Ngentot Dikantor Perhutani

Posted on

Cerita Seks Terpopuler 2017 Ngentot Dikantor PerhutaniCerita sex, cerita panas, cerita semi, cerita ngentot, cerita bokep, cerita xxx igo, cerita porno, cerita terselubung, cerita mesum | Rahma yang saat itu diantarkan pulang oleh suami dari teman dekatnya, dengan terpaksa dia harus melayani nafsu sex suami temanya di kantor perhutani yang ada ditengah hutan. Kebetulan malam itu sudah tidak ada seorangpun dikantor itu. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Kumpulan Cerita Seks Terpopuler Ngentot Dikantor Perhutani Terbaru 2017

Cerita Seks Terpopuler 2017 Ngentot Dikantor Perhutani
Cerita Seks Terpopuler 2017 Ngentot Dikantor Perhutani

Aku seorang ibu rumah tangga yang memilki 2 anak namaku Rahma. Usiaku 26 tahun dulu aku menikah muda dengan Adi suamiku. Aku bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan rutinitas layaknya seorang ibu. Pagi memasak menyiapkan bekal untuk anakku dan mencuci pakaian setrika udah jadi kegiatan sehari-hariku. Aku dikenal dengan ibu rumah tangga yang cantik dan menarik.

Walaupun aku hanya di rumah tidak mengenal salon seperti wanita masa kini namun aku terlahir sebagai wanita yang memiliki kecantikan asli. Aku pikir dengan Suamiku bekerja itu saja sudah cukup yakni hanya pegawai honorer dengan gaji 1.5 juta. Namun gaji segitu tentunya sangat kurang, apalagi anak semakin besar kebutuhan semakin mendesak.

Model pakaian yang setiap hari ganti membuat aku selaluingin bergonta ganti walaupun hanya di rumah. Suamiku bekerja sebagai pegawai honorer di kecamatan dengan gaji 1.5juta/bulan. Sama sekali tidak cukup karena harus membayar cicilan motor yang perbulan 500ribu. Itu semua membuatku merasa kurang setiap harinya.

Aku juga ingin bekerja tetapi bagaimana dengan anak-anakku. Suamiku tidak bisa memberi uang lebih semakin hari kebutuhan semakin mendesak. Kalau aku sudah merasa jenuh aku segera menuju rumah sahabatku namanya, Maya. Dia membuka kios mainan anak di pasar. Biasanya aku kalau main di kiosnya lama sekali, dari pagi hingga sore dia mau menutup kiosnya.

Anak-anak aku titipkan di nenekknya terpenting aku sudah ijin dengan suamiku. Dikios banyak hiburan kadang aku membantu Maya jika kios ramai pembeli. Bahkan kalau pulang aku selalu di beri uang karena sudah membantunya seharian. Dia juga paham dengan keadaan ekonomiku saat ini. Kalau Maya penghasilannya besar dari kios mainan yang selalu ramai.

Suaminya punya 2 mobil elf untuk di sewakan. Kadang sehari bisa berpenghasilan 800 ribu, jika aku mengorderkan mobilnya biasanya aku di beri komisi. Aku mencari sampingan sendiri untuk memenuhi kebutuhannku seperti make up dan pakaian yang aku inginkan. Pernah aku diajak Maya dan suaminya untuk membeli dagangan di Semarang.

Aku udah seperti saudara sendiri dengan Maya. Suamiku pun tidak pernah melarang aku bergaul dengan Maya. Dia selalu baik sama aku, apapun jika bisa berbagi denganku pasti dia kasih apa aja yang dia punya. Aku berteman dengan Maya sudah 6 tahun seusia perkawinanku dengan mas Adi. Dulunya aku tidak mengenal karena kita memang beda Desa sekarang aku bertetangga lumayan dekat.

Keluh kesahku dengan Maya apapun yang terjadi dalam rumah tanggaku dia selalu tahu. Aku pun lega jika sudah bercerita dengan Maya, dia dapat dipercaya dan mau mendengarkan semua ceritaku. Jarang banget jaman sekarang ada teman yang tulus seperti Maya. Bahkan jika ada kekurangannya aku juga berani meminjam uang.

Namun aku juga sportive aku sellau berusaha mengembalikan sesuai tanggal yang sudah aku tentukan. Dia tipe teman yang bisa diajak bergantian. Suami ku juga menilai Maya itu baik tidak hanya denganku saja suami dan anak-anakku juga diberikan kebaikan. Dia udah seperti saudara bagiku rasanya nyaman sekali berteman dengan Maya.

Waktu itu Maya sedang punya hajatan syukuran anaknya yang kedua. Krena acaranya seharian maka aku disana seharian penuh hingga larut malam. Aku membantu Maya mempersiapkan segala sesuatunya. Maya mempercayai aku untuk belanja semua kebutuhannya. Aku diantarkan suami Maya namanya Mas Wawan ke pasar dengan mengendarai mobil,

“Rahma, kamu udah bilang suamimu belum kalau di rumahku seharian, takut nanti dicari lhooo…”

“udah mas aku udah bilang kok..”

Sepanjang perjalanan aku bercerita dengan mas Wawan ternyata dia juga sudah mengetahui masalah keluargaku. Yang paling utama mengenai ekonomi ku yang sangat pas-pas an. Dia banyakmemberi aku pengertian dia juga mengajariku cara bersyukur atas semua yang sudah suamiku beri. Aku sedikit lega mas Wawan menasehatiku banyak sekali.

Sepertinya dia memang menyemangati aku untuk terus berusaha menerima berapa saja nominal yang diberikan suamiku,

“kamu harus bersyukur Rahma , jangan melihat atas kamu lihatlah ke bawah masih banyak yang kurang dari kamu…”

“iya juga ya mas, benar kata-katamu aku mungkin kurang mensyukuri …”

“kamu jangan terlalu melihat kehidupan Maya istriku, dia serba berkecukupan aku selalu memberinya lebih karena memang penghasilanku mencukupi…”

“ohhh iya mas..makasih mas atas sarannya aku jadi semangat..”

Terlihat mas Wawan senyum-senyum ya biar suasana tidak tegang. Setelah sampai di pasar aku berbelanja sesuai catatan yang sudah Maya beri. Banyak sekali yang harus di beli aku dan mas Wawan mengangkuti belanjaan itu ke mobil. Tiba-tiba aku terpeleset dan jatuh ke selokan. Mas Wawan menolongku dia menggendong aku kaki ku sakit sekali,

“kamu nggak papa kan Ma..?”

“sebentar mas agak sakit terkilir kayaknya…” ucapku dengan sedikit kesakitan.

“aku urut ya kakimu…”

Mas Wawan mengurut kakiku yang terluka selama 10 menit, setelah itu aku merasa sudah tidak sakit. Aku pun berjalan kembali dan masuk ke dalam mobil,

“kamu mikirin apa kok bisa sampai jatuh ke selokan?”

“ahh..nggak mikirin apa-apa mas Cuma tadi aku nggak tahu kalau ada lubang ..”

“lain kali hati-hati ya..”

Aku merasa Mas Wawan sangat memperhatikan aku, aku merasa ke PDan saat itu. Di sepanjang perjalanan dia terus bertanya tentang kakiku. Sesampainya di rumah aku kembali menurunkan belanjaan itu, karena sudah banyak yang membantu memasak aku hanya menyiapkan snack saja. Jam 7 acara di mulai.

Suamiku saat itu ternyata tidak bisa hadir karena ada kegiatan di kecamatan persiapan menyambut agustusan. Acara berjalan dengan sangat lancar tepat pukul 10 malam acara usai. Maya menyuruhku menginap di rumahnya tetapi aku menolak kasihan anak-anak dan aku tetapharus pulang. Aku diantar pulang mas Wawan dengan mengendarai motor maticnya.

Keadaan hujan gerimis aku tidak memakai mantol, perjalanan sekitar 15 menit jalannya jelek jadi harus hati-hati karena takut terpeleset. Setelah itu hujan semakin turun dengan sangat lebat. Aku harus berhenti di depan kantor perhutani yang ada di tengah hutan,

“halooo..Rahma kamu kehujanan tidak ? disini hujan mati lampu kamu berteduh dulu ya takut nanti sakit kalau hujan-hujan…” ucap maya ditelefon.

“iya Maya ini aku sama Mas Wawan berteduh di dekat hutan ada kantor perhutani, maaf ya aku sudah merepotkan suami kamu…”

“nggak papa berteduh sampai hujan reda ya, yaudah hati-hati…”

“iya May…”

Maya pun menutup teleponnya, aku dan Mas Wawan berteduh di teras kantor. Gelap sekali karena hujan lebat angon kencang menyebabkan listrik padam. Untung hpKu yang jadul ini ada senter nyayang bisa menerangi,

“Rahma..lihat wajahmu rambutmu basah nanti pusing lho..” ucap suami Maya.

“ahhh nggak papa mas…” aku menggigil kedinginan.

“kamu pakai jaketku saja ya kamu kedinginan badanmu gemetar..”

Mas Wawan segera memberikan jaketnya , aku pun langsung memakai jaket itu.namun jaket yang tipis masih saja merasakan hawa dingin itu. Aku hanya menahan dengan menggosokk-gosokkan telapak tanganku agar hangat,

“kamu kok terlihat masih kedinginan sih..”

Mas Wawan dengan tiba-tiba memeluk aku sangat erat. Aku terkejut apa maksud mas Wawan memelukku dia kan suami Maya teman ku sendiri,

“tolong mas jangan peluk aku sembarangan…”

“ahhh..kamu ini aku hanya sekedar memberikanmu kehangatan kok..”

“jangan mas…”

“coba kamu mau jadi selingkuhan aku, aku bisa saja memenuhi semua kebutuhanmu seperti Maya..”

“apa maksud kamu mas..aku tidak ada maksud seperti itu dengan kamu mas..tolong jangan sentuh aku.”

“kamu nggak pengen ya punya handphone android, pakaian yang bagus uang yang serba cukup, kalau kamu mau itu semua puasin nafsu sex aku satu jam aja…” ucapnya mengiming-ngimingi aku.

Aku tampak kebingungan dengan permintaan mas Wawan maksud dia apa berkata seperti itu. Namun disisi lain aku mengaharapkan itu semua , tetapi kenapa harus mas Wawan. Kenapa harus suami teman dekat aku sendiri, masa iya aku tega menghianati Maya teman dekatku yang selama ini banyak membantu aku.

Angin semakin cepat berhembus kedinginan itu terasa hingga ke tulangku. Aku tidak tahan dengan kedinginan, suasana yang sangat mendukung untuk bercumbu. Tanpa pikir panjang dan memikirkan Maya aku menyetujui permintaan mas Wawan. Mas Wawan langsung mendekap erat tubuhku, jaket yang menutupiku dilepasnya.

Pelukan itu sangat hangat membuat dingin itu hilang dalam sekejap. Setelah itu mas Wawan menciumi bibirku secara perlahan. Dia mengecup bibirku aku memberikan respon dengan menciuminya terus. Suasana semakin hangat kegairahan itu sudah muncul diantara kita berdua. Mas Wawan tak henti-hentinya menciumi bibirku, lidahkuu dia tarik hingga aku merasakan kenikmatan sex,

“ooohhhh……ooohhhh……”

Tangan mas Wawan meremas payudaraku perlahan dan semakin cepat. Kedua tangannya meremas payudaraku bibirnya masih mengulum bibirku. Nikmat sekali permainan mas Wawan, aku terus merasakan kenikmatan itu hingga terdiam tanpa perlawanan. Bajuku yang sedikit basah itu dilepas mas Wawan aku hanya memakai bra saja.

Bra yang berukuran 36B itu terlihat payudaraku yang sangat besar. Ukuran payudara yang lebih besar dari Maya itu membuat mas Wawan semakin bersemangat malam itu. Ditemani angin yang berhembus kencang hujan yang tidak kunjung reda dingin yang begitu menusuk tulang, dan hanya beralaskan lantai di teras kantor itu membuat malam terasa sangat hangat.

Mas Wawan menciumi payudaraku yang masih terbungkus bra, dia tampak sangat gemas melihat payudaraku. Tak sabar ingin segera menerkam payudaraku dia langsung membuka braku. Tampak jelas menggantung dengan sangat indah payudaraku. Mas Wawan dengan terburu-buru meremas dan memainkan putting susuku.

Putingku yang menonjol itu diputar-putar hingga aku lemas. Terus dia gerakkan jemarinya membuat aku semakin horny menikmati sentuhan tangannya,

“aahhhh..aaakkkhhhhh mas….ahhhhh….nikmat mas….aakkkhh….”

Wajahnya mendekati payudaraku yang kencang itu, bibirnya segera mengulum putingku. Tangannya meremas dan memutar putting susuku bibirnya terus mengulum hingga aku tak kuat lagi. Secara bergantian dia mengulum putingku sesekali dia tarik putting susuku,

“ooohhhh…massss…ooohh….mas…….masss…aaaakkkkhhh…..”

Setelah setengah jam berkutat dengan putting susuku dia langsung menuju ke bawah pusar. Celana jeansku aku lepas tampak mas Wawan juga melepas pakaiannya. Tanpa basa-basi dia pun telanjang bulat, secara jelas aku melihat penisnya yang besar dan tegak itu. Mas Wawan mengelus memekku dari atas hingga bawah.

Selakanganku dia jilat hingga kau merasakan kenikmatan. Terus dia mencoba menggairahkan nafsuku, aku sangat horny ketika dia menjilati selakangan bahkan hingga ke memekku,

“aaakkkkhh….masss…ooouuughhhh…mas lagi…ahhhh….”

Memekku dijilati dari atas hingga bawah lubang memekku dia cari karena bulu kemaluanku lebat dia harus mencari dengan perlahan. Setelah menemukan lubang memekku dia mengecup lama sekali,

“aaaahhhh…akkkhhhh…mass…nikmat mas…..akkkhhh…..lagi mas….ahhh…keluar mas …aahhhhh…”

Aku mengeluarkan cairan dari memekku yang , mas Wawan terus mengulum dengan keadaan banyak cairan yang keluar. Mungkin itu suatu kenikmatan tersendiri baginya. Aku sangat meleleh di buatnya hingga aku tak kuat menahan kenikmatan itu,

“aaaaaaaaaaaaakkkkkkkhhhh…mas…..aaakkkkkkkhhh…mas …..aaahhh…”

Lalu dia berada diatasku penisnya terus di gesekkan di memekku. Dia menciumiku kembali, nafsu birahi itu sangat tinggi. Terus dia gesekkan ke memekku aku hanya mendesah dan tubuhku serasa bergetar,

“aaaaahhhh…aahhh…..ahhhhh….ahhh…mas….akkhhh…..mas……”

Desahan yang bisa aku lakukan setelah 5 menit dia menggesekan penisnya dia berusaha memasukkan penisnya ke dalam memekku. Lubang memekku terus diputar-putar dengan penisnya. Masuklah ujung penis ke dalam memekku. Dia terus menekan penisnya agar masuk ke dalam, maju meundur gerakan mas Wawan sangat keras,

“aaaahhhhh mas….akkkhhh mas….lagi mas….akkhh lebih keras mas….akkkhhh…..” desahan mesum selalu keluar dari bibirku.

Penis yang berukuran besar itu masuk ke dalam memekku dia menekan terus dengan gerakan maju mundur. Sesekali aku mengangkat pantatku agar penisnya lebih masuk ke dalam. Benar-benar nikmat sekali tiada tara aku tak kuasa dibuat seperti ini. Keringat mas Wawan jatuh bercucuran membasahi tubuhku.

Mas Wawan terus mendorong penisnya ke dalam memekku, dengan menggoyang-goyangkan penisnya di dalam,

“aaahhh…ahhhh…ahh…..mas….nikmat….aaaakkkkkhhh…..”

Tanganya terkadang meremas payudaraku hingga aku semakin bergairah. Terus penisnya memompa ke dalam memekku. Aku berusaha menjepit penisnya tampak mas Wawan sangat nikmat ketika aku menerapkan gerakan, jepit .. lepas… jepit,

“aaaaahhhhhhhh enak Rahma …lagi jepit lagi ooooohhh …. Ohhh….” Desah nikmat mas Wawan.

Nafas mas Wawan sudah sangat cepat, jantungnya mungkin bekerja dengan kerasnya. Dia memompa penisnya dengan sangat cepat. Tidak lamasetelah itu sperma mas Wawan-pun keluar di dalam memekku,

“crrroooooottt….cccccrroooottttt…ccccrrroooottttttt…….”

Terasa sangat hangat sperma itu, untung saja aku sudah memakai kontrasepsi jadi aman jika melakukan hubungan seks.
Mas Wawan melepas penisnya yang masih tertancap di dalam memekku. Dia mengelap penisnya tampak penisnya masih tegak dan kencang,

“Rahma..penisku masih kencang aku ingin kamu mengulum penisku hingga keluar sperma ku…”

“iya mas sini mas mendekat…”

Tepat di depan muka penis besar itu tegak dan siap aku nikmati. Aku mengulum penis mas Wawan aku sangat lihat jika mengulum penis. Tanganku mengocok penisnya ketas kebawah dengan perlahan. Bibirku mengulum penisnya hingga basah aku sangat bergairah sekali. tersu aku kulum dan kocok penisnya tanpa henti. Sekitar 5 menit aku memuaskan mas Wawan tampak dia sangat menikmati,

“aaahhhh…lagiii…akkkkhhh Rahma nikmat,,,,,,” sembari tanganya menekan kepalaku agar lebih masukke dalam penisnya.

Penis yang besar itu masuk seluruhnya ke dalam mulutku. Terasa sangat penuh sekali. Aku terus mengulum dan mengocoknya tak lama kemudian sperma kembali keluar dari penis mas Wawan,

“ccrrrroooooooottt….ccccrrroooott…cccrooottt….”

Didalam mulutku sperma itu terasa lengket sekali, Mulutku penuh dengan sperma yang kental itu aku menelannya. Nikmat sekali,

“aaahhhhhh……aahhhh……”

Setelah itu aku membersihakn badan begitu pula mas Wawan kita sama-sama memakai pakaian kembali. Mas Wawan memberiku uang 500rbu. Tepat lampu meyala kita sudah berpakaian seperti semula hujan sudah sedikit reda. Aku diantar pulang menuju rumah, sepanjang perjalanan aku hanya terdiam,

“terimakasih mas sudah mengantar aku pulang…”

“iya Rahma sama-sama…”

Aku masukke rumah dan mas Wawan bergegas pulang, aku lanjut mandi karena takut ketahuan suamiku. Itulah kisahku dengan Suami sahabatku sendiri. Semua ku lakukan karena demi uang semata. Aku juga mengharapkan kehidupan yang lebih seperti Maya. Sejak kejadian itu aku dan mas Wawan selalu berkomunikasi.

Bahkan jika ada kesempatan kita selalu berhubungan sex untuk melepas rindu dan nafsu kami. Tak lupa dengan janjinya setiap kali aku sudah melayani nafsunya mas Wawan pasti memberiku uang. Entah kapan hubungan ini akan berakhir, walaupun aku bahagia namun aku selalu merasa berdosa kepada suami dan Maya. Sekian. END by www.berceritasex.com Baca kisah seks bergambar terbaru sebelumnya yang tidak kalah meningkatkan birahi mu berjudul Kisah Sex Terbaru 2017 Setelah Pesta Ulang Tahun – Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Ngentot.

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *