Cerita Seks Terkini Esek Esek Tiga ABG Binal Diwarnet

Posted on
Nonton Video Bokep JAV
Cerita Seks Terkini Esek Esek Tiga ABG Binal Diwarnet Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Ngentot Hot IGO Pesta Sex Saat Tahun Baru Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Sebelumnya saya akan memberitahu bahwa cerita ini terjadi sebelum saya mengenal lebih dalam soal internet. Hanya luarnya saja. Ketika itu saya masih kursus di sebuah lembaga sebut saja ITK (bukan universitas). Saat itu saya masih belum begitu kenal dengan internet, dan saya masih dalam taraf pemula dan baru sampai dalam soal hardware.

Cerita Seks Terkini Esek Esek Tiga ABG Binal Diwarnet
cerita seks, ceritamesum, cerita semi, cerita dewasa, cerita ngentot, cerita panas


Bercerita Sex Sejak berkenalan dengan seorang teman di ITK saya mulai mengenal apa itu internet. Dan saya suka sekali pergi ke warnet dan hampir tiap hari saya berada di sana. Semakin lama saya suka sekali ber-chatting ria sampai suka lupa waktu dan pulang malam hari.

Pada hari sabtu, saya seperti biasa suka nongkrong di warnet mulai jam 18:00, dan saya langsung mengecek e-mail. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Pada saat itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin.

Pada saat saya membeli minuman (di dalam warnet), saya melihat dua orang gadis yg memasuki warnet. Mereka terlihat basah kuyup karena kehujanan, dan ketika itu mereka mengenakan kaos warna putih dan biru (cewek yg satunya), dan celana pendek. Dari balik kaos putih basah itu saya bisa melihat sebuah BH warna merah muda, juga sepasang payudara montok agak besar.

Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis itu. Semakin lama saya lihat saya tidak bisa konsentrasi, mungkin karena cara duduk mereka yg hanya mengenakan celana pendek itu, sehingga terlihat paha putih mulus dan juga sepasang buah dada dalam BH yg tercetak jelas akibat baju yg basah.

Pada jam 20:00, listrik di warnet itu padam. Para penjaga warnet terlihat sibuk memberitahu bahwa listrik akan segera menyala dan meminta agar netter sabar. Tetapi 30 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan menyala sehingga sebagian netter merasa tidak sabar dan pulang. Sedangkan saya masih di dalam warnet dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak bisa karena di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor.

Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras. Mereka hanya bisa duduk di sofa yg disediakan pihak warnet (sofa yg digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat samar-samar akibat emergency light yg terlampau kecil, mungkin karena sudah malam dan takut tidak bisa pulang.

Melihat kejadian itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi dingin akibat angin yg masuk dari lubang angin di atas pintu. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa. Ternyata mereka enak juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Fara (baju putih) dan Rere (baju biru). Lagi enak-enaknya ngobrol kami dikejutkan oleh seorang cewek yg masuk ke dalam sambil tergesa-gesa.

Dari para penjaga yg saya kenal, cewek tadi adalah pemilik warnet. Saya agak terkejut karena pemilik warnet ini ternyata masih muda sekitar 25 tahun, cantik dan sexy. Cewek tadi menyuruh para penjaga pulang karena listrik tidak akan nyala sampai besok pagi.

Setelah semua penjaga pulang, cewek tadi menghampiri kami.

“Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya..” kata cewek yg punya nama Sella ini. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door.

“Saya bantu Mbak,” kataku.

“Oh, nggak usah repot-repot..” jawabnya. Tapi aku tetap membantunya, kan sudah di beri tempat berteduh. Setelah selesai aku menyisakan satu pintu kecil agar kalau hujan reda aku bisa lihat.

“Ditutup saja Dik, dingin di sini..” kata Sella, dan aku menutup pintu itu. Entah setan mana yg lewat di depanku, otak ini langsung berpikir apa yg akan terjadi jika ada tiga cewek dan satu pria dalam sebuah ruangan yg tertutup tanpa orang lain yg dapat melihat apa yg sedang terjadi di dalam. Aku kembali duduk di sofa sambil berbincang dengan mereka bertiga jadi sekarang ada empat orang yg tidak tahu akan berbuat apa dalam keremangan selain berbicara.

“Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju..” kata Sella.

Aku bertanya dengan nada menyelidik, “Mbak tinggal di sini ya?”

“Iya, eh kalian di atas aja yuk supaya lebih santai, lagian baterai lampu sudah mau habis, ya..” katanya.

Kami bertiga mengikuti Mbak Sella ke atas. Warnet itu terdapat di sebuah ruko berlantai tiga, lantai satu dipakai untuk warnet, lantai dua dipakai untuk gudang dan tempat istirahat penjaga, lantai tiga inilah rumah Sella.

Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yg akan menghentikan kita apabila pintu tidak dibuka, setelah masuk kami tidak merasa berada di sebuah ruko tapi di rumah mewah yg besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Sella bilang dia akan mandi dan menyalakan sebuah notebook agar kami bertiga tidak bosan menunggu dia mandi.

Ternyata notebook itu tidak memiliki game yg bisa membuat kami senang. Tapi aku sempat melihat shortcut bertuliskan 17Thn (ketika itu masih 17tahun.zip), aku menduga ini adalah permainan, ketika kubuka ternyata isinya adalah cerita yg membuat adikku berdiri. Fara dan Rere pun agak malu melihat cerita-cerita itu.

Tapi yg membuat aku tidak tahan adalah mereka tidak memperbolehkan aku menutup program itu dan mereka tetap membaca cerita itu sampai habis. Aku pun hanya bisa terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. Setelah selesai membaca, Fara merapatkan duduknya dan aku bisa merasakan benda kenyal menempel di lengan kananku. Rere pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku.

Sambil mereka melihat cerita yg lain, aku merasakan sakit di dalam celanaku. Aku sudah tidak bisa konsentrasi pada cerita itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Fara membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Rere membuka kaosnya dengan alasan kaosnya basah dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat tubuh mereka, sambil membetulkan posisi adik, aku mengatakan kalau hawanya memang panas dan aku membuka baju juga.

Kini tangan mereka berdua dirangkulkan di tengkukku, aku semakin panas karena lenganku merasa ada dua benda kenyal yg menghimpit tubuhku dari kiri dan kanan. Akhirnya jebol juga iman ini, aku menaruh notebook itu di meja di depanku dan aku menciumi Fara dengan nafsu yg sudah memuncak, Fara pun tak mau kalah sama seranganku, dia membalas dengan liar.

Sedangkan Rere sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Tangan kiriku kulingkarkan pada Rere dan mulai meremas buah dada yg masih tertutup BH itu, sedangkan tangan kananku kulingkarkan di tubuh Fara dan memasukkan ke dalam BH dan meremas buah dadanya. Rere mulai membuka celanaku dan menghisap kontol yg sudah tegang itu.

“Ouhh.. mmhh.. yahh..” aku mulai menikmati jilatan Rere pada kepala kontolku. Fara pun jongkok di depanku dan menjilat telurku. Aku hanya bisa pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Kemudian Sella keluar dari kamar dengan selembar handuk menutupi tubuh, dia menarik meja di depanku supaya ada cukup tempat untuk bermain.

Sella berlutut sambil membuka celana Fara. Setelah celana Fara lepas, dia mulai menghisap memek Fara.

“Ooohh.. Ssshh.. ahh..” Fara mendesah. Tak lama kemudian Fara membalikkan tubuhnya dan sekarang posisi Sella dan Fara menjadi “69”.

Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Rere dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka aku langsung menghisap memek yg sedang merah itu. “Auuhh.. Ooohh.. Sayg..” desahan Rere semakin membuatku bernafsu.

Dengan segera aku mengarahkan kontolku ke memek Rere, dan mulai menusukkan secara perlahan. Rere merasa kesakitan dan mendorong dadaku, aku menghentikan kontolku yg baru masuk kepalanya itu.

Selang agak lama Rere mulai menarik pinggangku agar memasukkan kontol ke memeknya, setelah masuk semua aku menarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali secara perlahan-lahan. “Ahh.. ayo Sayg.. ohh.. cepat..” Aku pun mulai mempercepat gerakanku. Dari tempatku terlihat Fara dan Sella saling menggesek-gesekkan memek mereka.

“Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh..” desahan Rere berubah menjadi teriakan histeris penuh nafsu.

Tak lama kemudian Rere mencapai orgasme, tapi aku terus menusukkan kontol ke arah memek Rere. “Gantian donk, aku juga pingin nih..” kata Fara sambil menciumi bibir Rere. Aku pun menarik kontolku dan mengarahkan ke memek Fara setelah dia telentang. Cerita Seks IGO Terbaru Perkasanya Manager Idaman

Ketika kontolku masuk, memeknya terasa licin sekali dan mudah sekali untuk masuk, rupanya dia telah mengalami orgasme bersama Sella. Tampaklah Rere dan Sella tertidur di lantai sambil berpelukan.

Sedangkan aku terus menggenjot tubuh Fara sampai akhirnya Fara sudah mencapai puncak dan aku merasakan akan ada sesuatu yg akan keluar. “Aahh..” suara yg keluar dari mulutku dan Fara. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya.

Setelah kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Fara dan Rere. Sella sekarang sudah menikah dan tetap tinggal di ruko itu. Sedangkan aku masih sibuk dengan urusan kerja dan tidak pernah ke warnet itu lagi karena sudah ada sambungan internet di rumahku. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *