Cerita Seks Terbaru Gejolak Nafsuku Yang Besar

Posted on
Obat Perangsang Wanita

Cerita Seks Terbaru Gejolak Nafsuku Yang Besar – Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Seks Terbaru Istriku Yang Gila Sex Part II Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Aku terbangun dari tidurku di atas sebuah ranjang ukuran king size. Tubuhku telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Di kedua payudaraku masih tersisa air mani pria yang lengket di kulitku. Di samping kiriku, kulihat Bram juga dalam keadaan bugil sedang tidur tertelungkup. Di kananku, Ronni yang juga bugil tidur dalam posisi miring dengan kaki agak tertekuk.

Cerita Seks Terbaru Gejolak Nafsuku Yang Besar
cerita dewasa, cerita ngentot, cerita mesum, cerita seks, cerita panas


Bercerita Sex – Kudengar suara orang menggerakkan badannya agak jauh. Aku duduk di atas tempat tidurku, dan kulihat Dewi dengan tubuh mulusnya yang telanjang bulat sedang membalikkan badan, dan meneruskan tidurnya. Di sampingnya ada Gagas yang tidur telanjang bulat dalam posisi terlentang, dan mm..ini pemandangan yang menggairahkanku, penisnya dalam posisi tegang mengacung ke atas.

Aku turun dari tempat tidur, dan menuju ke arah Gagas. Tanganku mulai nakal mengocok-ngocok penisnya. Gagas mulai bereaksi, tanpa sadar pinggulnya ikut irama naik-turun. Aku mempercepat kocokan tanganku di penisnya. Gagas terbangun dan tersenyum melihatku.

“Wow, Sus, enak banget kocokan kamu, terus sayang.. oh.. oh,” Gagas berkata padaku sambil mulai terengah-engah.

Aku kemudian bangkit dan menaiki tubuh Gagas. Kuarahkan penisnya yang telah besar dan menegang itu ke vaginaku. Kumasukkan pelan-pelan penisnya ke dalam vaginaku, dan aku mulai bergerak naik turun di atas tubuh Gagas. Nikmatnya memang luar biasa sekali, aku merasakan penis Gagas menusuk-nusuk rahimku. Gagas kini mulai mengimbangiku. Dia pun asyik memainkan pinggulnya, sementara kedua tangannya memegang erat pinggangku. Lidahnya mulai bermain mengisap dan menjilati payudaraku.

“Gas, tetekku ‘kan masih ada bekas pejunya,” aku memperingatkan.
“Ah, cuek,” kata Gagas sambil terus menjilati dan mengisap puting payudaraku.

Lalu dengan kecepatan luar biasa, Gagas membalik tubuh kami berdua tanpa melepaskan penisnya dari vaginaku. Kini Gagas yang diatas, dia yang bergerak aktif memasuk keluarkan penisnya.

“Ah.., ah.., awww.., sstt.., ah..,” mulutku mulai mendesis berulangkali karena rangsangan yang ditimbulkan Gagas.

Sedang asyiknya aku dan Gagas bersenggama, Dewi yang tidur di sebelah kami terbangun. Dia melihat kami sedang asyik bersenggama, lalu ikut bergabung bersama kami. Dewi menyodorkan payudaranya yang luar biasa besar berukuran 38D ke mulut Gagas. Lidah Gagas segera menjilati payudara Dewi dan kemudian mulutnya asyik mengisap puting payudara Dewi berulangkali.

Melihat itu, tanganku mulai nakal. Kususupkan jari telunjuk dan tengah tangan kananku ke vagina Dewi. Aku asyik memainkan jari-jariku ke luar masuk vagina Dewi. Dewi membiarkan saja, malah dia semakin lebar mengangkangkan kedua pahanya, sehingga jari-jariku bisa leluasa keluar masuk vaginanya.

Aku sendiri sudah dua kali mencapai orgasme karena tak kuasa menahan nikmat yang ditimbulkan kocokan penis Gagas di vaginaku. Namun Gagas tampaknya belum lelah, dia masih asyik menyetubuhiku sambil mulutnya mengisap payudara Dewi. Bram yang terbangun melihat kami bertiga di lantai ikut bergabung.

Bram meminta Dewi mengisap penisnya, dan Dewi tak menolaknya. Di sebelahku, Dewi mengisap penis Bram dengan penuh gairah. Tiba-tiba kulihat Ronni juga terbangun. Dia pun bergabung bersama kami. Ronni segera menyodorkan penisnya ke depan mulutku, dan aku segera membuka mulutku dan mengisap penis lelaki yang tadi telah beberapa kali menyetubuhiku.

Kini, kami kembali berpesta orgy sex. Sebelumnya, kami sudah melakukan itu, dan karena lelah, kami semua tertidur. Setelah terbangun, rupanya kami – termasuk aku – masih belum puas, dan sekali lagi melanjutkan pesta orgy sex kami. Nikmatnya memang berbeda dibandingkan hanya bersenggama antara satu pria dan satu wanita saja. Kalau orgy sex rasanya lebih nikmat, karena aku yang wanita bisa merasakan berbagai penis pria dan juga berbagai macam gaya dan posisi seks.

Gagas tiba-tiba mempercepat goyangannya, rupanya dia sudah hampir sampai klimaksnya, dan tak berapa lama kemudian, Gagas menyemprotkan air mani dari penisnya di dalam vaginaku. Ronni mencabut penisnya dari mulutku, dia mengambil tissue, membersihkan vaginaku sekedarnya saja, dan segera memasukkan penisnya yang sudah tegang membesar ke dalam vaginaku.

Kini, Ronni yang menggoyang-goyangkan pinggulnya dan menyetubuhiku. Aku lagi-lagi mencapai orgasmeku, sementara kulihat Bram juga telah mencapai klimaksnya dan menyemprotkan air mani dari penisnya di dalam mulut Dewi. Sebagian air mani itu meleleh keluar mulut Dewi, sementara Dewi masih terus mengisap kuat-kuat penis Bram agar seluruh air mani Bram tertumpah habis dari penisnya. Bram kemudian mencabut penisnya dari mulut Dewi, lalu Dewi menyeka sisa-sisa air mani Bram dengan tangannya dan tangannya yang penuh dengan sisa-sisa air mani Bram disekanya ke payudaranya.

“Biar tetek gue makin asyik kalau sering kena peju cowo,” ujar Dewi bergurau sambil tertawa.

Tapi aku tak sempat memperhatikan lagi kelanjutannya, karena bersamaan aku mencapai orgasmeku yang kesekian kalinya, Ronni juga mencapai klimaksnya dan menyemprotkan air maninya di dalam vaginaku. Namun Ronni dengan sigap mencabut penisnya dari vaginaku, lalu menyodorkannya ke depan mulutku.

“Susi, isep Gasg, sayang,” pintanya.

Aku segera memasukkan penis Ronni ke dalam mulutku dan mengisapnya kuat-kuat. Kurasakan Ronni masih beberapa kali menyemprotkan air maninya yang tersisa di dalam mulutku. Wah, rasanya air mani Ronni banyak sekali sampai meleleh keluar mulutku.

Ya, itulah kisahku berpesta orgy sex. Mulanya Bram, mantan pacarku yang mengajakku ke pesta ulang tahun Dewi pacar barunya. Aku yang memang putus dengan Bram tapi masih berteman baik tak menolak. Ternyata yang terjadi adalah pesta sambil nonton VCD porno Barat dan Mandarin, dan berakhir dengan pesta orgy sex di kamar Dewi.

Aku memang tidak tabu melakukan hubungan seks. Bagiku, asalkan suka sama suka dan sama-sama menginginkannya, kenapa harus ditolak. Aku memang sudah cukup berumur. Walaupun demikian, di atas ranjang, aku tak kalah dengan wanita-wanita muda dalam bermain seks dengan posisi apa pun. Aku kini tinggal di sebuah apartemen di Jakarta Selatan, bersama seorang adik wanitaku, Yanti, yang masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat. Aku sendiri bekerja sebagai asisten direktur sebuah perusahaan periklanan di daerah segitiga emas Kuningan, Jakarta Selatan.

Aku pindah ke Jakarta setelah aku selesai kuliah di Yogyakarta. Sebelumnya, dari SD sampai SLTA, aku tinggal di Solo. Ketika kelas II SMP, aku mengenal seks pertama kali. Pacarku yang saat itu sudah kelas II SMA, mengajakku melihat-lihat majalah porno.

Lama-lama kami berdua mulai terangsang, namun karena masih takut melakukan hubungan seks alias bersenggama, maka pacarku itu – namanya Agus – hanya menjilati vaginaku, sebaliknya aku pun mengisap penisnya sampai Agus klimaks dan keluar air maninya.

Ketika aku di SMA, aku baru mulai berani bersenggama. Pindah ke Yogyakarta, aku kost sekamar dengan Titi. Temanku ini memang cantik dan seksi, dan dengan Titi di Yogyakarta itu aku mengenal berbagai gaya bermain seks. Mulai dari yang biasa, sambil duduk, bersenggama di kamar kecil kampusku, sampai lewat Titi, aku mengenal anal sex.

Titi mengajak aku berkenalan dengan temannya keturunan Arab yang mempunyai penis amat besar. Aku suka-suka saja disetubuhi teman Titi itu, sampai teman Titi – si Arab itu – yang mengajarkan anal sex, dengan memasukkan penisnya ke dalam lubang pantatku. Walaupun sudah pakai krim, mula-mula terasa sakit, tetapi lama-lama aku menyukainya juga.

Ketika pindah ke Jakarta, aku langsung berkenalan dengan pria-pria keren dan merasakan kehangatan mereka menyetubuhiku. Kini, dalam seminggu aku paling sedikit harus bersenggama empat kali, mungkin karena nafsu seksku yang semakin besar saja. Hanya saja, sampai saat ini, adikku Yanti, masih belum tahu petualangan seks yang aku lakukan, dan aku juga tak mau menceritakannya. Apa perlunya? Cuma lama-lama Yanti rupanya tahu sendiri. Mulanya, hari itu aku mengajak dua pria yang kukenal semalam di sebuah diskotek di Jakarta Pusat, untuk mampir di apartemen. Benny dan Hermanto, dua kenalan baruku itu tak menolak. Siang hari sekitar pukul 13.00, keduanya tiba di apartemenku.

Aku menyambut keduanya dengan hangat. Kami asyik berbincang-bincang mengenai bisnis kami di bidang periklanan. Kebetulan keduanya juga bergerak di bidang periklanan. Sampai suatu saat Benny mengatakan bahwa minggu lalu dia baru kenalan dengan gadis cantik calon model iklan di perusahaannya. Tadi Benny hanya iseng-iseng saja menggoda Nindya, gadis model itu. Namun rupanya Nindya juga senang digoda. Di kamar kerjanya, setelah menutup rapat pintunya, Benny menggoda Nindya sambil berkata, “Payudara kamu bagus ya, boleh lihat nggak?”

Nindya ternyata tak keberatan. Dia melepaskan blouse dan behanya, dan terpampanglah di hadapan Benny, sepasang buah dada yang ranum dan indah. Benny kemudian nekad memegang dan mulai meremas-remasnya, dan Nindya diam saja, hanya sedikit tersenyum. Maka Benny melancarkan taktik lainnya, dia membisikkan di kuping Nindya, “Aku mau lihat vagina kamu yang pasti indah dengan bulu-bulu kemaluannya. Boleh kan?”

Nindya tersenyum lagi, dan tanpa ragu-ragu mengangkat roknya dan segera melepaskan celana dalamnya. Lalu Nindya duduk di sofa ruang kerja Benny dan mengangkang kedua kakinya lebar-lebar. Benny benar-benar terangsang melihat vagina Nindya yang kemerahan. Tanpa sadar Benny melepaskan celana panjang dan celana dalamnya. Penisnya yang telah membesar tegang, segera disambut oleh mulut Nindya yang mengisapnya penuh kenikmatan. Akhirnya yang terjadi adalah persenggamaan luar biasa. Cerita Seks Terbaru Istriku Yang Gila Sex Part I

Aku mendengar cerita Benny langsung terangsang dan di depan Benny serta Hermanto, aku melepaskan rok dan celana dalamku, sambil memperlihatkan vaginaku kepada keduanya,”Kalau punyaku asyik juga kan?”

Kami segera terlibat dalam permainan seks yang luar biasa. Sisa-sisa air mani Benny dan Hermanto tertumpah di mana-mana, termasuk di sofa dan meja apartemenku. Itulah yang kemudian dijadikan bukti oleh adikku Yanti untuk mengetahui bahwa ternyata aku senang bermain seks.

Aku sudah takut, tapi Yanti menjawab enteng, “Ndak apa kok, Mbak. Aku juga senang ngewe sama pacarku, nanti kalau Mbak Susi ngewe, aku diajak juga ya.”

Jadilah sejak saat itu, aku dan Yanti saling membagi pengalaman seks kami. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *