Rekan Kerjaku Kerudung Binal

Posted on

Kisah Dewasa Terhangat Rekan Kerjaku Kerudung BinalCerita sex, cerita panas, cerita semi, cerita ngentot, cerita bokep, cerita xxx igo, cerita porno, cerita terselubung, cerita mesum | Hallo guys, kembali admin berceritasex.com menghadirkan cerita sex pengalaman pribadi dari kiriman-kiriman pembaca. Admin berceritasex.com tentunya akan selalu menghadirkan cerita sex yang selalu terbaru dan terupdate. Bagi pembaca sekalian yang mempuyai pengalaman pribadi dan ingin pengalamannya ditulis di berceritasex.com bisa mengirimkan ceritanya lewat email.

Koleksi Kisah Dewasa Terhangat Rekan Kerjaku Kerudung Binal Terbaru 2017

Kisah Dewasa Terhangat Rekan Kerjaku Kerudung Binal
Kisah Dewasa Terhangat Rekan Kerjaku Kerudung Binal

Berceritasex.com Pertama-tama aku akan memperkenalkan diri, namaku Sakti, umurku 29 tahun dan aku memiliki perawakan yang cukup gagah dimata para perempuan. Selain gagah dalam perawakanku, aku juga gagah dalam bidang pekerjaanku, karena baru sekitar 1 tahun aku bekerja disebuah perusahaan, aku sudah mendapatkan jabatan yang cukup tinggi.

Diperusahaan tempatku bekerja, aku diposisikan sebagai manajer bagian penawaran. Aku diangkat sebagai manajer karena aku memenangkan sebuah tander yang sangat besar sekali dan membuat perusahaan tempatku bekerja itu untung sangat besar sekali, maka dari itu aku mendapatkan kepercayaan dari owner perusahaan.

Naaah kali ini aku akan menceritakan kisahku dengan rekan kerjaku yang saat itu aku ditugaskan oleh kantor menyurvey dan memastikan sebuah lahan untuk usaha. Waktu itu aku ditemani oleh rekan kerjaku yang bernama bu Devi, orangnya siiih bisa saja, namun kalau senyum sangat manis sekali. Usia bu Devi sekitar 33 tahunan, dia sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Meski sudah mempunyai anak, bu Devi ini masih memiliki body tubuh yang singset, ramping. Payudaranya juga cukup besar yang kutafsir sekitar 36B dan pantatnya yang bulat dan padat itu menghiasi tubuh molek bu Devi dibalik kerudung yang selalu dipakainya. Sudah hampir setahun aku bekerja dengan bu Devi, jadi aku bisa mengetahui sifat dan kebiasaan bu Devi yang menjadikan kita tidak segan lagi saat bercanda.

Waktu itu, selain ditemani bu Devi, aku juga ditemani oleh sopir pribadiku yang juga sudah lama bekerja denganku. Dibalik kerudung bu Devi sempat aku menebak-nebak tentang gairah Sex bu Devi ini, bahkan aku juga sempat menanyakan pada bu Devi saat kami keluar menyurvey. Dia hanya tersenyum dengan pertanyaanku yang menjurus soal hubungan Sex. Aku jadi tahu kalau bu Devi ini juga sebenarnya gak baik-baik banget, aku juga bisa mendapatkannya, namun dia menutupinya dengan berkerudung saat dikantor. Aku juga sering menggodanya saat berada dikantor namun gak didepan teman-teman kantor, namun saat suasana terlihat sepi dan bu Devi selalu hanya membals godaanku dengan senyuman yang sangat khas dari raut wajahnya yang snagat manis itu.

Saat itu hari sabtu aku mengambil libur karena aku ingin istirahat dirumah menenagkan pikiran dari segala urusan yang ada dikantor. Namun semua tak sesuai dengan harapanku, sekitar jam sepuluh siang aku ditelpon oleh atasanku dan aku ditugaskan untuk menyurvey sebuah lahan dengan sebuah klien dari perusahaan. Dengan tak bisa menolak aku pun menyanggupinya. Dan aku meminta kalau bu Devi diantar kerumahku. Segera aku bergegas bersiap menyiapkansegala sesuatu yang kuperlukan dan setengah jam kemudian bu Devi sampai kerumahku dengan diantar sopir perusahaan. Kupersilahkan bu Devi masuk dirumahku dulu sambil menunggu bersiap. Istriku dengan bu Devi juga sudah akrab karena aku sudah cerita tentang bu Devi jadi istriku gak masalah.

Setelah aku selesai, aku mencari sopirku dan setelah kupanggil malah istriku yang menjawab, kalau sopirku pagi tadi ijin untuk mengantar istrinya kerumah sakit. Jadi terpaksalah aku menyetir mobil sendiri. Dan aku langsung berpamitan dengan istriku. Aku dan bu Devi kemudian masuk mobil dan kami pun langsung meninggalkan rumah. Obrolan kami diperjalanan menuju lokasi, hanya menyangkut masalah-masalah bisnis yang ada kaitannya dengan bu Devi. Gak ada sesuatu yang menyimpang. Bahkan setelah tiba di lokasi, aku gak berpikir yang aneh-aneh. Bahkan aku jengkel juga saat pemilik tanah itu gak ada ditempat, harus dijemput dulu oleh keponakannya yang segera meluncur diatas motornya.

Kami duduk saja didalam mobil yang kuparkir menghadap kekebun tak terawat, yang rencananya akan dijadikan perumahan oleh kenalanku yang seorang developer. Suasana sunyi sekali. Karena kami berada didepan kebun yang mirip hutan. Pepohonan yang tumbuh tidak dirawat sedikit pun. Namun suasana yang sunyi itu entah kenapa tiba-tiba saja membuatku iseng memegang tangan bu Devi sambil berkata,

“Bisa dua jam kita harus menunggu di sini Bu” kataku

“Iya pak” sahutnya tanpa menepiskan genggamanku

“Sabar aja ya pak didalam bisnis memang suka ada ujiannya” aku terdiam

Namun tanganku tidak diam. Aku mulai meremas tangan bu Devi, yang makin lama terasa makin hangat. bu Devi bahkan membalasnya dengan remasan. Apakah ini berarti “Aaaahhh…” pikiranku mulai melayang-layang tak menentu. Mungkin di mana-mana juga lelaki itu sama seperti aku. Dikasih sejengkal mau sedepa.

Remas-remasan tangan gak berlangsung lama. Kami bukan ABG lagi. Masa cukup dengan remas-remasan tangan? Sesaat kemudian, lengan kiriku sudah melingkari lehernya. Tangan kananku mulai berusaha membuka jalan agar tangan kiriku bisa menyelusup kedalam bajunya yang sangat tertutup dan bertangan panjang. bu Devi diam saja dan akhirnya aku berhasil menyentuh buah dadanya. Namun bu Devi menepiskan tanganku sambil berkata, Cerita Mesum

“Duduknya dibelakang saja pak, di sini takut dilihat orang…”

Ooohhh…senangnya hatiku karena ucapannya itu mengisyaratkan bahwa dia juga mau.

“Kenapa mendadak jadi begini pak?” tanya bu Devi saat kami sudah duduk di jok belakang, pada saat tanganku berhasil menyelinap masuk kedalam baju tangan panjangnya dan kebalik BH-nya.

“Gak tau kenapa ya?” jawabku sambil meremas buah dadanya yang terasa masih kencang, mungkin karena rajin merawatnya.

“Tapi pak……Uuuuhhhh……kalau saya jadi horny gimana nih?” bu Devi terpejam-pejam sambil meremas-remas lututku yang masih berpakaian lengkap.

“Kita lakukan saja, asal bu Devi gak keberatan….” tanganku semakin berani dan berhasil menyelinap kebalik rok panjangnya, kemudian menyelundup kebalik CD-nya.

Tanganku sudah menyentuh jembutnya yang terasa lebat sekali. Lalu menyeruak kebibir memeknya bahkan mulai menyelinap kecelah memeknya yang terasa sudah basah dan hangat.

“Masa dimobil?” protesnya

“Kata orang mobil jangan dipakai gituan, bisa bikin sial…” tambahnya

“Emang siapa yang mau ngajak begituan dimobil? Ini kan perkenalan aja dulu….” kataku waktu jemariku mulai menyelusup kedalam lubang vagina bu Devi yang terasa hangat dan berlendir. Bu Devi memelukku erat-erat sambil berbisik,

“Duuuh pak…aku jadi kepengen niiihh…kita cari penginapan aja dulu yuk. Bilangin aja sama orang-orang disini kalau kita mau datang lagi besok”

“Iya sayang” bisikku

“Sekarang ini memiliki dirimu lebih penting daripada ketemuan dengan pemilik tanah itu”

“Ya sudah dulu donk” bu Devi menarik tanganku yang sedang mempermainkan memeknya

“Nanti kalau aku gak bisa nahan disini kan berabe, nanti aja dihotel aku kasih semuanya…” Aku ketawa kecil

Kamudian kami pindah duduk kebelakang setir lagi. Gak lama kemudian mobilku sudah meluncur dijalan raya. Persetan dengan pemilik tanah itu. Sekarang ini yang terpenting adalah tubuh bu Devi, yang jelas sudah siap diapakan saja. Dengan mudah kudapatkan hotel kecil dipinggiran kota, sesuai dengan keinginan bu Devi, karena kalau didalam kota takut kepergok oleh orang-orang yang kami kenal. Soalnya aku punya istri, bu Devi pun punya suami. Hotel itu cuma hotel sederhana namun lumayan, kamar mandinya pakai shower air panas. Tidak pakai AC, karena udaranya sudah cukup dingin. Yang penting adalah wanita berjilbab itu yang sekarang sedang berada didalam kamar mandi, mungkin sedang cuci-cuci dulu, sementara aku sudah tak sabar menunggunya.

Saat bu Devi muncul didepan pintu kamar mandi, aku terpana dibuatnya. Rambutnya yang tak ditutupi apa-apa lagi, nampak tergerai lepas, panjang lebat dan ikal. Jujur, bu Devi nampak jauh lebih seksi, apalagi kalau mengingat bahwa dia 6 tahun lebih muda dari pada istriku. Rok bawahnya tidak dikenakan lagi, sehingga pahanya yang putih mulus itu nampak jelas didepan mataku. Aku bangkit menyambutnya dengan pelukan hangat,

“Bu Devi kalau gak pake jilbab malah nampak lebih cantik…..Muuuahhhhh…” kataku diakhiri dengan kecupan hangat di pipinya.

Bu Devi memegang pergelangan tanganku sambil tersenyum manis. Dan kuraih pinggangnya, sampai berada diatas ranjang yang lumayan besar. kamudian kami bergumul mesra diatas ranajng itu. Bu Devi tidak pasif, berkali-kali dia memagut bibirku. Aku pun dengan gak sabar menyingkapkan baju lengan panjangnya. Dan…Aah…rupanya gak ada apa-apa lagi dibalik baju lengan panjang itu selain tubuh bu Devi yang begitu mulus. Toketnya gak sebesar toket istriku namun nampak indah dimataku. Gak ubahnya toket seorang gadis belasan tahun. Dan saat pandanganku melayang kebawah perutnya, nampak sebentuk bongkahan vagina yang ditumbuhi rambut sangat lebat da aku pun mulai beraksi. Mencelucupi lehernya yang hangat, sementara tanganku mulai mengelus jembutnya yang lebat keriting itu. Cerita Sex

Bu Devi-pun gak tinggal diam, dia mulai melepaskan kancing kemejaku satu persatu, kemudian menanggalkan kemejaku. Untuk mempermudah, aku-pun menanggalkan celana panjang dan CD-ku. Sehingga batang k0ntolku yang sudah tegak kencang ini tak tertutup apa-apa lagi. Bu Devi melotot saat melihat batang k0ntolku yang sudah tak tertutup apa-apa lagi ini.

“Iiiih…..burung bapak kok panjang dan gede gitu,..Mmmhh….si ibu pasti selalu puas ya…” desahnya

“Emang punya suami bu Devi seperti apa?” tanyaku

“Jauh lebih pendek dan kecil” bisik bu Devi sambil merangkulku dengan ketat, seperti gemas.

Kembali kuciumi lehernya yang mulai keringatan, kemuidian turun mencelucupi putting susunya. Kusedot-sedot seperti anak kecil sedang menetek, sambil mengelus-eluskan ujung lidahku diputting susunya yang terasa semakin mengeras ini. Sementara tanganku gak hanya diam. Jemariku mulai mengelus bibir vagina bu Devi, bahkan mulai memasukkan jari tengahku kedalam lubang memeknya.

Bu Devi sendiri gak cuma diam saja, tangannya mulai menggenggam batang k0ntolku dan meremasnya dengan lembut. Mengelus-elus kepala k0ntolku, sehingga aku makin bernapsu. Namun aku sengaja ingin melakukan pemanasan selama mungkin, agar meninggalkan kesan yang indah dikemudian hari. Maka setelah puas menyelomoti putting susu bu Devi, bibirku turun kearah perutnya. Menjilati pusarnya sesaat. Kemudian turun kebawah perutnya.

“Pak…Jangan kesitu…..Aaaahhh…Malu…” bu Devi berusaha menarik kepalaku agar naik lagi keatas lagi namun aku bahkan mulai menciumi vaginanya yang berbulu lebat itu

Kemudian jemariku menyibakkan jembut bu Devi, mengangakan bibirnya dan mulai menjilatinya dengan gerakan dari bawah keatas,

“Aduh pak…ini diapain??? Aaah…kok enak sekali pak…” bu Devi mulai menceracau tak menentu

Lebih-lebih saat aku mulai mengarahkan jilatanku diklitorisnya, terkadang menghisap-hisapnya sambil menggerak-gerakkan ujung lidahku.

“Oooh Pak…Ooouuhhh….Pak…iiiih…aku udah mau keluar nih……Duuuhhhhhh” celotehnya membuatku buru-buru mengarahkan batang k0ntolku kebelahan vaginanya yang sudah basah dan kudesakkan sekaligus “Bleeeessss…” agak mudah membenam kedalam vagina bu Devi yang sudah banyak lendirnya itu.

“Aduuuduuuhhhh…Sudah masuk paaakk…Oooouuuhhhh…” bu Devi menyambutku dengan pelukan erat, bahkan sambil menciumi bibirku sambil menggerak-gerakkan pantatnya,

“Aakkk…Aku gak bisa nahan lagi…Langsung mau keluar paaak…tadi sih terlalu dienakin…Ooouuhhh”

Kemudian kurasakan tubuh bu Devi mengejang dan mengelojot seperti sekarat. Rupanya bu Devi gak bisa menahan lagi. Dia sudah orgasme, terasa liang memeknya berkedut-kedut, kemudian jadi becek.

“Barusan kan baru orgasme pertama” bisikku yang mulai gencar mengayun batang k0ntolku, maju mundur didalam vagina bu Devi

Beberapa saat kemudian bu Devi merem-melek lagi, bahkan makin gencar menggoyang-goyang pinggulnya, sehingga batang k0ntolku serasa dibesot-besot oleh lubang vagina bu Devi. Aku tahu goyangan pantatnya itu bukan sekadar ingin memberikan kepuasan untukku, tapi juga mencari kepuasan untuknya sendiri. Karena pergesekan k0ntolku dengan vaginanya jadi semakin keras, klitorisnya pun berkali-kali terkena gesekan k0ntolku.

“Adduuuh…Duuuh…Pak…kok enak sekali sih pak…Aaaahhh…aku bisa ketagihan nanti pak” celotehnya dengan napas tersengal-sengal

“Aku juga bisa ketagihan” sahutku setengah berbisik ditelinganya, sambil merasakan enaknya gesekan dinding vaginanya

“Vagina bu Devi enak sekali, saying…Duuuuh…Benar-benar enak sekaliii” Aku memang gak berlebihan

Entah kenapa, rasanya persetubuhanku kali ini terasa fantastis sekali. Mungkin ini yang disebut Selingkuh Itu Indah. Padahal posisi kami cuma posisi klasik. Goyangan pantat bu Devi juga konvensional saja. Namun enaknya sangat luar biasa. Dalam tempo singkat saja keringatku mulai bercucuran. Bu Devi-pun nampak sangat menikmati genjotan batang k0ntolku. Sepasang kakinya diangkat dan ditekuk, kemudian melingkari pinggangku, sementara desahannya tak henti keluar dari mulutnya.

“Ooooh…Ooouuhhh…Eeegghhhh…Aaaaahhhhh…Ooohhh…Aaaahhh…Aduuuh paaak…Enak Pak…Duuuuh…Mmmmhhhhh…Aku mau keluar lagi nih paaak” desah bu Devi

“Kita barengin keluarnya yaaak” bisikku sambil mempergencar genjotan batang k0ntolku, maju mundur didalam vagina bu Devi

“I…iya pak….bi…bi…biar nikmat…..” sahutnya sambil mempergencar pula ayunan pinggulnya, meliuk-liuk cepat dan membuat batang k0ntolku seperti dipelintir oleh dinding vagina bu Devi yang licin dan hangat itu.

Sampai pada suatu saat, kuremas-remas payudara bu Devi, mataku terpejam, napasku tertahan, batang k0ntolku membenam sedalam-dalamnya kemudian kami seperti orang-orang kesurupan, kami sama-sama berkelojotan dipuncak kenikmatan yang tiada taranya. Dan “Croooottt…Croooottt…Croooottt…” Spermaku terasa menyemprot-nyemprot didalam liang vagina bu Devi. Lubang vagina bu Devi kurasakan berkedut-kedut.

Kamudian kami sama-sama terkapar, dengan keringat bercucuran.

“Ini yang pertama kalinya aku digauli oleh lelaki yang bukan suamiku” ujar bu Devi sambil membiarkan batang k0ntolku tetap menancap didalam vaginanya

Kujawab dengan ciuman hangat dibibirnya yang sensual,

“Sama…aku juga baru sekali ini merasakan bersetubuh dengan wanita yang bukan istriku. Terimakasih sayang…mulai saat ini bu Devi jadi istri rahasiaku…”

“Dan Bapak jadi suami keduaku….iiih…kenapa tadi kok enak sekali ya pak?”

“Mungkin kalau dengan pasangan kita sendiri sudah terlalu biasa, gak ada yang aneh lagi. Tapi barusan dilepas didalam…gak papa?”

“Gak papa” sahutnya dengan senyum manis, mata bundar beningnya-pun bergoyang-goyang manja

“Aku kan ikut KB sejak kelahiran anakku…”

“Asyik donk, jadi aman….”

“Aku pasti ketagihan pak….soalnya punya bapak panjang dan gede gitu…..” Kata-kata bu Devi itu membuat napsuku bangkit lagi

Dan batang k0ntolku yang masih terbenam didalam vaginanya, terasa mengeras lagi. Maka kucoba menggerak-gerakkannya dan ternyata memang bisa dipakai “bertempur” lagi. Batang k0ntolku sudah mondar mandir lagi didalam memek bu Devi yang masih banyak lendirnya tapi tidak terlalu becek, bahkan lebih mengasyikkan karena aku bisa mengentot dengan gerakan yang sangat leluasa tanpa kehilangan nikmatnya sedikit pun. Bahkan saat aku menggulingkan diri kebawah, dengan aktifnya bu Devi action diatas tubuhku. Setengah duduk bu Devi menaik turunkan pinggulnya, sehingga aku cukup berdiam diri, hanya sesekali menggerakkan batang k0ntolku keatas, supaya bisa masuk sedalam-dalamnya. Posisi dibawah ini membuatku leluasa meremas-remas toket montok bu Devi yang bergelantungan diatas wajahku. Terkadang kuremas-remas juga pantatnya yang lumayan besar dan padat. Namun mungkin posisi ini terlalu enak buat bu Devi, karena moncong k0ntolku menyundul-nyundul dasar memeknya. Dan itu membuatnya cepat orgasme. Hanya beberapa menit saja bu Devi bisa bertahan dengan posisi ini. Tak lama kemudian dia memeluk leherku kuat-kuat, seperti hendak meremukkannya.

Kemudian terdengar erangan nikmatnya, “Aaaahhhh….aku keluar lagi paaaak…..” lalu dia ambruk di dalam dekapanku.

Namun aku seolah tak peduli bahwa bu Devi sudah orgasme lagi. Butuh beberapa saat untuk memulihkan vitalitasnya kembali. Tak perlu vitalitas. Yang jelas batang k0ntolku sedang enak-enaknya mengenjot vagina teman bisnisku ini. Kemudian kugulingkan badannya sambil kupeluk erat-erat, tanpa mencabut batang k0ntolku dari dalam vaginanya yang sudah orgasme kesekian kalinya. Bu Devi memejamkan matanya saat aku mulai mengentotnya lagi dengan posisi klasik, dia dibawah aku diatas.

Namun beberapa saat kemudian dia mulai aktif lagi. Mendekapku erat-erat sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan gerakan meliuk-liuk. Aku-pun makin ganas mengentotnya. Namun bu Devi gak mau kalah ganas. Gerakan pantatnya semakin lama semakin dominan. Membuatku berdengus-dengus dalam kenikmatan yang luar biasa.

“Ooouuhhh…Enak banget paaak….Ak…Aku mau keluar lagi ….kita barengin lagi pak…ta…tadi juga enak sekali….” celotehnya setelah batang k0ntolku cukup lama mengentot vaginanya.

Aku setujui dan kugenjot batang k0ntolku dengan kecepatan tinggi, maju-mundur, maju-mundur sampai akhirnya kami sama-sama berkelojotan lagi Saling cengkram, saling lumat seolah ingin saling meremukkan dan akhirnya “Crooottt….Crooott…Croottt…” spermaku menyemprot-nyemprot lagi dipuncak kenikmatanku, diikuti dengan rintihan bu Devi yang sedang mencapai orgasme pula.

“Kita kok bisa tiba-tiba begini ya?” cetus bu Devi sat sudah mengenakan pakaiannya lagi

“Iya…dari rumah aja gak ada renana, namun tadi mendadak ada keinginan, untunglah bu Devi gak menolak…terimakasih ya sayang” sahutku dengan genggaman erat dipergelangan tangannya dan kemudian kukecup mesra bibirnya yang tipis mungil itu.

Bu Devi tersenyum dan memeluk pinggangku sambil berkata perlahan,

“Kita harus berterimakasih pada pemilik tanah itu ya pak, gara-gara dia gak ada ditempat kita jadi ada acara mendadak begini” Aku mengangguk dengan senyum. Sementara hatiku berkata “Gara-gara sopirku gak masuk pula, aku jadi punya kisah seperti ini. Kalau ada dia, aku tentu takkan sebebas ini”

Sore itu kami pulang kerumah masing-masing dengan perasaan baru. Bahkan malamnya, saat istriku sudah tertidur pulas, aku masih sempat smsan dengan bu Devi. Salah satu smsnya berbunyi :

“Puas banget…punyaku sampe terasa seperti jebol….punya bapak kegedean sih…kapan kita ketemuan lagi?”

Kujawab singkat “Kapan pun aku siap..”

Satu kisah indah telah tercatat dalam kehidupanku yang tak mungkin kulupakan.

END by www.berceritasex.com Baca kisah seks bergambar terbaru sebelumnya yang tidak kalah meningkatkan birahi mu berjudul Kisah Sex Terbaru 2017 Naluriku Berkehendak Lain – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot.

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *