Cerita Seks Terbaru Ngentot Majikanku Yang Bergairah

Posted on

Cerita Seks Terbaru Ngentot Majikanku Yang Bergairah – Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa Namaku Yuyun, umurku 35 tahun. Aku didesa bisa dibilang sebagai bunga desa dengan wajah manisku dan tubuh seksiku. Tapi kenyataan tidak sesuai yang aku pikirkan, beberapa kali menikah tapi aku selalu gagal dalam menjalin rumah tangga. Pernikahanku selalu berakhir dengan perceraian. Dengan kondisi ekonomi keluargaku yang kurang mampu, aku bingung bagaimana aku harus mencukupi kebutuhanku dan kedua orang tuaku akrena saat aku mempunyai suami aku tidak bekerja. Karena terhimpit dengan ekonomi keluarga akhirnya aku nmemutuskan untuk pergi ke kota untuk mencari pekerjaan, apapun itu pasti aku lakukan.

Cerita Seks Terbaru Ngentot Majikanku Yang Bergairah
cerita seks, cerita mesum, cerita hot, cerita dewasa


Akhirnya aku sampai dikota, dan saat itu yang ada lowongan  pekerjaan adalah sebagai pembantu rumah tangga, mau gimana lagi akhirnya aku menjalaninya. Saat itu aku aku bekerja disebuah rumah besar tampak seperti orang kaya. Pemilik rumah itu bernama ibu Yuni biasa dipanggil ibu sum. Ibu yuni ini kira-kira berumur 48 tahunan, dan ternyata ibu yuni ini adalah seorang janda. Dengan dua orang anak yang pertama mbak Mike dan yang kedua bernama Tomi. Mbak Mike berumur kira-kira 28 tahun, dia ini sendiri bekerja disalah satu perusahaan besar, berkedudukan sebagai manajer. Dan mas Tomi ini sendiri masih muda kira-kira 23 tahun, dia masih kuliah.

Pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dituntut harus rajin, harus selalu bangun pagi sebelum orang-orang dirumah pada bangun membuatku terasa sangat capek karena belum terbiasa. Tapi setelah beberapa Tomii kemudian aku sudah mulai terbiasa, setiap pagi aku selalu bangun jam setengah 5 pagi, dan lantas membereskan semua pekerjaan dirumah sampai menyiapkan sarapan untuk mbak Mike Dan mas Tomi. Dalam berpakaian aku bisa terbilang sopan dengan rok panjangku, meskipun aku merasa pakaian yang aku kenakan agak ketat tapi aku selalu mendapat pujian dari majikanku yaitu Bu Sum.

Suatu pagi saat aku sedang ngepel, mas Tomi yang sedang bangun tidur melihatku. Dengan sambil mengucak mata, mas Tomi melihatku. Pertama aku tidak berani melihatnya, tapi setelah agak lama mas Tomi yang tak pindah dari tempatnya berdiri aku pun meliriknya, ternyata mas Tomi memandangi tubuhku, Aku kembali merunduk. Setelah aku hampir selesai ngepel, mas Tomi pun belum beranjak dari tempatnya berdiri. Kemudian timbulah pikiran kotorku untuk mencoba menggodanya, dengan mengedipkan mataku dan menggoyangkan lidahku sambil melihat mas Tomi.

Aku melihat wajah kaget dari mas Tomi, aku mencoba menebak apa yang dipikran mas Tomi, mas Tomi terlihat seorang laki-laki yang pagi-pagi sudah nafsu melihat pemandangan seorang wanita seksi. Terlintas dalam benakku kalau aku akan mencoba penis muda yaitu penis mas Tomi ini “Shiiiit” ucapku dalam hati. Akupun lekas pergi dari hadapan mas Tomi agar pikiran kotorku ini tak berlanjut kemana-mana. Sampai suatu pagi, mereka semua sudah pergi, tinggal Mas Tomi dan aku yang ada di rumah, Mas Tomi belum keluar  dari kamar, menurut Ibu Yuni sebelum berangkat tadi bahwa Mas Tomi sedang masuk angin, tak masuk kuliah.

Bahkan Ibu Yuni Yunta tolong supaya aku memijatnya, setelah aku selesai membersihkan rumah dan mencuci pakaian. “Baik, Bu!”, begitu sahutku pada Ibu Yuni. Ibu Yuni sangat percaya kepadaku, karena di hadapannya aku selalu nampak dewasa, dengan pakaian yang sangat sopan. Setelah pasti mereka sudah jauh meninggalkan rumah, aku segera masuk kamarku dan mengganti pakaianku dengan rok superYuni dan kaus singlet yang ketat dan seksi. Kusemprotkan parfum di leher, belakang telinga, ketiak, pusar dan pangkal pahaku dekat lubang vagina. Rambutku yang biasanya kusanggul, kuurai lepas memanjang hingga sepinggang. Kali ini, aku pasti bisa merenggut keperjakaan Mas Tomi, pikirku.

“Mas Tomi. Mas Tomi!” panggilku menggoda, “tadi Ibu pesan supaya Mbak Yun memijati
Mas Tomi, supaya Mas Tomi cepat sembuh. Boleh saya masuk, Mas Tomi?”

Pintu kamarnya langsung terbuka, dan nampak Mas Tomi terbelalak melihat penampilanku.

“Aduh, kamu cantik sekali, Mbak Yun…”

“Ah, Mas Tomi, bisa saja, jadi mau dipijat?”

“Jadi, dong…” sekarang Mas Tomi mulai nampak tidak sok alim lagi, “ayo, ayo…”,
ditariknya tanganku ke arah tempat tidurnya yang wangi….

“Kok Wangi, Mas Tomi?” Rupanya dia juga mempersiapkan tempat tidur percumbuan
ini, dia juga sudah mandi dengan sabun wangi.

“Ya dong, kan ada Desy Ratnasari mau datang ke sini,”.

Kami mulai mengobrol ngalor-ngidul, dia tanya berapa usiaku, dari mana aku berasal, sudah kawin atau belum, sudah punya anak atau belum, sampai kelas berapa aku sekolah. Omongannya masih belum “to-the-point” , padahal aku sudah memijatnya dengan sentuhan-sentuhan yang sangat merangsang. Aku sudah tak sabar ingin bercumbu dengannya, merasakan sodokan dan genjotannya, tapi maklum sang pejantan belum berpengalaman.

“Mas Tomi sudah pernah bercumbu dengan perempuan?”, aku mulai mengarahkan
pembicaraan kami, dia hanya menggeleng lugu.

“Mau Mbak Yun ajari?”, wajahnya merah padam dan segera berubah pucat. Kubuka kaus singletku dan mulai kudekatkan bibirku di depan bibirnya, dia langsung memagut bibirku, kami bergulingan di atas tempat tidurnya yang empuk dan wangi, kukuatkan pagutanku dan menggigit kecil bibirnya yang merah delima, dia makin menggebu, batang Penisnya mengeras seperti kayu. Wow, dia melepas BH ku, dan mengisap puting susuku yang kiri, dan meremas-remas puting susuku yang kanan.

“Aaah.. sssshhhh, Mas Tomi, yang lembut doooong…” desahku makin membuat
nafasnya menderu…

“Mbak Yun, aku cinta kamu….” suaranya agak bergetar..

“Jangan, Mas Tomi, saya cuma seorang Pembantu, nanti Ibu marah,” kubisikkan desahanku lagi…. Kulucuti seluruh pakaian Mas Tomi, kaos oblong dan celana pendeknya sekaligus celana dalamnya, langsung kupagut Penisnya yang sudah menjulang bagai tugu monas, kuhisap-hisap dan kumaju-mundurkan mulutku dengan lembut dan terkadang cepat…

“Aduuuh, enaaaak, Mbak Yun….” jeritnya…

Aku tahu air-mani akan segera keluar, karena itu segera kulepaskan Penisnya, dan segera meremasnya bagian pangkalnya, supaya tidak jadi muncrat. Dia membuka rok-Yuniku sekaligus celana dalamku, segera kubuka selangkanganku.

“Jilat itil Mbak Yun, Mas Haaaarrr…, yang lamaaa…”, godaku lagi… Bagai robot, dia
langsung mengarahkan kepalanya ke Memekku dan menjilati itilku dengan sangat
nafsunya….
“Sssshhhh, uu-enaaak, Mas Haaaarrrr… ., sampai air mani Mabk Yun keluar, ya mas
Haaar”.

“Lho, perempuan juga punya air mani..?” tanyanya blo’on. Aku tak menyahut karena
keenakan…

“Mas Tomi, saya mau keluaaar…” serrrrrr…. serrrrrrrrr. … membasahi wajahnya
yang penuh birahi.

“Aduuuuh, enak banget, Mas Tomi! Mbak Yun puaaaaaassss sekali bercinta dengan Mas Tomi….. Penis Mas Tomi belum keluar ya? Mari saya masukin ke liang kenikmatan saya, Mas! Saya jaYun Mas Tomi pasti puas-keenakan. …”

Kugenggam batang pelernya, dan kutuntun mendekati lubang Memekku, kugosok- gosokkan pada itilku, sampai aku terangsang lagi… Sebelum kumasukkan batang keperkasaannya yang masih ting-ting itu ke lubang Memekku, kuambil kaos singletku dan kukeringkan dulu Memekku dengan kaos, supaya lebih peret dan terasa uuenaaaak pada saat ditembus Penisnya Mas Tomi nanti.

“Sebelum masuk, bilang ‘permisi’ dulu, dong sayaaaaaang. ..”, Candaku. Mas Tomi bangkit sebentar dan menghidupkan radio-kaset yang ada di atas meja kecil di samping ranjang. Lagunya mana tahaaaan.

“Kemesraan ini Janganlah Cepat Berlalu….. .”

“Permisi, Mbak Yun cintakuuuuu. …”

“Silakan masuk, Mas Fakiiiih Kekasihkuuuuu. ..”, segera kubuka lebar- lebar selangkanganku, sambil kuangkat pinggulku lebih tinggi dan kuganjel dengan guling yang agak keras, supaya batang kenikmatannya bisa menghunjam dalam-dalam. … Srelepppppp. …….. blebessss… ..

“Auuuuuow… .”, kami berdua berteriak bersamaan… ..

“Enaaaak banget Mbak Yun, Memek Mbak Yun kok enak gini sih….?”

“Karena Mbak Yun belum pernah melahirkan, Mas Tomi… Jadi Memek Mbak Yun belum pernah melar dibobol kepala bayi. kalau pernah melahirkan, apalagi kalau sudah melahirkan berkali-kali, pasti Memeknya longgar sekali, dan nggak bisa rapet seperti Memeknya Mbak Yun begini, sayaaaaang.. . lagi pula Mbak selalu minum jamu sari- rapet, pasti SUPER-PERET. …”, kami berdua bersenggama sambil cekikikan keenakan… Kami berguling-guling di atas ranjang-cinta kami sambil berpelukan erat sekali.

Sekarang giliranku yang di atas. Mas Tomi terlentang keenakan, aku naik-turunkan pinggulku, rasanya lebih enak bila dibanding aku di bawah, kalau aku di atas, itilku yang bertumbukan dengan tulang selangkang Mas Pur, menimbulkan rasa nikmat yang Luaaaaarbiassssa Enaaaaaaknya. Keringat kami mulai berkucuran, padahal kamar Mas Tomi selalu pakai AC, sambil bersenggama kami mulut kami tetap berpagutan-kuat. Setelah bosan dgn tengkurap di atas tubuh Mas Tomi, aku ganti gaya. Mas Tomi masih tetap terlentang, aku berjongkok sambil kunaik-turunkan bokongku. Mas Tomi malah punya kesempatan untuk menetek pada susuku, sedotannya pada tetekku makin membuatku tambah liar, serasa seperti di-setrum sekujur tubuhku.

Setelah 20 menit aku di atas, kami berganti gaya lagi… kami berguling-gulingan lagi tanpa melepaskan Penis dan Memek kami. Sekarang giliran Mas Tomi yang di atas, waduuuuh… sodokannya mantep sekali… terkadang lambat sampai bunyinya blep-blep-blep. Terkadang cepat plok-plok-plok, benar-benar beruntung aku bisa senggama dengan Mas Tomi yang begini kuaaaatnya, kalau kuhitung-kuhitung sudah tiga kali air Memekku keluar karena orgasme, kalau ditambah sekali pada waktu itilku dijilati tadi sudah empat kali aku orgasme… benar-benar Memekku sampai kredut-kredut karena dihunjam dengan mantapnya oleh Penis yang sangat besar dan begitu keras, bagaikan lesung dihantam alu, bertubi-tubi. semakin lama semakin cepat….waduuuuhhhhh…Wenaaaaaaaaakkkkk tenaaaaan… …

“Mbak Yun, aku hampir keluaaaaaar nih…!!” ….

“Saya juga mau keluar lagi untuk kelima kalinya ini, Mas Haaaaar…. Yuk kita bersamaan sampai di puncak gunung kenikmatan, yaaa sayaaaaanngggg”

“Ambil nafas panjang, Mas Tomi… lalu tancepkan Penisnya sedalam-dalamnya sampai kandas…… baru ditembakkan, ya Maaaasss… ssssshhhhhh. …….”

Sambil mendesis, aku segera mengangkat pinggulku lagi, kedua kakiku kulingkarkan pada pinggangnya, guling yang sudah terlempar tadi kuraih lagi dan kuganjelkan setinggi-tingginya pada pinggulku, hunjaman Penis Mas Tomi semakin keras dan cepat, suara lenguhan kami berdua Ooohhh…Ooouuuhhh….Ouuuhhhh… seirama dengan hunjaman Penisnya yang semakin cepat.

“Tembakkan sekaraaaaang, Maaaasssss!” , Mas Tomi menancapkan Penisnya lebih dalam lagi, padahal sedari tadi sudah mentok sampai ke mulut rahimku…. bersamaan dengan keluarnya air Memekku yang kelima kali, Mas Tomi pun menembakkan senjata otomatis berkali-kali dengan sangat kerasnya….

Croooootth….Crooooth…Croooth…Crrrooooott…Crooooth…Crooooth….Croooooth….Seperti orang gila, kami berdua berteriak panjaaaaanggg bersamaan. “Enaaaaaaaaaakkkkk! “….. sekujur tubuhku rasanya bergetar semuanya… dari ujung kepala sampai ujung kaki, terutama Memekku sampai seperti “bonyok” rasanya….. Mas Tomi pun rebah tengkurep di atas tubuh telanjangku. …. sambil nafas kami kejar-mengejar karena kelelahan…

“Jangan cabut dulu, ya Maaasss sayaaaang, masih terasa enaknya tunggu sampai semua getaran dan nafas kita reda, baru Mas Tomi boleh cabut yaaa.” pintaku memelas. Kami kembali berciuman dengan lekatnya. Penisnya masih cukup keras, dan tidak segera loyo seperti punya mantan-mantan suamiku dulu. “Mbak Yun sayaaaang, terima kasih banyak ya pengalaman pertama ini sungguh-sungguh luar biasa. Mbak Yun telah memberikan pelayanan dan pelajaran yang maha-penting untuk saya. saya akan selalu mencintai dan memiliki Mbak Yun selamanya… .”

“Mas Tomi cintaku, cinta itu bukan harus memiliki, tanpa kawin pun kalau setiap pagi, setalah Ibu dan Mbak-mbak Mas Tomi pergi kerja, kita bisa melakukan senggama ini, saya sudah puas kok Massss. Apalagi Mas Tomi tadi begitu kuatnya, setengah jam lebih lho kita tadi bersetubuhnya, Mas! Sampai Memek saya endut-endutan rasanya tadi…..”
“Aku Tomii ini tidak pergi kuliah, kebetulan memang ada acara untuk mahasiswa
baru… jadi ndak ada kuliah…”, kata Mas Tomi.

“Nah… kalau begitu, Tomii ini kita kan punya banyak waktu, pokoknya sampai sebelum Ibu dan Mbak Mas Tomi pulang nanti sore, kita main teruuuusss, sampai 5 ronde, kuat nggak Mas Tomi?”, sahutku semakin menggelorakan birahinya. Akhirnya Tomii itu aku dan mas Tomi melakukan Hubungan Sex dengan puas, tak kuhitung berapa banyaknya, tapi yang pasti lebih dari 5x mas Tomi menyemprotkan pejuhnya ketubuhku – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016.

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *