Cerita Seks Dewasa Ngentot Bu Guru Cantik Dan Seksi

Cerita Seks Dewasa Ngentot Bu Guru Cantik Dan Seksi Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny  Ini adalah ceritaku ketika aku duduk dibangku SMA. Saat itu umurku 16 tahun. Perkenalkan namaku Sandi, aku memiliki perawakan tubuh yang menarik ditambah dengan wajahku yang ganteng. Diumurku yang beranjak dewasa ini jiwa Sex ku sudah mulai keluar dan bisa dibilang aku termasuk yang memiliki kelebihan Sex karena aku mempelajari yang namanya berhubungan Sex sejak aku SMP. Aku memulai dengan menonton film porno waktu itu. Hingga akhirnya aku bisa merasakan yang namanya nikmatnya berhubungan Sex saat kelulusan SMP bersama seorang wanita yang waktu itu aku pacari.

Cerita Seks Dewasa Ngentot Bu Guru Cantik Dan Seksi
cerita mesum, cerita panas, cerita dewasa, cerita ngentot, cerita seks


Naah sekarang disekolahanku ada seorang guru yang sangat menarik perhatianku, sebetulnya bukan perhatianku saja siih namun semua cowok disekolahanku, hehe.. namanya bu Nirma, orangnya masih muda dan tentunya juga sangat cantik dan seksi sekali. Kemeja dan rok mini yang dipakaianya selalu menjadi pusat perhatian cowok-cowok disekolahanku termasuk aku. Kakinya yang putih mulus selalu menjadi perhatianku ketika dia sedang berjalan, serta dua buah pantat yang ketat saling bergantian naik turun seirama bu Nirma berjalan membuatku nafsu. Sungguh sangat ingin sekali aku menikmati tubuh bu Nirma ini.

Ketika didalam kelas saat bu Nirma sedang mengajar, aku selalu memeprhatikan setiap lekuk tubuh bu Nirma. Ketika bu Nirma mengajar aku selalu tak dapat konsentrasi karena aku selalu membayangkan gimana nikmatnya menyetubuhi bu Nirma, hingga sering kali Penisku tegang ketika aku membayangkan keindahan tubuh bu Nirma. Ketika bu Nirma duduk, aku sering kali iseng menjatuhkan pulpenku agar aku bisa melihat isi dalam rok mini bu Nirma. Ketika itu aku melihat bu Nirma menggunakan celana dalam merah muda dengan sebuah gundukan yang berada dibaliknya. Sungguh birahiku langsung naik sampai ubun-ubun, hingga aku tak kuasa menahannya dan Penisku pun langsung berdiri dengan tegaknya.

Aku selalu mencari pusat perhatian agar aku bisa dekat bu Nirma. Aku selalu menjadi murid yang cerdas ketika pelajaran bu Nirma, hingga akhirnya bu Nirma pun memuji kepandaianku. Pujianku bu Nirma membuat hatiku sangat senang sekali. Langkah pertamaku pun berhasil, dan tinggal melakukan langkah selanjutnya dengan pedekate dengan bu Nirma, namun aku masih bingung gimana caranya. Hingga akhirnya suatu saat ketika aku pulang sekolah dan ingin maen kerumah bu Nirma, saat aku sedang menunggu angkot tak kusangka, ternyata bu Nirma juga tengah menunggu angkot.

“Eh, San, mo krumah ibu? ya sudah bareng saja”, aku senang sekali aku bisa pergi sama bu Nirma. Aku duduk bersebelahan bu Nirma di kursi depan angkot. Ooh, pahaku bersentuhan dengan pahanya yang mulus, aku takut ketahuan kalau penisku sudah mulai mengeras, maka aku tutupi dengan tasku. Sepanjang perjalanan bu Nirma cerita tentang keluarganya dan terkadang sedikit menanyakan tentang keluargaku. Aku berbohong bahwa aku sudah lama tidak mendapat kasih sayang seorang ibu, karena aku hidup terpisah, lalu aku bilang senang karena aku merasa bisa mendapatkan kenyamanan jika berbicara dan ngobrol dengan bu Nirma, rasanya bu Nirma sudah kuanggap ibu sendiri. Bu Nirma terharu dan Memegang tanganku!! Kata beliau, beliau senang mendengarnya lagian menurutnya aku anak yang baik. Dalam benakku, ya, aku memang anak “baik”, yang siap menikmati tubuh ibu. Aduh penisku sampai keluar pelumas saat itu, basah sekali.

20 menit kemudian, sampailah kami di rumah beliau. Ternyata dugaanku benar, tidak ada seorangpun di rumah beliau. Aku dipersilahkan duduk di ruang tamu. Bu Nirma bilang tunggu sebentar untuk ganti baju. Ganti baju??! dalam benakku aduh ingin sekali aku mengintip beliau ganti baju. Aku deg-degan, mataku mengarah kemana bu Nirma pergi. Beberapa menit bu Nirma keluar. Masih memakai baju gurnya sambil membawa buku. Yah, ternyata hari itu belum waktunya untukku, tapi ini adalah awal dari pengalaman yang sebenarnya.

Sejak itu aku jadi sering ke rmah bu Nirma dan kenal dengan keluarganya. Akhirnya puncak pegalaman ini, saat aku pura-pura menangis sedih frustasi akibat ayahku mau menikah lagi dan aku tidak setuju, karena itu ayahku mengusirku dan tidak boleh pulang ke rumah. Tentu saja ceritanya aku karang sendiri. Bu Nirma sangat bersimpati padaku, saat aku cerita panjang lebar di rumahnya tidak ada siapa-siapa, bu Nirma saat itu memakai daster dan tanpa make-up duduk disebelaku sambil memegang pundakku. Aku menangis pura-pura, bu Nirma menenangkan ku dengan memelukku.

Mmh, aku menyentuh pinggiran payudara bu Nirma. Akhirnya aku mencium aroma tubuhnya. Aku mempererat pelukanku dan kepalaku aku sandarkan di leher bu Nirma. aku bisa menghirup aroma lehernya. Bu Nirma memelukku erat pula. Secara nekat kuberanikan diriku untuk mencium pipi bu Nirma secara lembut. Dan bilang kalau aku minta maaf tapi aku merasa cuma bisa tenang jika dekat ibu Nirma. Bu Nirma bilang tidak apa-apa. Aku pun memberanikan mencium pipinya lagi, tapi kali ini lebih dekat ke pinggiran bibir, cukup lama kutempelkan bibirku di pinggiran bibirnya. Bu Nirma diam saja sambil terus memelukku dan mengelus-elus punggunggu sambil menenangkan. Apakah bu Nirma terasa bahwa penisku yang sudah menegang kutempelkan di pahanya.

Ku coba menggesek-gesekkan perlahan penisku ke paha bu Nirma. Bu Nirma tahu. Namun beliau diam saja. Aku pegang pipi beliau, tentunya air mataku masih mengalir, sambil aku lekatkan bibirku dengan bibirnya sambil berkata “Ibu…”, bibir bu Nirma tidak terbuka, beliau tetap diam, walaupun bibirku bergerak-gerak mencium bibirnya. Berbarengan dengan itu, aku tekan dan gesekkan terus penisku yang sudah basah ke paha bu Nirma. Kami berdua duduk di sofa. Bu Nirma tahu aku sedang apa dan beliau diam saja, mebiarkan ku beronani dengan menggunakan paha dan bibirnya sebagai media masturbasiku. Aku gesek-gesekkan terus dan terus, bu Nirma tampaknya memejamkan mata dan tidak berkata apa-apa. OOh pembaca, wajahnya aku ciumi, nafasnya aku hirup, dan pahanya yang besar dan lembut aku tekan-telan dengan penis, gesek terus.. Ooh..terus… Dan akhirnya ouuhh.. Cepat sekali aku ejakulasi.

Aku pun lemas sambil memeluk ibu Nirma yang hampir posisinya setengah tertidur di sofa akibat aku tekan terus. Bu Nirma pelan-pelan bilang, “udah..? hm?”, kata bu Nirma pelan dan terdengar sayang sekali denganku. Aku minta maaf sekali lagi dan bu Nirma bilang ia mengerti.

Tentunya setelah kejadian itu, aku semakin dekat dengan ibu, sampai detik ini.. Suaminya dan teman-temanku tidak tahu hubungan kami. Walaupun aku belum sampai berhubungan seks dengan bu Nirma, namun bu Nirma selalu tahu dan bersedia menjadi media onaniku, dengan syarat pakaian kami masih kami kenakan, bu Nirma hanya menyediakan pahanya dan memperbolehkan aku menindihnya dan menekan-nekan penisku ke paha dekat selangkangannya sampai aku dapat klimaks. Maka itu, aku selalu membawa celana dalam cadangan saat aku bilang ke bu Nirma kalau aku ingin ke rumah ibu Nirma. Bu Nirma, Sandi sayang sama ibu. Biarlah Sandi tidak berhubungan seks dengan ibu tapi adanya ibu cukup membuat Sandi bahagia. Bisa klimaks di atas tubuh ibu dan mencium bibir ibu. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016.

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *