Cerita Seks Hot IGO Binalnya ABG Club Malam Versi II

Cerita Seks Hot IGO Binalnya ABG Club Malam Versi II Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Dewasa Terbaru Kenangan Sex Singkat Di Lift Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Sambil menunggu jam 9 yang masih lama, aku menemani Yeni dan Yudi, meski sebenarnya lebih tepat menjadi penonton permainan mereka karena Yeni tak mengijinkanku ikut permainannya, biar nggak capek, katanya.

Cerita Seks Hot IGO Binalnya ABG Club Malam Versi II
cerita seks, cerita panas, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa


Bercerita Sex – “Kamar 812 hotel ini, temui dia, sekarang orangnya udah check in dan menunggumu” perintahnya setelah dia menerima telepon dari seseorang. “Sekarang? Katanya jam 9, kan baru jam 6″ protesku. “Ada perubahan, udah sana pergi, dia tak mau membuang waktu”

Segera kukenakan kembali pakaianku, dengan make up sekedarnya akupun menuju kamar yang dimaksud. Bagiku tidur dengan siapa saja bukanlah masalah karena memang profesiku, tapi membuat penasaran tentu hal yang berbeda, di lift aku bertanya tanya siapakah yang selama ini kukenal tapi nggak pernah tidur denganku, hingga sampai di depan kamar 812 pertanyaanku belum juga terjawab.

Pintu terbuka sedetik setelah bel kutekan, muncullah wajah yang selama ini kubenci, dia adalah Jimmy Jemblung alias JJ, seorang germo yang sudah berkali kali mengajakku tidur tapi tak pernah kutanggapi dan selalu kutolak meski dia cukup sering memberiku order.

“Eh ngapain kamu disini, mana tamuku?” tanyaku langsung menerobos masuk, kupikir dia sedang membawa seseorang, ternyata hanya dia di kamar itu. “He.. He.. He, nggak ada siapa siapa non, kecuali aku dan akulah tamumu kali ini atas jasa baik temanmu Yeni” jawabnya dengan senyum penuh kemenangan.

Kuambil HP-ku dan kuhubungi Yeni, tapi HP-nya nggak aktif.

“Kurang ajar” teriak batinku. “Aku tahu kamu kaget dan nggak suka tapi Yeni bilang kamu nggak akan bisa menolak, makanya aku bayar 3 kali lipat dari biasanya” lanjutnya dengan wajah menyeringai seperti srigala lapar hendak menerkam mangsa yang sudah tak terjerat tak berdaya.

Jimmy Jemblung yang akrab dipanggi JJ, meski dia chinese tapi hitam dan perutnya buncit seperti orang bunting, di usianya yang menjelang 50-an, seusia Papa-ku, dia mempunyai koleksi yang cukup banyak dengan berbagai tingkat harga, sebagai germo senior tentu tak susah mencari tamu, diluar itu sebenarnya dia cukup baik dan perhatian pada anak buahnya meskipun aku yakin semua itu ada niatan tersembunyi.

Entah berapa anak buah yang sudah dia “cicipi” namun beberapa menolak dengan tegas termasuk aku, meskipun begitu dia tetap memberiku order, mungkin karena dianggap masih menguntungkan.

Akhirnya aku sadar bahwa aku tak bisa lari darinya, dan sebentar lagi aku masuk kelompok yang telah “dicicipinya” dan tak lama lagi berita ini telah menyebar bahwa Lily telah berhasil ditaklukkan si JJ.

Karena jengkel dan kesal, kuhempaskan tubuhku ke sofa, bersiap menerima terkaman ganasnya. Aku diam saja ketika dia menyusul duduk disebelahku.

“Kok cemberut gitu sih melayani tamu” godanya mulai menciumi pipi dan leherku.

Aku diam saja, kalau tamunya kayak kamu udah kutolak dari tadi, jeritku dalam hati.

“Akhirnya aku bakal membuktikan sendiri apa yang selama ini dipuji puji para tamumu, seperti apa sih kamu dan bagaimana sih servisnya, kalau tahu sendiri kan bisa lebih enak ceritanya” katanya lagi sembari tangannya yang ber-rantai emas mulai menjamah buah dadaku sementara tangan satunya sudah menyelinap di balik kaos di punggung, dipermainkan tali bra.

“Kok nggak dilepas sih, aku kan tamu yang membayar bukan gratisan, apa bedanya sih dengan lainnya” ada nada protes dalam ucapannya yang menyadarkanku akan kebenarannya, meski aku tak akan menerima duitnya.

Dengan terpaksa kubuka kaosku, dia bersiul ketika melihat hamparan dadaku yang masih tertutup bra transparan, decaknya bertambah saat kulepas celana jeans yang menutupi bagian bawah tubuhku, dicegahnya saat aku mau melepas bikini mini yang masih tersisa menempel di tubuh.

JJ berselonjor di sofa menunggu tindakanku lebih lanjut, dengan agak ogah ogahan kulepas bajunya hingga terlihat perutnya yang buncit dan dada berhias kalung rantai emas, ada tato di lengan dan dadanya. Tangan JJ tak pernah lepas dari dadaku, meremas remas dan memainkan putinku. Tubuhku langsung ditarik kepangkuannya setelah aku melepas celananya, ternyata dia sudah tidak mengenakan celana dalam atau memang tidak pernah pakai.

Bibirnya langsung mendarat di leher, diciuminya dengan gemas bak kekasih yang melepas rindu, aku hanya tengadah agak jijik menerima ciumannya.

Satu jentikan jari melepaskan bra-ku, dia memuji saat melihat keindahan buah dadaku yang menggantung dengan sempurna tepat didepan hidungnya, diremas dengan penuh nafsu dan diusap usapkan kepalanya diantara kedua bukitku.

Sedetik kemudian putingku sudah berada dalam mulutnya, dia menyedot dengan nafsu yang menggelora sambil lidahnya bermain main pada puting, akupun mulai menggelinjang geli sambil meremas kepala yang menempel di dada, semakin lama jilatannya semakin menggairahkan dan mulai membawaku naik birahi.

Mulutnya berpindah dari satu puting ke puting lainnya seperti anak kecil mendapat mainan baru, bibir dan lidahnya terus bergerak dari dada ke leher dilanjutkan ke bibir, mulanya aku menolak ciuman bibirnya tapi lama kelamaan akupun bisa menerima sentuhan bibirnya pada bibirku, bahkan membalas sapaan lidahnya ketika menyapu bibir dan lidah kamipun bertautan.

Tubuhku mulai merosot turun dan bersimpuh diantara kakinya, kontolnya yang tegang tidak disunat hanya beberapa mili dari wajahku, kuremas dan kukocok kocok hingga semakin menegang.

Untuk ukuran dia kontol itu cukup besar, aku tak menyangka sebelumnya, kuusap usapkan pada kedua putingku lalu dengan gerakan nakal kusapukan pula pada wajahku.

JJ mulai mendesis sambil memandang tanpa berkedip saat lidahku mulai menyentuh kontolnya, pandangan kemenangan seakan menikmati bagaimana kontolnya memasuki mulutku, desahnya semakin keras mengiringi gerakan lidahku menyusuri daerah selangkangan. Batang kontol kususuri dengan lidah tanpa sisa hingga kantong bola dan berlanjut sampai ke lubang anus. Dia menjerit kaget, seperti halnya tamu lainnya saat kulakukan hal yang sama, tentu mereka tak mengira kuperlakukan seperti itu.

Terlupakan sudah bahwa aku sedang menjilati lubang anus laki laki yang selama ini aku benci, meski agak susah kuangkat kakinya supaya aku bisa lebih bebas menjelajahi daerah belakangnya. Kini aku memperlakukan JJ sebagaimana mestinya seorang tamu yang harus aku puaskan, dan dia memang berhak mendapatkan itu karena memang aku dibayar untuk memuaskannya meski dalam hal ini aku tidak menerima duitnya.

Desahan kenikmatan JJ makin menjadi jadi, lidahku menjelajah tiada henti disekitar selangkangannya. Tanpa mengulumnya, kutinggalkan dia dan kurebahkan tubuhku diranjang, JJ mengikutiku, dilepasnya celana dalam mini yang masih setia menutupi organ kewanitaanku dan dilemparnya entah kemana setelah menciumi terlebih dahulu.

JJ mementangkan kakiku lebar lebar, dia membuka bibir memekku dengan jari jari tangannya, diamatinya sebentar lalu kepalanya dibenamkan diselangkanganku. Kurasakan lidahnya mulai menyentuh klitoris dan bibir memek, tubuhku serasa merinding mengingat lelaki yang kubenci sedang asik menjilati memekku, namun itu tak berlangsung lama, perlahan lahan kurasakan kenikmatan dari jilatannya, birahiku semakin naik tinggi merasakan permainan lidahnya pada memek.

Kugigit bibirku untuk menahan desahan tapi aku tak kuasa menahan lebih lama lagi dan meledaklah desah kenikmatan dari mulutku.

Terlupa sudah segala gengsi, semua terkikis oleh jilatan lidahnya pada klitoris yang sungguh nikmat rasanya, dengan pintar dia memainkan irama permainan, apalagi kombinasi dengan kocokan jari tangan membuatku semakin melayang tak karuan. Tak dapat kutahan lagi saat tubuhku mulai menggelinjang dalam kenikmatan dan akupun tak malu lagi untuk mendesah dengan bebasnya.

Lidah JJ semakin liar menari nari, kocokan jarinya-pun semakin lincah keluar masuk liang memekku dan aku benar benar terbakar api permainannya. Harus kuakui JJ sangat pintar bermain oral hingga terhanyut dan aku harus takluk pada kelihaiannya ini, sungguh tak kusangka sebelumnya.

“Sshh.. Truss Jim.. Ya truss” desahku tanpa bisa kukendalikan lagi dan diapun semakin menjadi jadi.

Napasku sudah menderu nggak karuan, kalau ini berlanjut terus aku bisa kebobolan lebih dulu dan ini tentu memalukan, sekuat tenaga berusaha kutahan supaya tak orgasme hanya dari permainan oralnya.

Tiba tiba JJ menghentikan permainan oralnya dan telentang disampingku, ada rasa kecewa ketika dia menghentikan itu.

“Aku mau lagi tak peduli meski harus orgasme lebih dulu, terlalu sayang kalau dihentikan begitu saja” teriak hatiku, maka kunaiki tubuh gendut JJ dengan posisi 69 dan aku yakin dia tidak keberatan.

Aku kembali merasakan nikmatnya permainan oral JJ pada memekku, kubalas dengan memasukkan kontolnya ke mulutku, maka kamipun mulai mendesah bersahutan bak simfoni dengan nada sumbang.

Jari tangan dan lidah JJ bergantian keluar masuk memek begitu juga kontolnya dengan cepat keluar masuk mulutku dan lidahku-pun tak kalah lincah menari nari diujung kontolnya. Maka simfoni mendesah-pun semakin keras terdengar memenuhi kamar hingga berlangsung beberapa menit kemudian.

Kini kami siap untuk ke tahap berikutnya, kuturunkan tubuhku perlahan lahan sambil melesakkan kontol JJ memasuki memekku, kontol keempat dihari itu setelah Tomi, Yudi dan Indra, kini JJ tengah mengisi liang kenikmatanku.

Tubuhku mulai turun naik mengocokkan kontolnya ke memekku diiringi desah kenikmatan kami berdua, tangan JJ mengiringi dengan remasan remasan kuat dan permainan pada puting. Gerakan pinggulku berubah ubah dari turun naik lalu berputar membuat JJ merem melek merasakan kenikmatan yang kuberikan.

JJ menarik tubuhku dalam pelukannya, dilumatnya bibirku dengan penuh gairah dan kubalas dengan tak kalah gairah, kutatap matanya yang berbinar penuh nafsu, aku benar benar sudah melupakan bahwa sekarang dalam pelukan laki laki yang masih kubenci satu jam yang lalu.

Aku harus jujur mengagumi kekuatannya, meski lebih 20 menit bergoyang dan ber-hola hop diatasnya, dia masih bisa bertahan dan tidak orgasme, apalagi untuk seusia dia, tentu suatu rekor yang luar biasa, bahkan mengalahkan ketiga anak muda yang telah menyetubuhiku sebelumnya.

Kami berganti posisi dogie, dengan posisi ini JJ bisa lebih bebas mengocokku menurut iramanya, ternyata dia lebih liar menyodokkan kontolnya ke memekku, cepat dan keras, akupun menjerit histeris dalam nikmat. Keliarannya menjurus kasar, dia menjambak rambutku kebelakang sambil menghentak keras, akupun terdongak kaget namun tak menolak karena memang menikmati kekasaran itu.

Bahkan ketika dia memasukkan jari tangannya ke lubang anusku, akupun tak menolak meski lebih satu jari yang mengocoknya. JJ tak berusaha malakukan anal sex karena dia yakin betul kalau aku keberatan dan tentu saja tak mau merusak suasana yang sedang penuh birahi.

Kembali kami mengubah posisi, sebenarnya dia ingin diatas, tapi mengingat perutnya yang buncit tentu akan membuatku sesak napas, maka kami lakukan di meja.

Aku telentang di atas meja sambil berharap meja ini kuat untuk menahan tubuhku dan goyangannya, ternyata JJ tidak langsung memasukkan kontolnya tapi kembali melakukan jilatan dan sedotan di memekku yang penuh cairan, disedotnya kuat kuat seakan hendak mengeringkan memekku, belum pernah ada yang malakukan ini setelah bersetubuh.

Akupun tak ayal lagi langsung menjerit menggeliat terkaget tak menyangkanya. Tidak lama tapi cukup memberiku pengalaman baru, dengan terkekeh kekeh dia lalu memasukkan kontolnya ke memekku yang sudah terbuka lebar, masih dengan wajah menyeringai JJ mulai mengocokku kembali.

Untuk kesekian kalinya desah dan jeritan nikmat menggema memenuhi kamar, kami berpacu menuju puncak birahi yang tak terlihat entah dimana, meja tempatku telentang bergoyang dengan hebatnya, sehebat gempuran kontol JJ pada memekku, tangannya yang kekar dengan kasar meremas remas buah dadaku yang ikutan bergoyang.

Tatapan matanya tak pernah lepas dari memandang wajahku yang tengah mengerang dalam nikmat, mungkin pemandangan yang tak pernah dia dapatkan selama ini dariku, dia ingin menikmati sepuasnya.

Sepertinya dia begitu menikmati semua dariku, tangannya menjamah semua bagian tubuhku tanpa terlewatkan sedikitpun, sudah berpuluh laki laki yang dia berikan kesempatan seperti ini tapi baru kali ini bisa mendapatkannya sendiri, suatu penantian panjang yang tak boleh disia siakan.

Kurasakan tubuh JJ mulai menegang dan beberapa detik kemudian kurasakan kontolnya membesar disusul denyutan kuat menyemburkan sperma liang memek, aku menjerit tak menyangka denyutan itu begitu kuat menghantam syaraf syaraf dalam memekku, begitu nikmat. Kubiarkan dia menikmati saat saat orgasmenya, dicengkeramnya buah dadaku dengan kerasnya hingga terasa sakit, tapi aku diam saja.

JJ mencabut kontolnya begitu selesai dan menghempaskan tubuhnya di ranjang, tentu saja kelelahan yang hebat setelah bercinta cukup lama dengan penuh gairah menggebu. Kudekati dia, napasnya masih menderu dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya, kuciumi kontol yang masih penuh sperma lalu kumasukkan ke mulut, tak kupedulikan teriakan kaget darinya, kontol itu sudah keluar masuk mulutku, kujilati sisa sisa sperma yang masih ada hingga bersih.

Akhirnya kami berdua terkapar di atas ranjang. Meskipun aku belum orgasme tapi merasa puas dengan permainan barusan, rasanya tak ada salahnya untuk mengulangi lagi babak kedua.

“Apa yang kudengar dari tamu tamu itu ternyata tidak benar, yang benar adalah jauh lebih hebat dari itu, pantesan setiap kali tamu kusodori kamu, selanjutnya minta kamu temenin” katanya setelah dia bisa mengatur napasnya dengan normal. “Setelah ini kamu mau kemana? Pulang atau nemenin aku hingga besok, kalau mau sih?” tanyanya.

Kalau pertanyaan itu diucapkan satu jam yang lalu aku pasti pilih pulang tapi setelah merasakan apa yang baru saja aku alami, aku jadi bimbang, pinginnya sih sampai besok tapi malu mengucapkannya.

“Ya udah kalau kamu nggak mau, aku nggak maksa kok, yang penting aku sudah bisa merasakan servismu yang selama ini hanya kudengar dari orang lain, setelah tahu bagaimana kamu melayaniku barusan, rasanya kok sayang kalau aku harus menyerahkan tubuhmu ke laki laki lain seperti biasanya, kini ada perasaan nggak rela” lanjutnya.

Aku tak peduli perasaan maupun apa yang diomongin barusan, toh selama ini dia memang tak punya perasaan, aku tengah berfikir bagaimana minta menginap tanpa kelihatan menginginkannya.

“Hei Lily, sungguh bodoh kamu, kenapa sekarang menginginkannya? Padahal dia laki laki yang kau benci selama ini” aku berusaha menepis keinginan gila itu, tapi ternyata nafsu lebih unggul dalam kecamuk dikepalaku, kini bagaimana cara memintanya.

JJ berdiri menuju meja disebelah bar, diambilnya bungkusan yang terbungkus rapi dan diberikan padaku.

“Ini untuk kamu, mudah mudahan kamu suka dan cocok ukurannya” katanya sambil menyuruhku membukanya.

Ternyata isinya adalah 2 pasang pakaian dalam mini, baju tidur satin transparan warna pink dan kaos ungu DKNY yang ketat. Kucoba satu persatu, ternyata ukurannya cocok dengan tubuhku dan enak dipakainya.

“Terima kasih Koh, aku jadi pingin mencobanya sekarang” kataku. “Ya sudah, pake aja nanti kita ke Diskotik kalo kamu mau” jawabnya, aku melihat peluang untuk tetap tinggal tanpa rasa malu. “Benar nih, kalau begitu aku mandi dulu” kataku.

Ketika aku di kamar mandi kudengar telepon kamar berbunyi, ternyata dari Yeni yang ingin bicara denganku, maka kuterima dari kamar mandi.

“Gimana? Kamu ingin mengumpat aku atau mau ngucapin terima kasih?” godanya.

“Sialan, kamu telah menjebakku” kataku pura pura marah.

“Jangan marah begitu dong non, aku juga taruhan sama dia, kalau nggak bisa membujukmu menemani dia, aku harus menemani JJ ke Tretes, dan aku menang 2 kali sekaligus, disamping dapat 3 kali lipat bayaranmu yang selangit, aku juga dapat 10 juta” katanya dengan nada gembira.

“Dasar monyet” umpatku.

“Tapi dia mainnya hebat kan? Lalu kamu diberi hadiah apa?” godanya.

“Kok kamu tahu?”

“Iya dong, aku kan beberapa kali bobok sama dia, bahkan kemarin sebelum sama Indra, siangnya sempat melayani JJ, KO deh rasanya, makanya kalau sama dia pasti minta seorang lagi untuk berbagi, kalau nggak gitu bisa keok kita, lha wong dia itu hyper kok, biasanya dia minta jatah kalau habis memberi order gede, aku sih OKE saja toh juga enjoy meski pada mulanya muak” lanjutnya.

“Dia minta aku nginap sih, gimana baiknya” tanyaku bohong.Cerita Seks Dewasa Menembus Batas Klimaks Part II

“Kalau masih kuat terima saja, tapi kamu mau nggak bobok sama orang yang selama ini kamu benci” tanyanya mengingatkan.

“Ah, brengsek kamu” tukasku.

“Udah ah, aku mandi dulu kita mau ke Diskotik, ikut yuk”

“Nggak ah, mending ngelonin Yudi dari pada keluar sama si bandot tua”

“Tapi sebenarnya kamu menyukainya kan?” godanya. “Iya sih, permainannya itu lho, penuh kejutan”

Setelah kubujuk, akhirnya Yeni dan Yudi setuju untuk menemani ke Diskotik, kamipun pergi tak lama kemudian. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *