Cerita Seks Terupdate Nafsu Ibu Aning Tak Beraturan

Posted on
Obat Perangsang Wanita
Cerita Seks Terupdate Nafsu Ibu Aning Tak Beraturan – Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Seks Terbaru 2017 Kepuasan Ponakanku Tanpa Memperawaninya Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Semua
artikel dan gambar yang disajikan bersumber pada pencarian Google.
Bacalah menggunakan perasaan agar ceritanya lebih bermakna. Gambar yang
di tampilkan hanya ilustrasi saja agar pembaca bisa membayangan
perempuan yang ada pada cerita sex bergambar di bawah ini. Perkenalkan namaku Bento pasti nama itu nama samaranku aku dikatakan seperti itu karena aku gila akan sex dan bisa melelehkan memek wanita dengan penisku yang lumayan besar dan kuat saat diranjang, kadang pula aku saat nonton bokep sering onani dan membayangkan sedang memasukkan penis ke dalam memek cewek. Aku sering nonton BF dan diiringi meremas-remas penis sampai aku tegang dan keluar sperma. Ini biasanya aku lakukan sampai tiga kali dalam satu kali nonton BF.

Cerita Dewasa IGO Terpopuler 2017 Nafsu Ibu Aning Tak Beraturan
Cerita, Seks, Terupdate, Nafsu, Ibu, Aning, Tak, Beraturan, cerita sex terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita, kumpulan cerita mesum bergambar, galeri cerita mesum, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Bercerita Sex – Aku suka susu cewek yang besar dan kenyal. Aku paling suka kalau bermain sex dengan posisi aku di bawah dan cewek yang memainkan vaginanya di atas tubuhku sambil melihat pantat besar dan mulus yang naik turun dan bergoyang.

Cerita ini bermula dari kecelakaan kecil yang menimpaku. Seperti biasa, sore hari aku menyempati jalan-jalan dengan motor kesayanganku, dengan memakai jeans dan jaket kesayanganku, dengan kecepatan yang tidak begitu cepat. Aku lihat ke kanan dan ke kiri, tiba tiba ada motordari belakang dengan kecepatan tinggi menyerempetku.

Sekilas aku kaget dan berusaha minggir, tapi sial aku malah jatuh karena tepi jalan itu ada batu batu kecil yang menyebabkan ban motorku tergelincir dan akhirnya aku tertimpa motor dan yang menyerempetku tadi langsung tancapgas (kabur)! Setelah itu aku berusaha bangun dengan pertolongan orang orang di sekitar situ.

Aku terluka di bagian kaki (paha atas, lengan atas dan dada), sebenarnya luka ini tidak begitu serius bagiku, tapi aku kagum sekali dengan pertolongan orang-orang di sekitar situ yang penuh simpatik.

Setelah beberapa detik kejadian itu, aku langsung dibawa ke dalam sebuah rumah dekat kejadian. Ya, seperti biasa menghindari campur tangan polisi. Setelah aku dimasukkan di dalam sebuah rumah dan motorku di depan rumah itu, aku disuruh duduk oleh seorang cewek yang ternyata pemilik rumah itu.

“Adik duduk aja di sini, biar ibu ambilin obat ya…” kata cewek itu dan segera masuk ke dalam kamarnya yang letaknya di depanku. Perkiraanku cewek ini umurnya sekitar 36, meskipun umurnya ya… cukup tua sih.

Tapi cewek ini bodinya oke sekali deh, tingginya sekitar 165 cm susu yang montok berukuran sekitar 36B dan masih terangkat dengan menggunakan kaos yang longgar dan pantat yang besar sekali karena pada waktu itu dia pakai rok pendek sampai lutut dan kelihatan betis yang mulus dengan ditumbuhi rambut halus.

Aku sempat berkhayal untuk memegang pantatnya yang besar sekali, kuremas-remas sambil memasukkan jariku ke lubangkenikmatannya.

Setelah beberapa menit dia mencari obat merah di kamarnya, dia memanggil anaknya, “Sri.. Sri…ambilin minum tuh… buat Mas-nya!” ternyata dia punya anak perempuan yang namanya Sri, umurnya sekitar 17 tahun. Setelah berhasil menemukan obat merah, lalu menghampiriku,

“Wah… ini lukanya parah sekali Dik…” sambil membuka tutup obat merah.

“Ah.. nggak kok Bu… biasa aja kok,” kataku sambil memperhatikan susunya yang montok tergelantung itu.

“Nama Adik siapa?” tanya ibu itu sambil meneteskan obat merah di lengan atasku.

“Bento Bu, aduh pedih sekali… pelan-pelan Bu…!”

“Maaf ya… Dik Bento, oh ya nama ibu Aning,” katanya sambil meneteskan ulang obat itu di lengan atasku.

Dan tidak disengaja susu Aning itu menyenggol sikuku.”Oh… maaf Bu… tidak sengaja,” tanyaku sambil melihat susu Aning yang membuat penisku agak tegang.

Dia hanya tersenyum dan tertawa kecil.

“Lho… Dik Bento yang kena yang mana lagi, kelihatannya celana kamu sobek tuh…” katanya sambil memegang celanaku yang sobek itu.

“Ya… Bu itu di bagian paha atas dan di dada ini,” sambil membuka sedikit kaos yang kupakai.

“Yang ini harus diobati loh, entar kalau tidak cepet diobati berbahaya, kaki kamu bisa di luruskan nggak?” kata Bu Aning.

“Agak linu Bu… karena bagian paha sih…” kataku sambil mencari kesempatan melihat susu.
Pada waktu itu tepat dudukku tidak memungkinkan aku meluruskan kakiku.

“Ya… sudah ke kamar Ibu dulu situ berbaring biar kakimu bisa diluruskan,” kata Bu Aning sambil membantuku berdiri dan berjalan.

“Ya… Bu… tapi…?” tanyaku ragu.

Nanti disangka macam-macam, tapi memang niatku untuk berusaha nge-sex sama Bu Aning yang montok itu.

“Tapi apa, oh… kamu malu ya… nyantai aja kamu kan teluka dan perlu pengobatan, sudah masuk ayo Ibu bantu!” sambil melingkarkan tangan kanan di pundak Bu Aning aku berjalan.

Dan tidak disengaja waktu berjalan, jari-jariku menyentuh permukaan susu montok Bu Aning tapi aku tidak merubahnya, malah kugesek-gesekkan dengan pelan-pelan agar tidak ketahuan kalau disengaja, terasa puting susu Bu Aning yang kenyal menyebabkan penisku tegang. Dan sampailah di tempat tidur Bu Aning.

“Sudah Dik Bento, mana yang luka lagi?” sambil duduk di sampingku dan membelakangiku sementara aku terlentang, otomatis tanganku menempel di paha mulus Bu Aning.

“Di dada sini Bu,” kataku sambil membuka ke atas kaosku agar kelihatan lukanya.

“Ya… sudah dilepas dulu kaosnya, entar kalau kena obat ini kan jadi merah,” katanya basa-basi.
Aku langsung buka kaosku, dan sekarang aku telanjang dada.

“Nah gini kan bisa leluasa mengobati kamu,” sambil mendekat ke dadaku, dan otomatis aku melihat dengan jelas susu Bu Aning tergelantung dan ditutupi oleh BH yang tidak muat menampung besarnya susu Bu Aning dan tanganku makin kurapatkan ke paha dan sekarang sudah di atas paha mulus Bu Aning.

Dan pada waktu Bu Aning meneteskan obat, aku terasa pedih dan dengan refleks tanganku terangkat sehingga menyenggol susu Bu Aning dan rok mini Bu Aning terangkat ke atas, terlihat paha yang mulus itu.

“Maaf ya.. Bu, Bento tidak sengaja kok,” pintaku sambil menurunkan tanganku ke paha Bu Aning yang mulus dan putih itu.

“Ya.. tidak apa-apa kok,” sambil meneruskan meneteskan lagi di bagian dadaku yang luka.

Sekarang dia agak ke atas dan membungkukkan dirinya, otomatis susu yang montok itu dekat sekali dengan wajahku itu. Aku tidak tahu ini disengaja atau tidak, tapi buatku disengaja atau tidak tetap saja membuat penisku makin tegang.

Lama-lama kok posisi Bu Aning makin membungkuk dan sampai suatu saat susunya tersentuh dengan mulutku. Wah, terasa kenyal dan empuk, aku tidak diam saja, aku berusaha pelan-pelan menggeser tanganku yang di paha mulus Bu Aning itu, pelan dan pelan karena aku takut Bu Aning marah karena ulahku ini.

Dengan nafsu yang kutahan, aku gerak-gerakkan tanganku. Waduh.. paha orang ini mulus sekali, batinku sambil merasakan penis yang menegang kepingin lepas dari sangkarnya (CD-ku), dan sampailah aku di pangkal paha Bu Aning itu dan menyentuh CD Bu Aning yang kelihatan memakai CD warna hijau kembang dan kepalaku bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menggesek susu Bu Aning (pelan-pelan), dan sesekali kujilat halus susu montok itu, waktu itu Bu Aning diam saja dan terus mengobati dadaku yang luka tapi nafas Bu Aning tidak bisa disembunyikan, sering dia menarik nafas panjang untuk menahan nafsunya.

“Sudah nihhh… Semua luka kamu di dada sudah diobati, sekarang mana lagi yang terluka?” sambil melihatku dan membiarkan tanganku di pahanya yang mulus itu.”Itu Bu.. di paha atas,” jawabku sambil menunjukkan tempat yang luka.

“Wow… Ya ini harus dibuka Dik Bento, kalau tidak dibuka dimana ibu bisa mengobati apalagi kamu pakai jeans yang ketat.. ya sudah dicopot aja!” jawab Bu Aning sambil melihat dengan dekat luka dari luar celanaku dan sesekali lihat penisku yang sudah tegang dari tadi.

“Bu… bisa bantuin copot celanaku, aku tidak bisa copot sendiri Bu, kan tanganku luka,” alasanku agar Bu Aning bisa lihat penisku dari dekat.

Tiba-tiba Sri datang dengan membawa air putih.

“Bu ini airnya..”

“Ya.. sudah sekarang kamu keluar, e.. jangan lupa tutup pintunya, ibu mau obati Mas Bento dulu!”
Wah ini kesempatanku untuk melampiaskan sex-ku. Setelah itu Bu Aning mulai membuka resleting celanaku dan membuka bagian atas dan aku mengangkat sedikit pinggulku supaya Bu Aning mudah melepas celanaku.

Saat membuka celanaku, posisi Bu Aning membungkuk sehingga mulutnya dekat dengan penisku yang tegang, dan aku sengaja mengangkat pinggul yang lebih tinggi dan tersembullah penisku dan mulut Bu Aning… “Sorry Bu.. tak sengaja,” mulai saat itu penisku mulai tegang sekali karena cara Bu Aning membuka celanaku sangat merangsang penisku.

Sambil sedikit menungging dan menggerakkan sedikit pantat yang besar itu, Bu Aning melepas celana jeans-ku (apa ini usaha Bu Aning untuk merangsang nafsuku), dan akhirnya aku sekarang tinggal pakai CD.

Dan mulailah Bu Aning mengobati paha atasku dengan posisi nungging membelakangiku dan sedikit siku tangannya menyentuh penis yang sudah tegang. Sesekali BuAning melihat penisku dan menggesek-gesekkan sikunya di penisku itu.

Dengan melihat gelagat Bu Aning ini yang memberi peluang padaku, aku tidak diam aja. Dengan melihat pantat yang besar menghadap kepadaku, tanganku mulai sedikit meremas-remas dan mengelus betis lalu menuju ke atas paha yang mulus dan akhirnya aku sampai ke paling atas (pantat mulus Bu Aning) dan aku nekat mengangkat rok mini Bu Aning ke atas sehingga sekarang terlihat pantat Bu Aning yang mulusitu dengan ditutupi CD yang menyelepit di belahan pantat.

Aku mulai mengelus-elus, dan sesekali menarik CD Bu Aning dan ternyata sudah basah dari tadi.Lalu aku memainkan jariku di permukaan vagina yang tertutup CD itu, Bu Aning mungkin sudah tahu gelagatku itu sehingga dia merenggangkan kedua pahanya, jadi sekarang terlihat jelas CD Bu Aning yang basah.

Sekarang aku memberanikan diri untuk melihat secara langsung vagina Bu Aning yang kelihatan sudah tidak sabar untuk dimasuki rudalku yang sudah tegak berdiri. Akumulai menggeser CD Bu Aning ke kiri dan kelihatan dengan jelas vagina Bu Aning yang sudah memerah itu.

Lalu aku perlahan-lahan menggesek-gesekkan jariku di permukaan vagina Bu Aning dan dengan reaksi itu nafas Bu Aning mulai tak beraturan,

“Eeehhh… ahhh… ohhh hemmm..” dan sekarang aku memasukkan jari tengahku ke lubang kenikmatan Bu Aning dengan pasti dan kukocok dan terus kukocok dengan pelan-pelan dan lama-lama semakin cepat dan…

“Ah.. oh yes te… rus… please… ah… ohe.. lebih dalam.. Jook… ” Bu Aning mulai membuang obat merah itu dan sekarang tidak mengobati lukaku lagi malah sekarang dia sudah mulai mengocok dan meremas dengan kuat penisku.

Aku kurang puas dengan posisi ini, aku mulai mengangkat salah satu kaki Bu Aning ke sampingku dan sekarang posisi 69 yang kudapat, dan vagina Bu Aning tepat di depan mulutku. Aku mulai menjilat klitorisnya, dan kusedot kecil dan kupermainkan pinggir vagina Bu Aning dengan lidahku yang indah itu.

“Oh.. ya… enak sekali hisapanmu Jok… Oh aughhh ahhh yes… terus!” dan aku mulai memasukkan lidahku ke dalam lubang yang basah itu dan terasa asin tapi gurih.

“Oh… ah… terus… kont*l kamu tegang sekali Bento…”

“Ya.. Bu jilat… jilat dong..!”

Tanpa banyak kata Bu Aning terus melumat habis penisku.

“Oh… ya… ya… terus yang keras lagi…!”

Bu Aning memang lihai dalam hal oral, tidak satu bagian pun dari penisku yang terlewatkan dari lidah birahi Bu Aning. Telur penisku terlahap juga dengan mulut binalnya. Bu Aning tidak puas sampai di situ, sekarang dia mengangkat pantatku lebih tunggi dan kelihatan jelas lubang anusku dan sekarang mempermainkan lidahnya di lubang anusku.

Oh, terasa geli bercampur nikmat sampai ujung rambut, pada waktu itu juga Bu Aning tidak kuat menahan nikmat yang dia rasakan, dan aku tahu kalau Bu Aning mau orgasme yang pertama kalinya, aku mempercepat gerakan lidahku diklitorisnya, dan mempercepat kocokkan jariku di vaginanya dan akhirnya… “Jo… ah ye.. yea.. aku tidak tahan Jok.. a.. ku.. ke.. luaaar…” dan “Serr… serrr..” terasa semprotan kuat dari vagina Bu Aning kena jariku.

Cairan putih kental yang keluar dari vagina Bu Aning kusedot habis sampai bersih cairan kenikmatan Bu Aning tersebut. Dia sekarang tergeletak lemas di sampingku.

“Bu Aning masih kuat? Apa cukup saja Bu?” tanyaku disamping memelintir puting susunya yangkuharapkan sex Bu Aning kembali lagi dan terangsang.

“Ah.. kamu jantan sekali Jok! Aku tidak nyangka kamu kuat sekali, kamu belum keluar?” tanya Bu Aning sambil mengocok halus kemaluanku yang masih tegang itu.

“Belum Bu! mau lagi atau…”

Belum aku berhenti ngomong Bu Aning mulai memasukkan penisku ke mulutnya dan dijilat, disedot dan dikocok, sedangkan aku di pinggir tempat tidur dan Bu Aning di atas tempat tidur denganposisi nungging, dan aku tetap meremas-remas dan sesekali kupelintir-pelintir puting Bu Aning itu.

“Aah… terus Bu…! lebih dalam Bu…! yes hemmm Aah… sessttt aahh…”

“Jok… masukin aja ya… aku pingin ngerasain penis kamu ini,”

Lalu aku memutarkan tubuh Bu Aning dengan posisi nungging dan aku mulai mengarahkan penisku ke lubang Bu Aning tapi aku tidak langsung memasukkan penisku, kugesek-gesek dulu ke permukaan vagina Bu Aning.

“Ah.. ya… masukkan Jok.. cepet aku tidak tahan nih… oh… ce… pet!”

Aku langsung memasukkan ke lubang Bu Aning.

“Blesss… sleppp…”

“Ah… ye…” erang Bu Aning menerima serangan batang kemaluanku.Aku mulai memajukan dan memundurkan penisku dengan pelan tapi pasti dan sekarang aku tambah frekuensi kecepatan kocokanku.

“Ah… ya.. penis kamu.. hebat Jok.. keras, te.. rus.. oh.. ssst… ah…”

Aku semakin terangsang dengan erangan Bu Aning yang menggeliat-liat seperti cacing kebakar. Aku angkat kaki kanannya untuk mempermudah jelajah penisku untuk sampai ke rahimnya dan makin mempercepat kocokanku.

“Oh ya.. aughhh.. ssttt teruss.. jangan ber.. henti.. ah… ke.. rass.. Bento.. hebat…”

Dan akhirnya,

“Jok… lebih cepet…! aku mau ke.. luar.. aku.. tidak… oh.. ye.. tahan… la.. gi.. ah… oh shhh…”
Dan akhirnya dia menyemprotkan cairan kenikmatannya, “Serr.. serr…” terasa ujung penisku disemprot dengan cairan hangat yang kental. Sekarang Bu Aning tergulai lemas di hadapanku. Aku memperhatikan tubuh Bu Aning yang montok dengan susu yang besar, dengan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.

Aku tetap mengocok sendiri penisku biar tetap tegang, dan aku mulai tidak kuat, mungkin ini waktunya aku untuk mengakhiri permainan sex-ku.

“Bu… permisi, aku mau mengakhiri tugasku ini…”

Dengan mengangkat tubuh Bu Aning ke pinggir tempat tidur, dan membuka lebar-lebar paha Bu Aning sehingga terpampang vagina Bu Aning yang masih basah dengan cairan kenikmatannya, aku mulai memasukkan penis dan mengocoknya.

“Ah.. kau nakal ya.. Jok.. aughhh hemmm.. terus Jok…”

Aku dengan semangat “45” kukocok habis vagina Bu Aning dengan menggesek-gesek klitorisnya dengan jari jempolku untuk mempercepat dia untuk orgasme ketiga kalinya, dan…

“Bu… aku mau ke… luar.. ah.. ye… di.. mana.. ini… dalam atau di luar… oh ye!” sambil mempercepat kocokan jari dan penisku.

“Ya.. aku juga Bento… uh.. uh.. hemm… sstt.. kita.. barengan di dalam.. oh ye..” Bacaan sex top: Cerita Seks Terupdate 2017 Tanteku yang Lama Tak Disentuh Suami

Bu Aning tidak kuat lagi ngomong kecuali merem-melek tahan nafsu, dan akhirnya aku keluar di dalam vagina Bu Aning, “Crottt.. crottt…” sampai lima kali semprotan dan dibarengi dengan erangan dan getaran tubuh Bu Aning, “Oh… yak.. yes… hemmm…” Lalu kucabut penisku dan kupukul-pukulkan di permukaan vagina Bu Aning dengan reaksi Bu Aning mengangkat tubuhnya akibat vaginanya kupukul dengan penisku.

“Bu Aning hebat sekali deh, makasih ya Bu…”

“Kamu juga hebat banget Bento.. Ibu sampai kualahan menghadapi kont*l kamu yang tegap ini. Wah… kont*l kamu ini harus dibersihkan dulu ya…”

Dia langsung mengarahkan penisku ke mulutnya dan dilahap langsung dan dikocok-kocok habis.
“Wow… oh… ye.. teruus.. yesss… sseessttt ahh ya…”

Ini membuatku tegang lagi, dan Bu Aning tak henti-hentinya mengocok dan mengulum penisku yang tegang sekali.

“Bu… stop.. augghhhh he… stooop aku.. tak.. tahan..”

Dan…

“Croot… croottt…”

Kukeluarkan spermaku untuk kedua kalinya di wajah Bu Aning, dan aku tergeletak lemas di atas susu Bu Aning.

“Nah.. sekarang kan Bu Aning tidak kalah banget toh.. ya.. dua-tiga lah…!”

“Makasih ya.. Jok… kamu hebat dalam permainan sex, kapan-kapan kita lagi ya.. sudah kamu tidur dulu deh!”

Lalu aku tertidur sampai malam, dan sebelum aku pulang ke kost-ku, sempat Bu Aning minta untuk oral sekali lagi.

Itulah salah satu pengalamanku tentang sex. Bagi para cewek-cewek yang membutuhkan penyaluran sex yang aman dari penyakit apapun, aku siap melayani anda (oral, konvesional dan unkonvesional, dan lain-lain).

Anda tidak akan rugi dengan sex yang yang aman dariku, hubungi aku di e-mailku, pasti kubalas. Yang jelas ya, yang pasti harus cewek tulen. Sampai jumpa dengan pengalaman sex yang paling aman dari penyakit apapun dariku. See you! – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *