Cerita Seks Skandal Birahi Janda Empat Tahun Yang Masih Bahenol

Posted on

Cerita Seks Skandal Birahi Janda Empat Tahun Yang Masih Bahenol Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Mbak Ayuk adalah sosok perempuan yang mengajarkaku tentang bagiamana memuaskan wanita. Selain mbak Ayuk, aku juga mendapatkan pelajaran dari film porno yang sehari-hari aku tonton. Mbak Ayuk adalah seorang pembantu yang tiggal dirumahku. Mbak ma juga sudah bekerja dirmahku lama skali, sehingga mbak Ayuk suda mengangap rumaku seperti rumahnya sendiri. Mbak Ayuk ini umurnya masih muda sekitaran 26 tahun sedangkan aku masih 20 tahunan. Mbak Ayuk meskipun dari desa namun mbak Ayuk memiliki postur tubuh sepert orang kota. Orangnya tinggi, kuitnya putih bersih, dan bentuk tubuhnya seperti pemain film porno, seksi dan bahenol. Payudaranya sangat montok sekaisehingga membuatku nafsu ketika melihat mbak Ayuk menggunakan pakaian yang ketat.

Cerita Seks Skandal Birahi Janda Empat Tahun Yang Masih Bahenol
cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas


Naaah suatu hari ayah dan ibuku sedang keluar kota menjenguk teman ayahku yang sedang sakit parah, sebenarnya ayah dan ibuku berniat untuk mengajakku,namun rena aku masih sekolah jadi aku menolaknya. Karena aku anak tunggal, makanya aku sekarang tinggal dirumah berdua hanya Masgan mbak Ayuk. Pikiran kotorku pun langsung keluar Masgan keadaan rumah yang sepi ini. An aku un langsung memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan tubuh mak Ayuk ini. Namun aku tida berani memaksanya karena aku takut jika nanti aku dilaporkan oleh kedua orang tuaku. Aku terus memutar otakku higga aku dsekolahgak konsen Masgan pelajaran. Aku selalu kepikiran Masgan mbak Ayuk.

Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 2 siang dan aku pun langsug bergegas untuk pulang. Masgan semangat karena sampai dirumah aku bisa melihat keseksian tubuh mbak Ayuk. Dan benar, sesampainya aku dirumah aku dilihatka oleh pemandangan yang tak biasanya.aku melihat mbak Ayuk menggunakan pakaian yang sangat ketat sekali, sehingga buah dadanya jelas terpampang dan aku pun sekejap menjadi nafsu melihat pemandangan itu. Saat mau masuk kamar, mbak Ayuk pun menyapaku “Kenapa mas kok mas Lucky menundukkan kepalanya begitu”. “sambil tid melihat mbak Ayuk, akupun membals ucapan mbak Ayuk “gak papa kok mbak”. Dan aku langsung pergi begitu saja meninggalkan mbak Ayuk yang sedang asik menonton TV.

Sampai didalam kamar, aku masih terheran Masgan lekuk tubuh mbak Ayuk yang sangat bahenl sekali itu. Aku pu berimajinasi membayangkan kenikmatan menyetubuhi mbak Ayuk, dan aku pun langsung melampiaskan anganku Masgan menonton film porno lewat HP ku. Amun tak kusangka aku menonton film porno Masgan volume HP yang tinggi hingga mbak Ayuk menMasgarnya dan langsung mbak Ayuk nyamperin ak dikamarku dan menegurku “Hayoooo…mas lagi nonton apa?? Suaranya terMasgar sampai diluar lho mas”. “Eeennngg….Ennggaak nonton apa-apa kok mbak” jawabku Masgan wajah yang sudah memerah. “Aaaahhh…mbak tau hlooo mas, Mas Lucky gak usah bohong deeh,, gak papa kok kan mas juga udah besar, apa mau mbak temenin nontonnya??” tanya mbak Ayuk. MenMasgar pertanyaan mbak Ayuk pun aku bingung mejawabnya hingaga aku terdiam Masgan wajah yang tertunduk.

Namun dilar dugaanku, setelah ku diam tak menjawab pertanyan mbak Ayuk, mbak Ayuk pu langsung menuju disebelahku. Hatiku saat itu sangat deg-deg an sekali, jantungku berdetak tak karuan dan “Jangan malu-malu mas, mbak tau kok kalau setiap hari mas memperhatikan mbak, benar kan??” tanya mbak Ayuk Masgan berbisik disebelahku. “iiii…iiiiYhaaaa…kok mbak tau, pasti mbak juga memperhatikanku kan??” tanyaku balik. “Sudah lama aku menantikan saat-saat seperti ini mas” ucap mbak Ayuk lirih disebelah kupingku persis, sehingga wajah kami sekarang suda berdekatan. Mbak Ayuk menghadap ke diriku saat kutatap wajahnya. Mata kami saling bertatapan. Kulihat Mbak Ayuk sepertinya senang dan menyukai apa yang kulakukan. Tanganku jadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu ke dadanya. Kuusap dadanya yang kenyal menegang Masgan puting yang mulai mengeras. Kudekatkan mulutku tuk mencium pipinya. Dia berpaling menyamping, lalu kutarik lagi pipinya. Mulut kamipun bertemu. Aku mencium bibirnya.

Inilah pertama kalinya aku melakukannya kepada seorang wanita. Erangan halus keluar dari mulut Mbak Ayuk. Ketika kedua tanganku meremas punggungnya dan lidahku mulai menjalari leher Mbak Ayuk. Ini semua akibat film BF dari CD-Rom yang sering kutonton dari rumah teman. Mbak Ayuk bersandar ke dinding, tetapi tidak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya kukecup. Kuhisap dan kugelitik langit-langit mulutnya. Kancing BH-nya kulepaskan. Tanganku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya kupegang Masgan lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai kenikmatan walaupun kami masih berdiri bersandar di dinding. Kami terangsang tak karuan. Nafas kami semakin memburu. Aku merasa tubuh Mbak Ayuk menyandar ke dadaku. Dia sepertinya pasrah. Baju daster Mbak Ayuk kubuka. Di dalam cahaya remang dan hujan lebat itu, kutatap wajahnya. Matanya terpejam. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghiasi dadanya kuremas perlahan-lahan. Bibirku mengecup puting buah dadanya secara perlahan. Kuhisap puting yang mengeras itu hingga memerah. Mbak Ayuk semakin gelisah dan nafasnya sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku, sedangkan aku tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah, “Ssshh…, sshh!”. Puting payudaranya yang merekah itu kujilat berulangkali sambil kugigit perlahan-lahan. Kulepaskan ikatan kain di pinggangnya. Lidahku kini bermain di pusar Mbak Ayuk, sambil tanganku mulai mengusap-usap pahanya.

Ketika kulepaskan ikatan kainnya, tangan Mbak Ayuk semakin kuat menarik rambutku. “Mas Luckydd…, Mas Lucky”, suara Mbak Ayuk memanggilku perlahan. Aku terus melakukan usapanku. Nafasnya terengah-engah ketika celana dalamnya kutarik ke bawah. Tanganku mulai menyentuh daerah kemaluannya. Rambut halus di sekitar kemaluannya kuusap-usap perlahan. Ketika lidahku baru menyentuh kemaluannya, Mbak Ayuk menarikku berdiri. Pandangan matanya terlihat sayu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan ke tempat tidurnya. Aku segera mengerti maksud Mbak Ayuk seraya menuntun Mbak Ayuk menuju tempat tidur. Bau kemaluannya merangsang sekali. Masgan satu bau khas yang sukar diceritakan. “Mas Luckyyy…”, bisiknya perlahan di telingaku. Aku terdiam sambil mengikuti apa yang kuinginkan. Mbak Ayuk sepertinya membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Mbak Ayuk kini kutelanjangkan. Tubuhnya berbaring telentang sambil kakinya menyentuh lantai. Seluruh tubuhnya cukup menggiurkan. Mukanya berpaling ke sebelah kiri. Matanya terpejam. Tangannya mendekap kain sprei. Buah dadanya membusung seperti minta disentuh. Puting susunya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Perutnya mulus dan pusarnya cukup indah. Kulihat tidak ada lipatan dan lemak seperti perut wanita yang telah melahirkan. Memang Mbak Ayuk tidak memiliki anak karena dia bercerai setelah menikah 3 bulan. Kakinya merapat. Karena itu aku tidak dapat melihat seluruh kemaluannya. Cuma sekumpulan rambut yang lebat halus menghiasi bagian bawah.

Kemudian, tanganku terus membuka kancing bajuku satu-persatu. ritsluiting jeans-ku kuturunkan. Aku telanjang bulat di hadapan Mbak Ayuk. Penisku berdiri tegang melihat kecantikan sosok tubuh Mbak Ayuk. Buah dada yang membusung dihiasi puting kecil dan daerah di bulatan putingnya kemerah-merahan. Indah sekali kupandang di celah pahanya. Mbak Ayuk telentang kaku. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik. Lalu akupun duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuh Mbak Ayuk. Sungguh lembut tubuh mungil Mbak Ayuk. Kupeluk Masgan gemas sambil kulumat mesra bibir ranumnya. Tanganku meraba seluruh tubuhnya. Sambil memegang puting susunya, kuremas-remas buah dada yang kenyal itu. Kuusap-usap dan kuremas-remas. Nafsuku terangsang semakin hebat. Penisku menyentuh pinggang Mbak Ayuk. Kudekatkan penisku ke tangan Mbak Ayuk. Digenggamnya penisku erat-erat lalu diusap-usapnya.

Memang Mbak Ayuk tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah menikah. Dibandingkan Masganku, aku cuma tahu teori Masgan melihat film BF, itu saja. Tanganku terus mengusap perutnya hingga ke celah selangkangannya. Terasa berlendir basah di kemaluannya. Aku beralih Masgan posisi 69. Rupanya Mbak Ayuk mengerti keinginanku. Lalu dipegangnya penisku yang sudah tegang dan dimasukkannya ke dalam mulutnya. Mataku terpejam-pejam ketika lidah Mbak Ayuk melumat kepala penisku Masgan lembut. Penisku dikulum sampai ke pangkalnya. Sukar untuk dibayangkan betapa nikmatnya diriku. Bibir Mbak Ayuk terasa menarik-narik batang penisku. Tidak tahan diperlakukan begitu aku lalu mengerang menahan nikmat. Kubuka lebar-lebar paha Mbak Ayuk sambil mencari liang vaginanya. Kusibakkan vaginanya yang telah basah itu. Kujulurkan lidahku sambil memegang clitorisnya. Mbak Ayuk mendesah. Kujilat-jilat Masgan lidahku. Kulumat Masgan mulutku. Liang kemaluan Mbak Ayuk semakin memerah. Bau kemaluannya semakin kuat. Aku jadi semakin terangsang. Seketika kulihat air berwarna putih keluar dari lubang vaginanya. Tentu Mbak Ayuk sudah cukup terangsang, pikirku.

Aku kembali pada posisi semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarik tubuhku untuk rebah bersama. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Mbak Ayuk memperbaiki posisinya ketika tanganku mencoba mengusap-usap pangkal pahanya. Kedua Kaki Mbak Ayuk mulai membuka sedikit ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidahku mulai turun ke dadanya. Putingnya kuhisap sedikit kasar. Punggung Mbak Ayuk terangkat-angkat ketika lidahku mengitari perutnya. Akhirnya jilatanku sampai ke celah pahanya. Mbak Ayuk semakin membuka pahanya ketika aku menjilat clitorisnya, kulihat Mbak Ayuk sudah tidak bergerak lagi. Kakinya kadang-kadang menjepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk mencari tempat-tempat yang bisa mendatangkan kenikmatan baginya. Erangan Mbak Ayuk semakin kuat dan nafasnya pun yang terus mendesah. Rambutku di tarik-tariknya Masgan mata terpejam menahan kenikmatan. Aku bertanya, “Gimana Mbak rasanya?”, suaraku lembut dan sedikit manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik napas panjang. Aku mengerti. Itu bertanda dia setuju. Tanpa disuruh, aku mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya yang kini telah terbuka lebar. Lendir dan liurku telah banjir di gerbang vaginanya.

Kugesek-gesekan kepala penisku di cairan yang membanjir itu. Perlahan-lahan kutekan ke dalam. Tekanan penisku memang agak sedikit susah. Terasa sempit. Kulihat Mbak Ayuk menggelinjang seperti kesakitan. “Pelan-pelan Mas Lucky!”, Mbak Ayuk berbicara dengan nafas sesak. Aku sekarang mengerti. Kemaluan Mbak Ayuk sudah sempit lagi setelah 6 tahun tidak disetubuhi, walaupun dia sudah tidak perawan lagi. Memang aku belum berpengalaman kerena ini merupakan pertama kalinya aku menyetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang. Kutekan lagi. Kumasukkan penisku perlahan-lahan. Kutekan punggungku ke depan. sangat hati-hati. Terasa memang sempit. Lalu Mbak Ayuk memegang lenganku erat-erat. Mulutnya meringis seperti orang sedang menggigit tulang. Hanya sebagian penisku yang masuk. Kubiarkan sebentar penisku berhenti, terdiam. Mbak Ayuk juga terdiam. Tenang. Sementara itu, kupeluk tubuh Mbak Ayuk Masgan gemas sambil memainkan buah dadanya, menjilat, mengusap dan menggigit-gigit lembut. Mulutnya kukecup sambil lidahnya kumainkan.

Kami memang sudah sangat bernafsu dan terangsang. Lalu kemudian aku bertanya Masgan suara lembut, “Mau diteruskan…?”. Mbak Ayuk membuka matanya. Di bibirnya terlihat senyum manis yang menggairahkan. Kutekan penisku ke dalam. Kemudian kutarik ke belakang perlahan-lahan. Kuhentakkan perlahan-lahan. Memang sempit kemaluan Mbak Ayuk, mencengkram seluruh batang penisku. Penisku terasa seperti tersedot di dalam vagina Mbak Ayuk. Kami makin terangsang! Penisku mulai memasuki kemaluan Mbak Ayuk lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menggairahkan. Mata Mbak Ayuk terbuka menatapku Masgan pandangan yang sayu ketika penisku mulai kukeluar-masukkan. Bibirnya dicibirkan rapat-rapat seperti tidak sabar menunggu tindakanku selanjutnya. Sedikit demi sedikit penisku masuk sampai ke pangkalnya. Mbak Ayuk mendesah dan mengerang seiring Masgan keluar-masuknya penisku di kemaluannya. Kadang-kadang punggung Mbak Ayuk terangkat-angkat menyambut penisku yang sudah melekat di kemaluannya. Berpuluh-puluh kali kumaju-mundurkan penisku seiring Masgan nafas kami yang tidak teratur lagi. Suatu ketika aku merasakan badan Mbak Ayuk mengejang Masgan mata yang tertutup rapat. Tangannya memeluk erat-erat pinggangku.

Punggungnya terangkat tinggi dan satu keluhan berat keluar dari mulutnya secara pelan. Masyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan penisku yang tertanam di dalamnya. Goyanganku semakin kuat. Kasur Mbak Ayuk bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit-decit. Leher Mbak Ayuk kurengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Ketika itu seolah-olah aku merasakan ada Masyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Masyutan yang semakin keras membuat penisku semakin menegang keras. Mbak Ayuk mengimbanginya Masgan menggoyangkan pinggulnya. Goyanganku semakin kencang. Kemaluan Mbak Ayuk semakin keras menjepit penisku. Kurangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia diam saja. Bersandar pada tubuhku, Mbak Ayuk lunglai seperti tidak bertenaga. Kugoyang terus hingga tubuh Mbak Ayuk seperti terguncang-guncang. Dia membiarkan saja perlakuanku itu. Nafasnya semakin kencang. Dalam keadaan sangat menggairahkan, akhirnya aku sampai ke puncak. Air maniku muncrat ke dalam kemaluan Mbak Ayuk. Bergetar badanku saat maniku muncrat. Mbak Ayuk mengait pahaku Masgan kakinya. Matanya terbuka lebar memandangku. Mukanya serius. Bibir dan giginya dicibirkan. Nafasnya terengah-engah.

Dia mengerang agak kuat. Waktu aku memuntahkan lahar maniku, tusukanku Masgan kuat menghunjam masuk ke dalam. Kulihat Mbak Ayuk menggelepar-gelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya mendongak ke belakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk beberapa saat kami merasakan kenikmatan itu. Beberapa tusukan tadi memang membuat kami sampai ke puncak bersama-sama. Memang hebat. Sungguh puas. Memang inilah pertama kalinya aku melakukan senggama. Mbak Ayuk lah wanita pertama yang mendapatkan air perjakaku. Walaupun dia seorang janda, bagiku dia adalah wanita yang sangat cantik. Waktu kami melakukan senggama tadi, kami berkhayal entah kemana. Mbak Ayuk memang hebat dalam permainannya. Sebagai seorang yang tidak pernah merasakan kenikmatan persetubuhan, bagiku Mbak Ayuk betul-betul memberiku surga dunia. Aku terbaring lemas di sisi Mbak Ayuk. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada tenaga untuk membukanya. Dalam hati aku puas karena dapat mengimbangi permainan ranjang Mbak Ayuk. Kulihat Mbak Ayuk tertidur di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah kuimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Mbak Ayuk juga telentang Masgan mata tertutup seperti kelelahan, mungkin lelah setelah dapat menghilangkan keinginan batinnya sejak menjanda 4 tahun yang lalu.

Kami masih berpelukan. Kemudian Mbak Ayuk terasa seperti mengusap mukaku. Kubuka mataku. Dia tersenyum. Aku tersenyum. Seolah-olah kami tidak merasa aneh berpelukan tanpa sehelai benang pun di tubuh kami. Dia mencium bibirku. Dia berbisik ketelingaku, “Terima kasih ya Mas Lucky. Mbak…” Belum sempat dia menghabiskan kata-katanya, aku bertanya, “Mbak puas…?”. Dia tersenyum dan mengangguk. “Dua kali!”, jawabnya ringkas. “Mas Lucky kamu memang hebat, penismu juga besar! Panjang!”, katanya. Sementara itu ia mengocokkan batang penisku. Suaranya membangkitkan gairahku. “Mbak suka?”, tanyaku. Dia tersenyum. Dia mengangguk tanda suka. Saat itu juga tanganku memegang buah dadanya. Tangannya mengocok terus penisku. Penisku tegang lagi. Kami jadi terangsang lagi. “Mbak mau lagi?”, tanyaku Masgan suara manja. Dia tersenyum manis. Apa yang kuimpikan kini benar-benar menjadi kenyataan. Perlahan-lahan kubuka selimutnya. Kulihat kaki Mbak Ayuk sudah mengejang. Sedikit demi sedikit terus kutarik selimutnya ke bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Ufff…, detak jantungku kembali berdegup kencang. Kunikmati kembali tubuh Mbak Ayuk tanpa perlawanan.

Gundukan bukit kecil yang bersih, Masgan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilat di depanku. Kurentangkan kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik gundukan bukit Mbak Ayuk. Kedua belahan bibir mungil kemaluannya kubuka. Melalui celah itu kulihat semua rahasia di dalamnya. Aku menelan air liurku sendiri sambil melihat kenikmatan yang telah menanti. Kudekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan birahi. Tak mampu aku menahan ledakan birahi yang menghambat nafasku. Segera kudekatkan mulutku sambil mengecup bibir kemaluan Mbak Ayuk Masgan bibir dan lidahku. Rakus sekali lidahku menjilati setiap bagian kemaluan Mbak Ayuk. Terasa seperti tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang menonjol di mulut vaginanya, Mbak Ayuk mendesis dan mendesah keenakan. Lidah dan bibirku menjilat dan mengecup perlahan.

Beberapa kali kulihat Mbak Ayuk mengejangkan kakinya. Aku sangat menikmati bau khas dari liang kemaluan Mbak Ayuk yang memenuhi relung hidungku. Membuat lidahku bergerak semakin menggila. Kutekan lidahku ke lubang kemaluan Mbak Ayuk yang kini sedikit terbuka. Rasanya ingin kumasukkan lebih dalam lagi, tapi tidak bisa. Mungkin karena lidahku kurang keras. Tetapi, kelunakan lidahku itu membuat Mbak Ayuk beberapa kali mengerang karena nikmat. Dalam keadaan sudah terangsang, kutarik tubuh Mbak Ayuk ke posisi menungging. Ia menuruti permintaanku dan bertanya Masgan nada manja. “Mas Lucky mau diapakan badan Mbak?”, bisiknya. Aku rasa dia tak pernah diperlakukan seperti ini oleh suaminya dulu. Aku diam saja. Kuatur posisinya. Tangannya meremas sprei hingga kusut. Air mani Mbak Ayuk sudah membasahi kemaluannya.

Kubuka pintu kemaluannya. Kulihat dan perhatikan Masgan seksama. Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Kucium kemaluan Mbak Ayuk. Bau anyir dan bau air maniku bercampur Masgan bau asli vagina Mbak Ayuk yang merangsang. Bau vagina seorang wanita! Jelas semua! Bulu kemaluan Mbak Ayuk yang lembab dan melekat berserakan di sekitar vaginanya. Kusibakkan sedikit untuk memberi ruang. Kumasukkan jari telunjukku ke dalam lubang vaginanya. Kumain-mainkan di dalamnya. Kulihat Mbak Ayuk menggoyang punggungnya. Kucium dan kugigit daging kenyal punggungnya yang putih bersih itu. Kemudan kurangkul pinggangnya. Kumasukkan penisku ke liang vaginanya. Pinggang Mbak Ayuk seperti terhentak. Perlahan-lahan kutusukkan penisku yang besar panjang ke lubang vaginanya Masgan posisi “doggy-style”. Tusukanku semakin kencang. Nafsu syahwatku kembali sangat terangsang. Kali ini berkali-kali aku mendorong dan menarik penisku Hentakanku memang kasar dan ganas. Kuraih pinggang Mbak Ayuk.

Kemudian beralih ke buah dadanya. Kuremas-remas semauku, bebas. Rambutnya acak-acakan. Lama juga Mbak Ayuk menahan lampiasan nafsuku kali ini. Hampir setengah jam. Maklumlah ini adalah kedua kalinya. Tusukanku memang hebat. Kadang cepat, kadang pelan. Kudorong-dorong tubuh Mbak Ayuk. Dia melenguh. Masgusan dari hidungnya memanjang. Berkali-kali. Seperti orang terengah-engah kecapaian. “Ehh.. ek, Ekh, Ekh.” Akirnya aku merasakan air maniku hampir muntah lagi. Waktu itu kurangkul kedua bahu Mbak Ayuk sambil menusukkan penisku ke dalam. Tenggelam semuanya hingga ke pangkalnya. Waktu itulah kumuntahkan spermaku. Kutarik lagi, dan kuhunjamkan lagi ke dalam. Tiga empat kali kugoyang seperti itu. Mbak Ayuk terlihat pasrah mengikuti hentakanku. Kemudian kupeluk tubuhnya walaupun penisku masih tertancap di dalam kemaluannya. Kuelus-elus buah dadanya. Kudekati mukanya, Kami berciuman.

Begitu lama hingga terasa penisku kembali normal. Mbak Ayuk sepertinya kelelahan. Keringat bercucuran di dahi kami. Kami telentang miring sambil berpelukan. Mbak Ayuk terlihat lemas lalu tertidur. Melihat Mbak Ayuk begitu, dan hujan masih belum reda, birahiku bangkit kembali. Kurangkul tubuh Mbak Ayuk dan aku bermain sekali lagi. Kali ini Mbak Ayuk menyerah. Dia tidak menolak. Kumainkan kemaluannya sampai puas. Bau di kamar ini adalah bau air mani kami. Bunyi tempat tidur pun berdecit-cit. “Ahh… aaghh.” Sesudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan memakai kembali pakaianku. Aku keluar dari kamar Mbak Ayuk menuju ke ruang depan.

Sewaktu aku keluar, barulah aku sadar pintu kamar tidak tertutup rapat. Untung saja ayah dan ibuku sedang keluar kota jadi aman, coba kalau enggak, bisa berabe niih ceritanya. Setelah itu jika ada kesempatan aku dan mbak Ayuk selalu melakukan hubungan Sex untuk melampiaskan birahi nafsu Sex kita yang sama-sama tingginya. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016.

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *