Cerita Seks Terbaru Kesepian Tante Bella Yang Terobati Karena Terjatuh

Posted on

Cerita Seks Terbaru Tante Bella Yang Terobati Karena Terjatuh –  Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa Bella, 31 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak 2 dan 5 tahun. Suaminya, Koko, 37 tahun, adalah karyaDhit dari salah satu perusahaan swasta besar di Indramayu.
Perawakan Bella sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat.
Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis.

 
Cerita Seks Terbaru Kesepian Tante Bella Yang Terobati Karena Terjatuh
cerita seks, cerita panas, cerita mesum, cerita dewasa
 

Dengan 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dengan posisi Koko yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal.
Bella pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Herman dalam hati Bella karena dia sangat mencintai suaminya.
Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Bella tentang cinta.. Suatu siang, Bella sedang mengasuh anaknya di depan rumah.
Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Bella langsung mengejar mereka. Tapi tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Bella terjatuh.
Lututnya memar, agak mengeluarkan darah.
Bella langsung berjongkok dan meringis menahan sakit.
Pada waktu itu, Rizal, anak tetangga depan rumah Bella kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Bella sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya,
Rizal langsung lari ke arah Bella.
“Kenapa tante?” tanya Rizal.
“Aduh, lutut saya luka karena jatuh, izal…
” ujar Bella sambil meringis. “Bantu saya berdiri, izal…
” kata Bella. “Iya tante,” kata Rizal sambil memegang tangan Bella dan dibimbingnya bediri.
“izal, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya…
” kata Bella. “Iya tante,” kata Rizal sambil segera menghampiri anak-anak Bella.

Sementara Bella segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Rizal mengantarkan anak-anak Bella ke rumahnya, Bella sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.
“Ada obat merah tidak, tante?
” tanya Rizal.
“Ada di dalam, izal,
” kata Bella. “Kita ke dalam saja…
” kata Bella lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dalam rumah.
Rizal dan anak-anaknya mengikuti dari belakang. “Ma, Rico ngantuk,
” kata anaknya kepada Bella.
“Tunggu sebentar ya, izal. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Bella sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.
Setelah mengantar mereka tidur, Bella kembali ke tengah rumah.
“Mana obat merahnya, tante?” tanya Rizal. “Di atas sana, izal…
” kata Bella sambil menunjuk kotak obat. Rizal segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas.
Tak lama Rizal segera kembali dan mulai mengobati lutut Bella.
“Maaf ya, tante.. Saya lancang,
” kata Rizal. “Tidak apa-apa kok, izal. Tante senang ada yang menolong,
” kata Bella sambil tersenyum. Rizal mulai memegang lutut Bella dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.
“Aduh, perih…
” kata Bella sambil agak menggerakkan lututnya.
Secara bersamaan rok Bella agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Rizal. Rizal terkesiap melihatnya. Tapi Rizal pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus Bella menggoda mata Rizal untuk melirik walau kadang-kadang. Hati Rizal agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Bella. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Bella memakai celana pendek.
biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Bella sambil onani. Tapi kini, di depan mata sendiri, paha mulus Bella sangat jelas terlihat. Bella sepertinya sadar kalau mata Rizal sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Bella merapikan duduknya dan juga menutup pahanya.
Rizalpun sepertinya terkesima dengan sikap Bella tersebut. Rizal menjadi malu sendiri..
“Sudah saya berikan obat merah, tante…
” kata Rizal. “Iya, terima kasih,
” kata Bella sambil tersenyum.
“Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi,
” ujar Bella lagi sambil tetap tersenyum. Rizal, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Bella. Masih duduk di bangku SMP kelas 3.

Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Rizal adalah sosok anak laki-laki yang sudah mulai mengalami masa puber.
“Kenapa kamu nunduk terus, izal?
” tanya Bella.
“Tidak apa-apa, tante…
” ujar Rizal sambil sekilas menatap mata Bella lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.
“Ayo, ada apa?” tanya Bella lagi sambil tersenyum.
“Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tidak sengaja…
” kata Rizal sambil tetap menunduk.
“Lihat apa?” tanya Bella pura-pura tidak mengerti.
“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,
” kata Rizal sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri. Bella tersenyum mendengarnya. “Tidak apa-apa kok, izal,
” kata Bella.
“Kan hanya melihat.. Bukan memegang,
” kata Bella lagi sambil tetap tersenyum.
“Lagian, saya tidak keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,
” kata Bella lagi sambil tetap tersenyum.
“Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat,
” kata Bella.
“Benar tante tidak marah?
” tanya Rizal sambil menatap Bella. Bella menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. Adhitpun jadi ikut tersenyum.
“Tante sangat cantik kalau tersenyum,
” kata Rizal mulai berani.
“Ihh, kamu tuh masih kecil sudah pintar merayu…
” kata Bella. “Saya berkata jujur loh, tante,
” kata Rizal lagi. “Kamu sudah makan, izal?
” tanya Bella. “Belum tante. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan,
” kata Rizal. “Makan disini saja, ya.. Temani saya makan siang,
” ajak Bella.
“Baik tante, terima kasih,
” kata Rizal. Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Rizal menyentuk kaki Bella. Rizal kaget, lalu segera menarik kakinya. “Maaf tante, saya tidak sengaja,
” kata Rizal.
“Tidak apa-apa kok, izal…
” kata Bella sambil matanya nenatap Rizal dengan pandangan yang berbeda. Ketika kaki Rizal menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yang berdesir dari kaki yang tersentuh sampai ke hati. Bella merasakan sesuatu yang lain akan kejadian tak sengaja itu..
Tiba-tiba Bella merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yang membuat perasaannya tidak menentu. Sentuhan kaki Rizal terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh..
“Kamu sudah punya pacar, izal?
” tanya Bella sambil menatap Rizal.
“Belum tante,” kata Rizal sambil tersenyum.
“Lagian saya tidak tahu caranya mendapatkan perempuan,
” ujar Rizal lagi sambil tetap tersenyum. Donnapun ikut tersenyum.
“Pernah tidak kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?
” tanya Bella lagi.
“Keinginan apa tante?
” tanya Rizal. Bella tersenyum.
“Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara…
” kata Bella. Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.
“Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?
” tanya Bella. “Tidak ada, tante,” kata Rizal. “Tadi tante mau tanya apa?
” kata Rizal penasaran.
“Begini, apakah kamu suka kepada Dhitita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh Dhitita?
” tanya Bella.
“Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tidak akan bicara pada siapa-siapa kok,
” kata Bella lagi. “Kamu juga mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Bella lagi.
“Iya, tante,” kata Rizal.
“Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi…
” kata Bella sambil tersenyum.
“Ya, saya suka melihat perempuan yang tubuhnya bagus. Saya juga suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Rizal tanpa ragu.
“Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Bella lagi. Rizal agak ragu untuk menjawab. “Ayolah…” kata Bella sambil memegang tangan Rizal. Tangan Rizal bergetar.. Bella tersenyum.
“Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, juga.. Juga.. Juga saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…
kata Rizal dengan nafas tersendat. “Oh, ya? Di VCD itu kamu lihat apa saja,
” kata Bella pura-pura tidak tahu, sambil terus menggenggam tangan Rizal yang terus gemetar. “Mm.. Lihat orang sedang begituan…” kata Rizal.
“Begituan apa?” tanya Bella lagi.
“Ya, lihat orang sedang bersetubuh…
” kata Rizal. Bella kembali tersenyum, tapi dengan nafas yang agak memburu menahan sesuatu di dadanya. “Kamu suka tidak film begitu?
” tanya Bella. “Iya suka, tante?
” kata Rizal sambil menunduk. “Mau coba seperti di film, tidak?
” kata Bella. Rizal diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Bella mendekatkan tubuhnya ke tubuh Rizal. Wajahnya di dekatkan ke wajah Rizal.
“Mau tidak?
” tanya Bella setengah berbisik. Rizal tetap diam dan gemetar.
Wajahnya agak tertunduk. Bella membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Rizal. Rizal tetap diam dan makin gemetar. Bella terus menciumi wajah Rizal, lalu akhirnya dilumatnya bibir Rizal.. Lama-lama Adhitpun mulai terangsang nafsunya. Dengan pasti dibalasnya ciuman Bella. “Masukkan tangan kamu ke sini…
” kata Bella dengan nafas memburu sambil memegang tangan Rizal dan mengarahkannya ke dalam baju Bella. “Masukkan tangan kamu ke dalam BH saya, izal.. Pegang buah dada saya,
” kata Bella sambil tangannya meremas kontol Rizal dari luar celana. Sementara tangan Rizal sudah masuk ke dalam BH Bella dan mulai meremas-remas buah dada Bella.
“Mmhh.. Terus sayang…
” kata Bella.
“Tangan saya pegal, tante…
” kata Rizal polos. “Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk…
” ajak Bella sambil menarik tangan Rizal. Sesampainya di dalam kamar.. “Buka pakaian kamu, izal…” ujar Donnapun melepas seluruh pakaiannya sendiri.
“Iya, tante…” kata Rizal. Bella setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Rizal terkesima melihat tubuh telanjang Bella. Seumur-umur Rizal, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang Dhitita di depan mata. Apalagi Dhitita tersebut adalah Dhitita yang sering di bayangkannya bila onani. Kontol Rizal langsung tegang dan tegak..
“Naik sini, izal…
” kata Bella.
“Iya, tante…” kata Rizal.
“Sini naik ke atas tubuh saya…
” kata Bella sambil mengangkangkan pahanya. Rizal segera menaiki tubuh telanjang Bella. Bella langsung melumat bibir Rizal dan Adhitpun langsung membalasnyanya dengan hebat. Sementara satu tangan Rizal meremas buah dada Bella yang tidak terlalu besar. Sementara kontol Rizal sesekali mengenai belahan memek Bella.
“Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus…
” desah Bella sambil memegang tangan Rizal yang sedang meremas buah dadanya, dan tangan mereka bersamaan meremas buah dadanya. “Ohh.. Sshh…
” kata Bella. Adhitpun dengan bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati buah dada Bella. “izal, jilati memek ya, sayang…” pinta Bella.
“Tapi saya tidak tahu caranya, tante,
” kata Rizal polos.
“Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke memek, lalu kamu jilati belahannya…” kata Bella setengah memaksa dengan menekan kepala Rizal ke arah memeknya. Rizal langsung menuruti permintaan Bella. Dijilatinya belahan memek Bella sampai tubuh Bella mengejang menahan nikmat. “Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang…
” desah Bella sambil meremas kepala Rizal.
“izal, kamu jilati bagian atas sini…
” kata Bella sambil jarinya mengelus kelentitnya. Lalu lidah Rizal menjilati habis kelentit Bella.. Bella kembali menggelepar merasakan nikmat yang teramat sangat.
“Teruss.. Sshh.. Ohh…” desah Bella sambil badannya semakin mengejang. Pahanya rapat menjepit kepala Rizal. Sementara tangannya semakin menekan kepala Rizal ke memeknya. Tak lama.. “Ohh…” desah Bella panjang. Bella orgasme.
“Sudah, izal.. Naik sini,
” kata Bella. Rizal lalu menaiki tubuh Bella. Bella lalu mengelap mulut Rizal yang basah oleh cairan memeknya. Bella tersenyum, lalu mengecup bibir Rizal.
“Mau tidak kontol kamu saya hisap,
” kata Bella. “Mau tante,
” kata Rizal bersemangat.
“Bangkitlah.. Sinikan kontol kamu,
” kata Bella sambil tangannya meraih kontol Rizal yang tegang dan tegak. Rizal lalu mengangkangi wajah Bella. Bella segera mengulum kontol Rizal. Tidak hanya itu, kontol Rizal lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Rizal tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.
“Ohh.. Tantee.. Enaakk…” jerit kecil Rizal sambil memompa kontolnya di mulut Bella.
“Masukkin ke memek, sayang…
” kata Bella setelah dia beberapa lama menghisap kontol Rizal. Rizal lalu mengangkangi Bella. Sementara tangan Bella memegang dan membimbing kontol Rizal ke lubang memeknya.
“Ayo tekan sedikit, sayang…
” kata Bella. Rizal berusaha menekan kontolnya ke lubang memek Bella sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Rizal berhasil masuk dan mulai memompa memek Bella. Rizal merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang kontolnya.
“Bagaimana rasanya, izal?
” tanya Bella sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.
“Ohh.. Sangat enakk, tanttee…
” kata Rizal tersendat sambil memompa kontolnya keluar masuk memek Bella. Bella tersenyum.. Setelah beberapa lama memompa kontolnya, tiba-tiba tubuh Rizal mengejang. Gerakannya makin cepat. Bella karena sudah mengerti langsung meremas pantat Rizal dan menekankannya ke memeknya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..
“Ohh.. Hohh…
” desah Rizal. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Bella.
“Udah keluar? Bagaimana rasanya?
” tanya tante Bella sambil memeluk Rizal.
“Sangat enak, tante…” kata Rizal – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016.

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *