan sekuat tenaga hingga tergenjot turun sembari meracau jorok.

“Gila kemaluan lu !!”, CROOOOOOOTTT…

Suwandi kelojotan bagai orang ayan, Citmey sudah pasrah. Liang kemaluannya terasa sekali semburan-semburan kencang cairan kental. Suwandi ber-ejaqulasi sembari menatap Citmey yg jelita, sungguh nikmat surga berkali-kali lipat. Doi melenguh berulang kali, liurnya sampai menetes. Meresapi rasa enak menggenjot kemaluan pesinetron muda cantik yg namanya tengah berkibar di per-film-an Indonesia, Citmey Anjani.

END by www.berceritasex.com Baca kisah seks bergambar terbaru sebelumnya yang tidak kalah meningkatkan birahi mu berjudul Kisah Sex Terbaru 2017 Lelaki Biadab Merebut Kehormatanku – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot.

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *