Cerita Seks Terpanas Tante Janda Pemuas Nafsu Birahiku

Posted on
Cerita Seks Terpanas Tante Janda Pemuas Nafsu Birahiku Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa Tante Rena adalah adik kandung dari mamah saya yang sekarang statusnya adalah janda. Aku sering memanggilnya bibi, karena kebiasaanku dari kecil yang diajarkan oleh mamahku. Bibi Rena sudah menjanda kurang lebih tiga tahun akibat dtinggal mati oleh suaminya karena insiden kecelakaan mobil waktu itu. sejak ditinggal suaminya mati bibi Rena belum mempunyai momongan karena pernikahannya yang belum lama. Bibi Rena sendiri tergolong wanita setengah baya yang mempunyai tubuh yang bisa aku bilang melebihi gadis abg jaman sekarang. Dengan tingginya 168cm dan bdan yang langsing membuat mata betah untuk memandang bibi Rena.

Cerita Seks Terpanas Tante Janda Pemuas Nafsu Birahiku 
cerita dewasa, cerita seks, cerita tante girang cerita hot, cerita ngentot


Cerita Dewasa – Ditambah lagi dengan payudaranya yang terlihat sangat ketat dan padat berukuran kira-kira 36B dan juga bongkahan pantatnya yang menonjol kebelakang membuat aku nafsu jika melihatnya. Karena rumah bibi Rena tak jauh dari rumahku maka aku sering maen kerumahnya untuk sekedar memandang tubuh seksi tanteku itu. sungguh hati ini rasany ingin sekalai mengecup, meremas dan menyetubuhi tante Rena.

Semakin sering aku maen kerumah bibi Rena, semakin dekat aku dengannya. Bahkan aku dan bibi Rena sering mengobrol masalah yang berhubungan dengan Sex. Bibi Rena pun tak merasa canggung dan mengajarkanku tentang bagaimana caranya memuaskan wanita. Aku sempat merasa takut akan dilaporkan kepada orang tuaku, namun tante Rena menyakinkanku kalau dia tidak akan ngomong soal obrolan kita kepada mamahku.

Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan tante kuat Rena. Kadang-kadang kupergoki tante Rena saat mandi nabi begitu patuh, ia hanya menempatkan handuk saja. Melihat itu hati saya merasa gembira, bersemangat untuk membuka handuknya dan tubuh seksi melahap itu. Kadang-kadang juga dia sering menelepon saya ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Benar-benar memancing gairah. 

Sampai hari itu tepatnya malam minggu, aku malas untuk pergi keluar dengan teman-teman dan saya pergi ke rumah Bibi Rena. Tiba di rumahnya, bibi Rena akan menyiapkan makanan dan duduk di ruang tamu, membaca majalah. Kami juga memberitahu satu sama lain, hujan deras tiba-tiba sekali dan Bibi Rena meminta saya untuk tinggal sendirian di rumah malam ini dan meminta saya untuk memberitahu orang tua saya bahwa saya akan tinggal di rumah karena hujan lebat.

“Dalam, bibi ke tempat tidur sebelum ya, sudah mengantuk, Anda sudah mengantuk belum?”, Dia berkata, menguap.
“Tidak tante”, jawabku.
“Oh ya tante, Andi dapat menggunakan komputer tidak, ingin memeriksa email satu menit”, saya bertanya.
“Mungkin, sekali pakai menulis” katanya dan kemudian ia menuju ke kamarnya.

Lalu aku meletakkan komputer di kantornya dan untuk mengakses situs porno. Dan terus terang tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar wanita telanjang setengah baya. Kemudian kuelus-elus penisku sampai pengukuran sekali kencang sekitar 15 cm karena aku sudah berubah sekali. Tanpa disadari, tahu bibi Rena menyelonong saja masuk tanpa mengetuk. Saya sangat terkejut saya tidak punya waktu untuk menutup penisku menjadi tegang. Bibi Rena telah menatap penisku sedang tegang ke lapangan langsung ia bertanya sambil tersenyum manis.

“Apa yang kau lakukan Hayyoo lagi, Di?” Dia bertanya.
“Aah, itu tidak ada bibi lagi memeriksa email” Saya hanya menjawab. Tapi bibi Rena tampaknya menyadari bahwa saya kemudian membelai penisku.
“Apa bibi?” Saya bertanya.
“Aah ada, bibi hanya ingin mengajak Anda untuk menonton di kamar tante temenin” katanya.
“Oh well, aku akan menyusul ya Tante” jawab saya.
“Tapi tidak tinggal yah lama” kata Bibi Rena lagi.

Setelah itu saya berusaha untuk meredakan ketegangan penisku, dan kemudian saya menuju ke kamar saya dan menemani bibi bibi Rena menonton film horor yang juga terjadi banyak mengumbar adegan menarik.

Lihat film segera saya menjadi bingung, karena penisku hanya naik lagi. Bahkan, Bibi Rena mengenakan baju tidur tipis dan gila dia tidak memakai bra karena aku bisa melihat putingnya ke depan agak tajam. Gairah memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi apa boleh buat saya tidak berani menimbulkan masalah. Semakin tegang penisku hanya jadi saya telah bergeser sedikit ke kanan itu sendiri miring. Melihat gerakan bibi Rena rupanya menyadari tersenyum padaku. 

“Apa yang Anda lakukan Anda tetap, Di?” Dia bertanya, tersenyum.
“Ah tidak apa-apa kok, tante” kataku malu. Sementara bibi Rena mendekati saya sehingga kami semakin dekat jarak di tempat tidur.
“Kamu terangsang dengan baik, Di, lihat film ini?”
“Ah tidak ada bibi, biasa-biasa aja” ucapku berusaha mengendalikan diri.

Aku bisa melihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, aku merasa seperti aku merokok-hisap sementara aku menggigit puting saya. Namun ternyata hal ini tidak dirasakan oleh saya sendiri, Bibi Rena rupanya sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.

“Apakah Anda pikir bibi seksi tidak, Di?” Dia bertanya.
“Nah seksi tante” kataku.
“Di mana bagian yang sama dalam film?” Dia bertanya lagi, mengepulkan payudaranya sehingga terlihat semakin membesar.
“Yah seksi dong tante, bibi besar bodynya abis sih” kataku.
“Ah waktu itu?” Dia bertanya.
“Ya benar bibi, bersumpah ..” kataku.
Jarak kami semakin dekat karena bibinya Rena terus dekat dengan saya, dan kemudian dia bertanya lagi.

“Anda tidak akan diundang jika tante begituan sama”.
“Mmaauu bibi ..” Ah, seperti ketiban durian runtuh, kesempatan ini saya tidak akan menyia-nyiakannya, hanya aku memberanikan diri untuk mencoba untuk mendapatkan lebih dekat dengan bibi Rena.
“Wahh barang-barang Anda sakit, Di” katanya.
“Ah bibi bisa aja kok .. Tante tampaknya aja semakin seksi .. Sampai aku gemes ngeliatnya deh ..” kataku.
“Kamu nakal Ah, Di” katanya, meletakkan tangannya di pangkal paha.
“Waahh melakukan dipegangin terus tante, ntar bisa menambah tablet besar” kataku.
“Ah ya kan?” Dia bertanya.
“Ya tante .. ehh ehh .. Aku harus tahan tidak tante?” Aku berkata, menunjuk ke payudara besar.
“Ah mungkin hanya jika Anda ingin” katanya.

Wah kesempatan besar, tapi aku sedikit takut, takut dia marah tapi tangan bibi sekarang bahkan sudah membelai selangkangan jadi aku memberanikan diri untuk membelai payudaranya.

“Ahh .. Arghh lezat Di .. Anda ya nakal” bibi mengatakan, tersenyum manis padaku, aku melepas spontan saya.
“Loh kok dirilis pula dalam?” Dia bertanya.
“Ah takut bibi marah,” kataku.
“Oohh tidak lah, Di .. Ayo deh”.

Tanganku mencengkeram bibi Rena, kemudian dimasukkan kembali payudaranya sehingga saya menjadi lebih berani meremas-remas payudaranya.

“Aarrhh .. Sshh” keluhnya untuk semakin membuat saya penasaran.

Kemudian saya mencoba untuk mencium bibi Rena, benar-benar di luar dugaan saya, Bibi Rena disambut dengan ciuman kekerasan. Kami juga kemudian berciuman dengan nafsu sekali sementara tangan saya di payudaranya gerilya sekal sekali itu.

“Ahh Anda memang Di besar .. terusin Dii .. malam ini Anda harus memberikan yang sama kepuasan bibi .. baik .. Arhh Arrhh”.
“Bibi, aku tidak bisa membuka baju bibi?” Saya bertanya.
“Oohh silakan On”, sambutnya.

Cepat-cepat aku membuka bajunya sehingga payudaranya yang besar dengan puting coklat berada di depan mata saya, saya hanya menjilat payudaranya memang saya kagumi itu.

“Arrgghh .. Arrgghh ..” lagi bibi mengerang keenakan.
“Teruuss Teerruuss Di .. Ahh .. begitu baik ..”

Aku menjilat putingnya begitu lama tanpa menyadari penisku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Lalu aku melihat sekilas tangan Bibi Rena membelai klitorisnya sehingga bagian itu tangan kuarahkan ke arah celana untuk membiarkan pergi.

“Aahh buka hanya di .. Ahh”

Tante Rena terengah-engah napas pantang. Seperti gila Aku segera membuka celana dalamnya dan kemudian aku mencium. Sekarang Bibi Rena memiliki jumlah telanjang. Aku melihat lubang kemaluannya dipenuhi bulu. Kemudian perlahan-lahan aku meletakkan jari saya melalui lubang pada ayam yang sudah basah.

“Arrhh Sshh .. .. .. Enak Enak Sekaligus” serunya.

Setelah puas jari saya dan saya menaruh wajahku gerilya liang ke kemaluannya untuk ayam menjilati bibir halus dan mengkilap. Kemudian liang kujilati nafsu ayam dengan lidah saya naik dan turun seperti kursus melukis. Bibi Rena semakin putus asa sampai dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, meremas payudaranya.

“Aah .. Sshh bibi udaahh nggaakk tahaann laaggii .. Tante udaahh maauu kkeeluuaarr .. Ohh”, dengan cepat kujilati kucobloskan clit saya dan masuk ke dalam liang ayam semakin basah.

Beberapa saat kemudian tubuhnya dipindahkan ke alam liar cenderung orgasme. Kemudian jilatanku kupercepat dan menusuk jari saya sehingga ia merasa kenyamanan semua dan kemudian ia berteriak ..

“Oohh .. Aarrhh .. Tante sudah keeluuaarr Dii .. Ahh” berteriak kecil pantat goyang dan lidahku masih menjilati bibir kemaluannya sehingga cairan kujilati orgasme sampai habis. Kemudian dia tenang seperti lemas sekali.

“Nah ternyata kau hebat sekali, bibi tidak merasakan kepuasan loh ini ..” katanya sambil mencium bibirku sehingga lubang kemaluannya cair di bibir ke bibir dioleskan bergabung Tante Rena. Sementara penisku masih tegang di belaian oleh bibi Rena dan saya masih memutar bibi puting yang telah semakin sulit.

“Aahh ..” desahnya sambil terus membelai bibirku.
“Sekarang giliran tante .. Tante akan membuat Anda merasakan kenikmatan dari tante tubuh”.

Tangan bibi Rena segera meraih penisku digenggamnnya batang pangkal paha ketat, jadi agak sakit tapi hanya karena rasanya kudiamkan baik juga uleni dengan tangan bibi Rena. Lalu aku juga tidak mau kalah, tangan saya juga terus meremas-remas payudara yang indah. Rupanya bibi terangsang Rena mulai kembali ketika tangan meremas-remas payudaranya dengan puting kujilati sesekali sudah tegang itu, seakan seperti orang kelaparan, kukulum terus puting sehingga bibi Rena menjadi semakin panik.

“Aahh Anda mencintai satu sama bibi dada juga, Di?”
“Ya Tante tante Abis bentuk payudara sangat merangsang sih .. Terus besar tapi masih ketat ..”
“Aahh kau begitu pandai memuji orang, Di ..”

Sementara tangan masih membelai penisku yang memiliki kepala kemerahan tetapi tidak terguncang hanya membelai. Kemudian bibi Rena mulai mencium dadaku terus turun ke arah selangkangan sehingga saya mulai merasa senang luar biasa untuk akhirnya Bibi Rena berjongok bawah tempat tidur dengan kepala lebih dekat ke penisku. Sedetik kemudian ia mulai mencium kepala penisku yang telah mengeluarkan pelumas cairan bening dan merata ke seluruh kepala batang pangkal paha dengan lidahnya.

Aku benar-benar merasa sukacita layanan yang disediakan oleh Bibi Rena. Lalu dia mulai membuka mulutnya dan kemudian memasukkan penisku ke dalam mulutnya sambil menghisap-menghisap dan menjilat seluruh bagian penisku sehingga basah dengan air liur. Beberapa menit setelah bibi melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desir-desir kenikmatan menyebar ke seluruh penisku dan kemudian saya mengambil Bibi Rena maka saya mendorong perlahan sehingga ia berbaring di tempat tidur. Semangat saya mengangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depan saya.

“Aahh Di, datang kamu memasukkan penis bibi yah .. Tante sudah tidak sabar ingin ngerasain memek bibi menusuk saling bar menawarkan hal yang sama”.
“Iiyaa tante” kataku.

Lalu aku mulai membimbing penisku ke arah lubang kemaluannya tapi aku tidak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan bibir pertama yang kemaluannya sehingga Bibi Rena lagi berteriak keenakan ..

“Aahh .. Aahh .. Datang, jangan tanggung-tanggung masukiinn ..”

Lalu aku mendorong di dalam penisku. Eh, ternyata agak sempit lubang kemaluannya sehingga sulit untuk memasuki selangkangan batang sudah tegang sekali itu.

“Aahh .. Sshh .. Oohh perlahan Di .. teruss-teruuss .. Aahh”

Aku mulai mendorong batang kepala ke dalam lubang kemaluan Tante Rena selangkangan bahwa dia merasa kenikmatan yang luar biasa ketika groin’ve batang masuk semuanya. Kemudian penisku mulai kupompakan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Bibi Rena juga ikut-ikutan bergoyang. Ini merasa baik sekali karena goyangan pantat tante Rena membuat batang pangkal paha sebagai twisted-terdampar oleh dinding liang kemaluannya dan tarik rasanya seperti ayam empotan. Sementara itu aku terus menjilati puting dan menjilati keringat membasahi lehernya. Sementara tangan Bibi Rena menggenggam saya keras sehingga saya memberikan lebih cepat mengocok lagi.

“Oohh .. Sshh .. Di .. BAIK .. oohh .. Ohh ..” mendengar rintihan aku lebih bersemangat untuk cepat menyelesaikan permainan.
“Aahh .. Cepat Dalam, bibi ingin keluuaarr .. Aahh”

Tubuh Bibi Rena kembali sehingga alam liar bergerak nya naik pantat ikut-ikutan. Rupanya dia kembali orgasme, aku bisa merasakan cairan siram kepala penisku hangat menjadi merojok-liang rojok ayam.

“Aahh .. Sshh .. Sshh”, desahnya, dan tubuhnya kembali tenang menikmati sisa-sisa orgasme.
“Wahh Anda benar-benar hebaat Di .. Tante sampai dipukuli dua kali saat Anda masih kuat”
“Iiyaa bibi .. Bentar lagi juga Andi keluar nih ..” kataku sambil terus menyodok lubang yang berdenyut ayam itu.
“Aahh bibi lezat .. Aahh ..”
“Terusin Di .. Lanjutkan .. Aahh .. Sshh” erangan Bibi Rena membuat saya lebih kuat merojok-rojok batang pangkal paha dalam ayam kebiasaan.
“Aauuhh perlahan On, aahh .. Sshh”
“Oh bibi sebentar lagi aku sudah keluar ya ..” kataku.
“Aahh .. Di .. keluarin aja di yah .. Aahh .. Tante ingin ngerasain .. Ahh .. Shh .. Ingin percikan rasain hangat dari air mani Anda ..”
“Iiyyaa .. Tante ..”

Lalu aku mengangkat kaki kanan saya sehingga posisi bibi lubang kemaluannya lebih menjepit penisku.

“Aahh .. Oohh .. Aahh .. Sshh .. Tante, Andi ingin keluar ya .. Ahh” dan saya memeluk bibi Rena, meremas-remas payudaranya. Sementara itu, bibi Rena memeluk erat, gemetar pantatnya.

“Aahh bibi juga keluar lagi aahh .. Sshh ..” kemudian tegas kurojok ayam liang sehingga tubuh air yang telah terjebak cum meletus. Seerr Seerr .. .. .. Croott Croott ..

“Aahh lezat bibi .. Aahh .. Ahh ..” Selama dua menitan aku masih berjuang dengan Bibi Rena semprot tubuh maniku menyelesaikannya. Kemudian Bibi Rena menbelai membelai rambutku.
“Ah kamu ternyata seorang pahlawan, Di ..”

Setelah itu ia menarik batang dari lubang kemaluan pangkal paha dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam mulutnya untuk lidah menjilat oleh. Ah, rasanya penisku nyeri merokok olehnya. Dan kemudian kami berdua tidur saling berpelukan. Malam itu kami melakukannya tiga kali.

Setelah kejadian itu kami sering melakukan hubungan sex yang kadang-kadang meniru gaya porno. Hubungan kami telah berjalan selama dua tahun dan akhirnya diketahui oleh orang tua saya. Malu, Bibi Rena pindah ke Jakarta dan melakukan bisnis di sana. Aku benar-benar benar-benar kehilangan Bibi Rena dan sejak pindah, bibi Rena tidak pernah menghubungiku lagi. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016.

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *