Cerita Seks Terpopuler Nikmatnya Sex In Taxy

Cerita Seks Terpopuler Nikmatnya Sex In Taxy Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Dewasa IGO Nisa Pemuas Birahi Nafsu Kami Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Nama Saya Boni, saya adalah seorang remaja yang baru berusia sekitar 20 tahun. Saya lulus dari sebuah SMA di Magelang dan saya tinggal di sebuah desa kecil di sebelah utara kota Magelang, sebuah desa yang sepi karena letaknya yang jauh dari pusat kota. Bulek Darti sendiri adalah seorang tetangga saya yang bertempat tinggal tepat di belakang rumahku. Wanita ini berusia sekitar 39 tahun dan sudah mempunyai suami serta 2 orang anak, yang satu masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar dan yang satunya lagi sudah menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama. Suami Bulek Darti bekerja sebagai penjaga sekolah di sebuah sekolah negeri di kota. Tubuh Bulek Darti ini sebenarnya tidak sexy ataupun menarik bagi Pria lain.

Cerita Seks Terpopuler Nikmatnya Sex In Taxy 
Cerita, Seks, Terpopuler, Nikmatnya, Sex, In, Taxy , cerita ml, cerita bercinta, cerita seks, cerita mesum, cerita dewasa, cerita panas, cerita ngentot, cerita semi, cerita ngewe


Bercerita Sex -Tapi entah mengapa aku ingin sekali menikmati tubuhnya. Bulek Darti ini hanyalah seorang wanita Desa istri seorang penjaga sekolah dan seorang IRT ( ibu rumah tangga ) yang selalu direpotkan oleh urusan-urusan keluarga sehingga tidak sempat untuk melakukan perawatan tubuh. Tentu para pembaca sekalian dapat membayangkan bagaimana tubuh Bulek Darti itu. Bentuk tubuh Bulek Darti ini layaknya seperti IRT lainya, tubuhnya agak sedikit gemuk berperut buncit dan tetapi tubuhnya masih kencang. Tinggi tubuh perempuan beranak 2 itu sekitar 155 cm dan berat tubuh 55 kg, Anda dapat membayangkan sendiri bagaimana bentuk tubuhnya dengan ukuran seperti itu.

Mengenai nafsu dan gairahku terhadap Bulek Darti bukan terbentuk dalam waktu yang singkat, tetapi nafsu dan gairah itu dapat dibilang mulai terbentuk semenjak saya masih berusia sekitar 15 tahun dan masih menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama. Pada waktu itu saya sering kali bermain-main dan mandi di sungai yang berada di dekat kampungku, dan di saat-saat saya bermain dan mandi di sungai itulah acap kali saya melihat Bulek Darti bertelanjang diri mencuci dan mandi di sungai tersebut. Dan tidak jarang pula sembari mengintip Dia mandi saya melakukan Onani karena tidak tahan melihatnya telanjang tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.

Singkat cerita setelah menginjak bangku SMA saya pun tidak pernah lagi pergi ke sungai itu baik untuk sekedar bermain atau pun mandi. Lagi pula saya harus bersekolah, letak sekolahku sangatlah jauh dari tempat tinggalku, sehingga saya terpaksa harus kos selama kurang lebih 3 tahun dalam masa pendidikanku di SMA dan saya jarang sekali pulang ke rumah. Baru sekitar pertengahan tahun 2008 silam saya lulus dari bangku SMA dan kembali ke rumahku di kampung. Dan setelah lulus dari SMA saya pun masih harus menganggur karena tahun ini saya tidak sukses dalam ujian masuk PTN (SPMB). Terpaksa saya harus mencoba lagi di tahun mendatang untuk dapat diterima di PTN.

Selama menganggur saya seringkali luntang lantung sendiri karena tidak punya pekerjaan dan apalagi teman-temanku semasa kecil dulu ternyata kebanyakan sudah menempuh studi di perguruan tinggi di kota dan sebagian lagi sudah bekerja dan jarang sekali pulang, sehingga kondisi perkampunganku acapkali terlihat sepi akan para remaja. Yang banyak terlihat pastilah hanyalah bapak-bapak atau ibu-ibu dan beberapa anak yang masih kecil. Di hari-hari itulah saya kembali sering pergi ke sungai dimana saya selalu bermain dan mandi sewaktu saya masih kecil dulu.
Suatu ketika pada saat saya sedang pergi memancing di sungai, tanpa sengaja mat saya menatap beberapa perempuan yang sedang mandi dan mencuci di sungai itu dan di antaranya ternyata adalah Bulek Darti. Ketika itu body Bulek Darti tampak sudah sangat berbeda dengan yang pernah saya lihat dahulu saat saya masih kecil. Sekarang tubuhnya tampak lebih gemuk dan pantatnya pun tampak lebih besar dan perutnya tampak agak sedikit membuncit karena kegemukan.

Pada awal saya melihat body tubuh perempuan berusia 39 tahun itu sedang mencuci, saya tidak tertarik sama sekali karena Dia terlihat tidak sexi dan tidak menggairahkan bagiku hingga saya meneruskan niat saya untuk memancing ikan pada hari itu. Setelah beberapa saat berlalu, tanpa sengaja mata saya tertuju lagi pada Bulek Darti yang mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya. Penisku begitu kerasnya menegang saat melihat Dia melepas celana dalam hitamnya.

Dia tampak kesulitan melepaskan celana dalam yang ketat itu karena saking besarnya ukuran pantatnya. Sesaat kemudian Dia mulai membasahi tubuhnya dengan air. Gairah sexku serasa tidak tertahankan lagi waktu melihat Bulek Darti yang telah bertelanjang bulat dan telah basah oleh air itu mulai menggosokkan sabun ke tubuhnya. Perempuan yang sudah bersuami itu menggosok-gosok tubuhnya dan beberapa kali meremas susu dan menggosok pantatnya dengan sabun. Ingin sekali saya turun mendekati dan mengajaknya untuk bersetubuh di waktu dan tempat itu. Tetapi masih ada beberapa perempuan lain di sana.

saya masih memikirkan resiko yang sangat besar yang dapat saya terima jika saja Dia tidak mau melakukan hubungan tubuh denganku, atau suaminya mengetahui tindakan kami, dan bagaimana tindakan orang kampung jika sampai mengetahui perzinahan kami sehingga saya pun memutuskan menahan gairah yang sangat kuat itu. Kemudian saya bergegas pulang dan tidak meneruskan niat saya memancing pada hari itu.

Saat tiba di rumah, pikiranku masih saja terganggu oleh bayangan Bulek Darti. Tubuhnya.., celana dalam hitamnya.., pantatnya.., payudaranya.. Pikiran itu terus saja menggangguku. Setelah berpikir beberapa saat akhirnya saya memiliki ide untuk dapat bersetubuh dengan tetangg saya itu dan akhirnya saya memutuskan untuk mulai menggaet Bulek Darti agar mau melakukan hubungan suami istri denganku.

Mulai saat itulah saya acapkali bermain-main ke rumah Bulek Darti saat suami dan anak-anaknya tidak berada di rumah. Dan tidak jarang pula saya bercanda dan menggodanya. Dan hubungan yang menarik pun tampaknya mulai terbentuk di antara saya dan ibu berusia 39 tahun itu. Tampak sekali bahwa Dia juga menaruh gairah terhadapku.

Suatu ketika pada saat Bulek Darti sedang menyetrika pakaian di ruang tamunya, dengan memberanikan diri saya berusaha mengungkapkan maksud, gairah, dan keinginanku kepada tetangg saya itu. Dan ternyata keinginan, nafsu, dan gairahku tidak bertepuk sebelah tangan. Ternyata perempuan itu juga memiliki rasa ketertarikan yang sama terhadapku. Setelah tampak jelas bahwa di antara kami berdua memang saling menaruh ketertarikan, akhirnya saya menjelaskan kepadanya bahwa kami tidak mungkin melakukan hubungan suami istri dan perzinahan itu di rumahnya ataupun di rumahku. saya pun memaparkan padanya bahwa kami hanya bisa melakukannya di tempat lain misalnya saja di hotel murahan di kota.
Hal itu dimaksudkan agar suami dan anak-anaknya atau pun tetangga tidak mengetahui perbuatan kami. Setelah Dia setuju akhirnya kami pun memutuskan waktu dan tempat yang pas untuk melaksanakan nDiat tersebut.

Suatu sore tepat pada waktu yang kami sepakati saya pergi ke kota untuk menyewa sebuah taksi yang akan mengantarkan kami ke hotel yang kami maksud. Selama beberapa saat bernegosiasi dengan sopir taksi, akhirnya tercipta kesepakatan dan sopir pun mau mengantar kami. Setelah saya masuk ke dalam mobil, sopir mulai menjalankan mobilnya menuju tempat dimana Bulek Darti sedang menunggu, yaitu di sebuah taman di pinggiran kota.

Sekitar maghrib akhirnya kami tiba di sebuah taman di pinggiran kota tempat Bulek Darti sedang menunggu. Kemudian saya meminta sopir agar memperlambat laju mobilnya. Setelah beberapa saat terlihat seorang perempuan berpakaian rok terusan sedang berdiri di seberang jalan dan tampak melihat ke arah mobil kami. Dan saya meminta sopir untuk menghentikan laju mobilnya. Setelah itu saya keluar dan menghampiri Bulek Darti, menggandeng tangan dan mempersilakannya masuk ke dalam taksi. Setelah kami berdua masuk ke dalam mobil saya meminta sopir untuk menjalankan mobilnya ke arah hotel yang kami maksudkan. Dan dengan perlahan-lahan mobil melaju ke arah kota tempat hotel yang kami maksudkan berada.

Beberapa saat di dalam mobil, saya dan Bulek Darti tampak k saya karena di antara kami sendiri belum pernah bercinta sama sekali dan hubungan spesDial kami masih baru saja dimulai. Kemudian saya memulai perbincangan dan dengan diselingi oleh canda dan guyonanku, akhirnya kami berdua dapat saling berinteraksi dengan baik bahkan lama-lama pembicaraan kami pun berlanjut ke arah yang jorok-jorok dan tampaknya Bulek Darti tidak berkeberatan dengan hal itu dan Dia tampak begitu bergairah.

Beberapa menit berlalu saya mulai menciumnya. Pertama kali Dia tampak terkejut melihatku berani menciumnya. Sedetik kemudian saya mulai mendekatkan wajahku ke arah wajahnya dan mulai mencium dan mencumbu leher perempuan 39 tahun itu. Pada awalnya Dia menahan tubuhku dengan kedua tangannya seolah Dia tidak ingin saya melakukan hal itu. Tetapi saya terus saja berusaha mendekatkan wajahku ke arah lehernya untuk mencumbunya. Baru setelah beberapa lama akhirnya Bulek Darti tampak pasrah dan membiarkan mencium dan mencumbu lehernya. Nafasnya mulai tampak ngos-ngosan karena gairah sex yang dirasakannya. Dan sesekali Dia mengeluarkan suara-suara desahan yang sangat merangsang dan membuat jantungku semakin berdegub kencang.

Kemudian saya mulai melepas kaos yang saya kenakan. Dan dengan masih bercelana panjang saya kembali mencumbu perempuan beranak tiga itu. Selama bibirku sibuk mencumbu bibir dan leher tetangg saya itu, tangan kananku sibuk memegang pinggang, pantat, dan sesekali meremas susu Bulek Darti yang masih mengenakan pakaian lengkap itu. Beberapa menit kemudian tangan kananku mulai meraba-raba punggungnya dan mencari-cari letak resleting rok terusan yang dikenakan Bulek Darti. Setelah menemukannya, dengan tanpa henti saya terus mencium dan mencumbu perempuan itu sambil saya berusaha menurunkan resletingnya dan kemudian berusaha menyibak sedikit demi sedikit pembungkus tubuh perempuan 39 tahun itu.

Pada akhirnya terlihatlah payudara besar Bulek Darti yang masih terbungkus BH berwarna hitam. Dengan menciumi dan sesekali menggigit-gigit lehernya, tangan kananku meraih tali BH-nya dan mulai menurunkannya ke bawah. Sementara itu tangan kiriku meraih tali BH yang satu lagi dan mulai menurunkannya ke bawah. Di sela-sela cumbuan dan ciuman kami, tangan kananku menyusup masuk ke dalam BH Bulek Darti. Dan setelah mendapati susu besarnya, tangan kananku tak henti-hentinya meremas-remas payudara montoknya.

Belum puas saya melakukan hal itu, saya berpaling ke arah sopir yang tampak sedang sibuk mengendarai mobilnya dan mengatakan kepadanya untuk mengurungkan pergi ke hotel yang kami maksudkan dan minta agar Dia menjalankan mobilnya untuk berkeliling kota saja dan memintanya untuk memperlambat laju mobil serta menjelaskan kepadanya bahwa saya akan menambah bDiaya taksinya. Setelah Dia setuju, saya kembali berpaling ke arah Bulek Darti dan Dia tersenyum ke arahku. Kemudian saya kembali mencumbu perempuan tetangg saya itu.
Beberapa saat kemudian saya mulai melepas celana panjang dan celana dalam yang saya kenakan dan meminta Bulek Darti untuk melepas seluruh pakaian yang dikenakannya. Dan sedetik kemudian kami berdua telah sama-sama telanjang bulat tanpa sehelai kain pun yang melekat di tubuh kami.

Keringat yang membasahi seluruh tubuh Bulek Darti semakin menambah gairah sexku karena tubuh montoknya tampak semakin mengkilat dan menggairahkan. Kemudian saya meminta perempuan bersuami itu untuk mengangkang di atasku dan menghadap ke arahku, sementara itu saya dengan penis yang masih terus menegang dan yang tak hentinya mengeluarkan lelehan cairan bening (air madzi) duduk bersandar di tengah jok belakang. Kemudian saya meminta perempuan dengan tiga anak itu untuk menduduki saya dan membenamkan penisku ke dalam lubang anusnya.

Kenikmatan yang sangat luar biasa saya rasakan saat perlahan-lahan penisku mulai terbenam di dalam lubang anus Bulek Darti. Betapa nikmatnya sex itu, betapa nikmatnya tubuh perempuan yang sudah berusia 39 tahun ini, perempuan yang sudah bersuami, memiliki tiga anak, dan masih tetangg saya ini. Sungguh nikmatnya peristiwa saat itu. Dalam benakku terbayang seandainya saja kenikmatan perzinahan ini tidak pernah berakhir, andaikan saja kami berdua bisa terus bersetubuh tanpa mencapai titik puncak kepuasan. Detik-detik perselingkuhan itu kami rasakan bagaikan di surga, nikmat dan menyenangkan.

Bulek Darti yang telah mengangkang di atasku dan telah membenamkan penisku ke dalam lubang anusnya terus saja menggerakkan pantatnya ke atas dan ke bawah, terus mengocok penisku yang terjepit nikmat di dalam lubang anusnya. Di antara kenikmatan luar biasa yang terus saya rasakan, tanganku tidak henti-hentinya meremas-remas pantat Bulek Darti, mengusap-usap pinggangnya, dan sesekali meremas-remas payudara montoknya. Tidak jarang dengan gerakan pantat Bulek Darti ke atas dan ke bawah itu membuat sesekali penisku yang tegang dan basah itu terlepas keluar dari lubang anusnya hingga saya sesekali harus memperbaiki posisi penisku agar masuk kembali ke dalam lubang anus perempuan montok tetangg saya itu.

Beberapa menit berlalu, saya meminta Bulek Darti untuk mengalihkan gerakan pantatnya. Sesaat kemudian Dia mulai memutar-mutarkan pantatnya terkadang searah jarum jam dan kadang pantatnya juga memutar berlawanan jarum jam. Di antara goyangan-goyangan pantat Bulek Darti yang nikmat itu, dari mulutku sesekali keluar desahan dan rintihan. Suara-suara itu adalah refleksi dari kenikmatan luar biasa yang saya rasakan selama dalam melakukan perzinahan dan perselingkuhan dengan Bulek Darti, perzinahan dan perselingkuhan yang nikmat dengan seorang perempuan yang sudah bersuamikan penjaga sekolah dan sudah memiliki tiga anak, yang bertubuh montok, berpantat dan berpayudara besar.

Selama beberapa menit berlalu, goyangan-goyangan berputar pantat Bulek Darti yang nikmat hampir membuat saya mencapai titik puncak. Buru-buru saya meminta Bulek Darti untuk mengangkat pantatnya agar penisku terlepas dari jepitan lubang anusnya. saya tidak ingin secepat itu mencapai puncak kepuasan dan secepat itu menyudahi hubungan suami istriku dengan Bulek Darti. Kemudian saya berdiam diri sejenak dan mengatur nafasku yang ngos-ngosan. Sementara itu Bulek Darti tampak sibuk membenahi rambutnya yang awut-awutan dan sesekali menyeka keringat yang tampak membasahi seluruh tubuhnya.

Setelah nafasku mulai teratur dan saya tidak lagi merasakan akan memuncratkan pejuh dan mencapai titik puncak, maka saya pun kembali menatap Bulek Darti yang tampak tersenyum ke arahku. Kemudian saya memintanya bersandar di jok taksi bagian belakang dan memintanya untuk agak mengangkangkan kakinya agar lubang surganya dapat jelas terlihat. Dengan duduk bersandar dan agak merosot ke bawah, Bulek Darti mulai membuka agak lebar kedua kakinya hingga terlihatlah rambut-rambut merah kehitaman yang tumbuh lebat di sekitar selangkangannya dan sebagian besar lagi menutupi lubang lubang surganya.

Dengan perlahan saya menunduk dan mendekatkan wajahku ke arah lubang lubang surga Bulek Darti. Dengan perlahan-lahan saya menyibak rambut rambut merah kehitaman itu dan berusaha mencari letak lubang lubang surga Bulek Darti. Setelah tampak olehku lubang lubang surganya, saya mulai menjilatinya dan sesekali memasukkan telunjukku ke dalamnya. Dan tampaknya perempuan 39 tahun itu mulai merasakan kenikmatan. Waktu terus berlalu dan saya tidak henti-hentinya menjilati dan terkadang memasukkan dua hingga empat jariku ke dalam lubang surga Bulek Darti. Di antara desahan dan deru nafasnya yang memburu, sembari dengan mata terpejam perempuan 39 tahun itu tak jarang meremas-remas kedua payudaranya sendiri dan sesekali memelintir dan menarik puting susu nya dengan kedua tangannya. Cerita Seks Dewasa Mertua Abangku Ngajak Aku Ngentot

Melihat tubuhnya yang montok dan tingkah saya yang seperti itu, gairah sexku seperti tidak dapat ditahan lagi. Perlahan-lahan saya berdiri dan mulai mendekap tubuh Bulek Darti dan menidurkannya di jok bagian belakang. Setelah itu Dia mulai membuka matanya dan dengan tampak sangat pasrah Dia hanya mendesah-ndesah saat saya mulai menindihnya dan dengan perlahan-lahan mulai memasukkan penisku yang tegang ke dalam lubang lubang surganya. Tak henti-hentinya saya menjejal-jejalkan penisku ke dalam lubang lubang surga Bulek Darti yang hangat, lembek, lembut dan basah itu.

Beberapa menit kemudian saat saya terus mengocok penisku di dalam jepitan hangat lubang surga Bulek Darti, tiba-tiba saya merasakan akan menyemburkan pejuh sebagai sebuah tanda bahwa saya akan mencapai titik puncak kepuasan. Dan sekali lagi saya tidak ingin secepat itu mencapai titik puncak. saya masih ingin berlama-lama bercumbu dan bersetubuh dengan tetangg saya ini. Dan dengan perlahan-lahan saya menarik penisku keluar dari kehangatan lubang surga Bulek Darti agar saya tidak memuncratkan pejuh secepat itu.

Tetapi terlambat, sesaat setelah penisku tercabut keluar dari lembutnya lubang surga Bulek Darti, saya tidak tahan lagi menahan pejuh saya yang memaksa keluar dari dalam penisku sehingga cairan putih kental pun muncrat dan berceceran di perut dan sebagian lagi ke payudara Bulek Darti. Bulek Darti kemudian mulai mengusap dan meratakan cairan kental itu ke perut dan payudaranya yang montok dan sesekali Dia meremas-remas payudaranya dengan kedua tangannya. Sementara itu saya masih berlutut di atas tubuh Bulek Darti yang sedang tidur telentang dan dengan tangan kanan saya terus mengocok perlahan penisku untuk mengeluarkan sisa-sisa pejuh yang masih tertinggal dan merasakan kenikmatan detik-detik akhir puncak kepuasanku. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *