Cerita Seks Dewasa Pinjaman Yang Memuaskan

Posted on
Obat Perangsang Wanita

Cerita Seks Dewasa Pinjaman Yang Memuaskan – Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Seks Dewasa Birahi Saat Wawancara Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Sebenarnya kisah ini berawal dari bercanda namun menjadi nyata. Usiaku 42 tahun. Aku merasa cantik dan baik hati (khususnya bagi perjaka). Dirumahku aku kontrakan, namun tidak banyak karena sekedar buat teman bagiku selagi kesepian. Trik ini akhirnya memang jitu karena salah satu penghuni kostu seorang mahasiswa yang ganteng dan kalem. Aku terpesona olehnya.

Cerita Seks Dewasa Pinjaman Yang Memuaskan
cerita seks, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita dewasa


Bercerita Sex – Berawal dari sinilah aku mendapat kepuasan sex darinya. Pada awalnya dia pinjam uang, karena kiriman dari ortunya terlambat. Aku tidak keberatan tapi aku minta sarat kamu harus menemanku tidur dan melayani semalam. Dia tidak keberatan bahkan berjanji akan memberikan kepuasan yang luar biasa. Karena dia sebetulnya juga membayangkan diriku. Suatu kebtulan yang tidak kuduga. Ahh ….. Sungguh tantangan yang membuatku bergairah.

Ajak bercinta Malam itu dia kusuruh datang sesuai permintaan dan rencanaku. Aku persiakan diriku sebaik mungkin untuk bertempur dengan perjaka malam ini. Gairahku bangkit saat terdengar suara langkah Andri. Saat pintu ditutup, tak banyak bicara kudorong dia di sofa. Kami berpelukan, sambil berciuman, tangan Andri merayap masuk dari bawah kaosku, meremas payudaraku, memencet puting susuku. Lidah yang saling dorong di antara jepitan bibir kami membuatku sungguh melayang, membuat kemaluanku terasa lembab.

Tangan Andri mendorong tubuhku, dan membalik badanku, sehingga aku berdiri membelakanginya. Andri menyelipkan kedua lengannya di ketiakku dam kembali memeluk tubuhku, dan tangannya meraba dadaku dengan leluasa, kali ini kedua tangannya dapat bekerja secara bersamaan. Memang harus kuakui Andri bertindak tepat, dengan membalik tubuhku, kedua tangannya dapat berkerja dengan bebas, merayap di dadaku, kadang turun meremas kemaluanku dari luar jeansku, sehingga hanya terasa sentuhan ringan. Andri memeluk tubuhku semakin erat, sehingga terasa hembusan napasnya di leherku yang makin membakar birahi.

“Sayang..” Andri berbisik ke telingaku, yang membuatku menoleh, dan langsung terasa bibirku diserbu, kembali ciuman panas berulang.

Siap bercinta Aku tidak bisa terlampau bebas bergerak, karena kedua lengan Andri terasa ketat menjepit badanku. Tanganku hanya dapat kuarahkan ke selangkangan Andri, itupun masih terasa terlampau jauh. Di pantatku terasa ganjalan, disebabkan kemaluan Andri yang telah menegang.

Tangan Andri terasa membuka kancing celanaku, terasa getaran lembut saat tangannya menarik turun retsleting, posisi ini memungkinkan Andri membuka celanaku tanpa menghentikan ciuman kami. Saat telah terbuka, Andri menarik turun celana itu sehingga melewati pinggulku, dan sebelah tangannya menyerbu masuk ke balik celana dalamku, sedangkan yang sebelahnya kembali ke dadaku, meremas-remas payudaraku.

Saat tangannya perlahan mencapai rambut kemaluanku, berputar-putar sebentar di sana, kemudian terus turun mendekati celah kemaluanku dari arah jam 12. Tak ada jari yang menyusup ke celah bibir memekku, telapak tangannya terus ke bawah, menaungi kemaluanku, sehingga membuatku makin gelisah. Aku mengangkat sebelah kakiku, guna melepaskan celana panjangku. Saat aku mengangkat kaki, terasa ada jari yang terpeleset menggesek bibir memek sebelah dalam. Sebuah sentuhan ringan yang sungguh membuatku makin melayang.

Gesekan itu makin membuatku ketagihan, sehingga aku melakukan ritual melepas celana panjang secara perlahan, sambil menggerakkan pinggulku, berharap ada jari Andri yang kembali tersesat ke jalan yang benar. Sensasi yang sangat indah, sampai sekarang belum kudapatkan dari suamiku, meskipun gaya pacaran kami juga tak begitu bersih, tapi sangat jarang dia mengerjaiku dari belakang, aku ingin memintanya, tapi aku belum menunjukkan pengalamanku.

Andri kali ini menciumi tengkukku, setelah tangannya menyingkirkan rambutku ke depan. Terasa tengkukku dijilat kecil, dan napasnya menghembus anak rambutku. Aku sangat menyukai jilatan di tengkuk, sehingga tanganku meraih rambut panjangku, dan memeganginya di ubun-ubunku. Ini semakin membuat Andri leluasa menciumi tengkukku, dan meremas buah dadaku.

Berulang-ulang jilatannya mengelilingi leherku, sebelah tangan di memekku dan sebelahnya lagi dipayudaraku. Sampai akhirnya Andri menghentikan ketiga serangannya, yang memberikanku kesempatan mengatur napasku yang sudah kembang kempis.

Kali ini Andri mengangkat kaosku, dan melepaskannya melalui kepalaku. Setelah terlepas, Andri kembali menciumi tengkukku, dan aku kembali memegang rambutku di ubun-ubun yang tadi terlepas saat Andri menanggalkan bajuku. Jilatannya lebih bebas berputar, terasa begitu nikmat saat jilatannya bergerak menyusuri tulang belakang turun, diikuti hembusan napasnya yang halus di kulitku.

Saat lidahnya terhalang BH, Andri tidak melepasnya, tetapi jilatannya menyusuri tali BH, ke samping tubuhku terus menjilati secara halus naik lagi ke arah pundak, dan kembali turun ke sisi tubuhku.

Tanganku yang memegangi rambut di atas kepalaku, membuatnya semakin mudah menjilati daerah sekitar ketiakku yang selalu tercukur bersih. Sungguh kali ini membuat kedua kakiku tak mampu menyangga bobot tubuhku. Aku langsung berjalan dan duduk di kasur Andri yang hanya dialas di atas lantai tanpa dipan. Andri melepaskan kaos dan celananya, sehingga tampak kemaluannya membuat celana dalamnya menyembul, ia lalu memungut pakaianku dan menggantungnya di belakang pintu kamar bersama pakaiannya.

Di luar masih terdengar suara para penghuni kost yang masih asyik berjudi. Andri berjalan ke kasur, dan mendorong tubuhku sehingga rebah. Andri menindih tubuhku dan kami kembali berciuman. Kali ini lebih ganas, lidah Andri terasa sangat agresif merangsek ke rongga mulutku, sehingga bisa kusedot dengan sekuat tenaga. Dengan bertumpu pada sikutnya, Andri menggerak-gerakkan pinggulnya menyodok daerah selangkanganku. Aku pun menggerakkan pinggulku untuk menambah sensasi gerakan Andri.

Ciuman Andri kini berubah menjadi jilatan yang menyusuri leherku, turun terus ke arah dadaku, dan kembali ke samping tubuhku. Andri lalu bangkit dan membalik badanku lagi, sehingga aku kini telungkup. Andri melepaskan kait BH-ku dan kini menjilati punggungku sepanjang tulang belakang, membuatku menggigit bibirku guna menahan suara desah kenikmatan yang kurasakan. Aku makin menenggelamkan wajahku ke bantal, tatkala lidah Andri tiba di daerah pinggulku.

Tangannya menurunkan karet celana dalamku dan menciumi daerah sekitar belahan pantatku, yang membuatku mengangkat sedikit pinggulku. Rupanya gerakan otomatis tubuhku itu dimanfaatkan oleh Andri untuk menurunkan celana dalamku sampai sebatas paha, dalam posisi setengah menungging memberikan Andri kesempatan menjilati daerah sensitif yang sangat sempit antara dubur dan memekku.

Sungguh sensasional, getaran yang diberikan dari lidahnya langsung menaikkan tegangan birahiku ke titik tertinggi. Energi berupa sentuhan lidah yang sangat ringan diteruskan secara merata dan sama besar ke seluruh jaringan saraf kenikmatanku. Ini menyerupai prinsip kerja Hidrolik, dengan gaya yang kecil dari lidahnya, mampu menghasilkan gaya angkat yang sangat besar yang diteruskan melalui aliran darahku, kebetulan Andri adalah mahasiswa Fakultas Teknik mungkin ini adalah salah satu praktek ilmu yang didapatnya.

doggystyle hotWell, setelah mengalami orgasme aku langsung jatuh telungkup, ini membuat akses ke daerah celah sempit di pinggulku tertutup dari serangan Andri, sehingga dia membaringkan dirinya di sampingku, seraya menumpangkan kakinya ke atas pantatku, dan tangannya membelai rambutku dan mengelus punggungku yang agak basah karena jilatan Andri dan keringatku sendiri.

Andri menarik selimut, menutupi tubuh kami berdua, karena memang Bandung pada saat-saat itu dalam masa pancaroba dari musim panas ke musim hujan, sehingga suhu udara sangat dingin dibandingkan dengan bulan-bulan lain dalam setahun.

Saat aku mencoba memulihkan kesadaranku, kurasakan kemaluan Andri yang masih ngaceng dalam mengganjal di pahaku, aku menghadapkan wajahku ke arah Andri, yang tampak tersenyum sangat simpatik ke arahku.

“Astaga, enak sekali rasanya, saya tidak akan melupakan saat ini.” Bisikku sambil mengelus pipi Andri. “Aku juga tidak mau kehilangan waktu untuk menciummu sayang.” Balas Andri dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, cukup dekat sehingga hidungku yang mancung dapat terjangkau oleh lidahnya.

Bibirku bisa menciumi dagunya yang terasa kasar ditumbuhi jenggot pendek. Aku membalikkan tubuhku, sehingga kami berdua saling berhadapan dalam posisi rebahan side by side. Pada saat jeda ini kami biasanya bercakap-cakap, menyatukan perbedaan pikiran, berbagai masalah kuliah, keluarga, bahkan masalah keuangan biasa kami diskusikan. Aku tak ingat masalah yang kami bicarakan saat itu, tapi aku ingat, setiap kali kami selesai bercinta, rasa cinta di dalam hatiku senantiasa bertambah kepadanya.

Tangan Andri meraba-raba buah dadaku, menyentuh-nyentuhkan ujung kukunya di pentil susuku, membuat gairahku bangkit kembali. Tanganku merambat menyusuri dadanya, dan perutnya yang ditumbuhi rambut yang cukup lebat.

Aku merapatkan tubuhku, sehingga kami dapat saling berciuman. Kali ini tanganku merogoh celana dalam Andri dan mengelus batang kemaluannya dan juga kedua buah pelirnya. Sambil terus berciuman, aku mendorong tubuhnya hingga telentang, dan kutindih dadanya dengan sebagian tubuhku, sehingga tanganku dapat dengan leluasa bermain dengan kejantanannya. Aku terus memagut bibirnya, dan perlahan turun ke dadanya, dan ke puting.

“Terbalik sayang.” Andri berkata. “Terbalik apa?” Aku heran dan bertanya.
“Mestinya saya yang netek, bukan kau!” katanya sambil mendorong tubuhku hingga rebah.

Tidak kuat melawan tenaganya, sehingga aku hanya rebah tak berdaya. Andri menindih tubuhku, dan menyedot puting susuku. Dan sangat efektif untuk membangkitkan gairahku. Segera terasa cairan di liang senggamaku, Andri menciumi dadaku dan melempar selimut yang menutupi tubuh kami. Saat itu tak kusia-siakan, aku bangkit dan menduduki perutnya, kusodorkan dadaku ke mulutnya, sehingga Andri langsung rebah telentang.

Tanganku meraba ke bawah, mengocok kemaluannya yang telah keras. Sedotan Andri di puting susuku terasa melambungkan gairahku. Aku lalu turun dan melepaskan celana dalamku dan membantu Andri melepaskan celana dalamnya. Melihat Kontolnya yang Erma, aku langsung menciumi batang itu, menjilati sepanjang batangnya, berputar-putar di kantung pelirnya, sambil sebelah tanganku merayap di perutnya. Saat aku memasukkan batang kemaluannya ke rongga mulutku, terdengar desah Andri seperti baru melepaskan beban di pundaknya.

“Oh.. Enak sekali Yang.” Suara Andri terdengar lirih, sambil tangannya menyibak rambutku, sehingga ia dapat memandang mulutku yang sedang mengulum kemaluannya.

Menatap matanya yang keenakan, menambah semangatku dan makin mempercepat gerakan kepalaku, dan menambah kuat sedotan mulutku. Kadang kuselingi dengan permainan lidah di dalam mulutku, menjilati kepala Kontolnya. Saat kutarik hingga hanya kepalanya Kontolnya tersisa di mulutku, lidahku kugerak-gerakkan seolah sedang berciuman.

Kulihat Andri tidak mampu bersuara, hanya mulutnya yang terbuka, mencoba menghirup lebih banyak oksigen. Andri adalah pria pertama yang kuoral, meskipun keperawananku bukan kuserahkan padanya. Nanti akan kuceritakan saat hilangnya keperawananku, juga bagaimana aku memperoleh kepuasan dari kakakku.

posisi seks oral pria diatas“Sini sayang, aku ingin mencium kamu memekmu.” Aku berkata. Aku berputar, sehingga selangkanganku berhadapan dengan wajahnya. Kami berposisi 69, dan masing-masing melakukan kegiatan sendiri. Saat lidah Andri menyapu memekku, aku langsung melayang, terasa Andri menyapu semua cairan memekku, membersihkan semua lendir di celah memekku. Sangat nikmat terasa, membuatku semakin liar mengulum Kontolnya.

Kontol Andri berukuran normal pria Indonesia, tampak gagah tersunat rapi. Ini yang membuatku sangat menikmati oral sex, ini merupakan Kontol bersunat pertama yang kudapatkan, dengan lelaki sebelumnya belum kutemukan. Aku sangat menikmati setiap kontur Kontol Andri, dengan menggerakkan lidahku mengitari palkon, menelusuri setiap titik di bagian itu membuatku semakin tergila-gila pada benda itu.

Dengan sedikit mengerahkan tenaga karena harus melawan arah natural Kontol itu. Setiap kali Kontol itu terlepas dari jepitan bibirku, langsung terpental seolah terbuat dari bahan elastis. Andri melipat lututnya, sehingga kepalaku berada di tengah kedua pahanya, dengan kedua tanganku aku menahan posisi pahanya agar tidak mengurangi daerah pergerakan kepalaku. Sementara di arah yang berlawanan, terasa sangat nikmat Andri menjilati itilku, sementara tangannya masuk ke liang senggamaku, bergerak keluar masuk terlalu nikmat untuk dideskripsikan di sini.

Tak mau ketinggalan, aku pun mengeluarkan kemampuan oral terbaikku, kujilati sepanjang urat besar di bagian bawah batang Kontol Andri, dan kuteruskan sampai ke pelernya, tidak hanya sampai di situ, lidahku terus ke arah duburnya, menjilat dengan liar, tampak menunjukkan hasil, Andri menggerakkan pinggulnya ke atas, membuat lidahku bisa semakin jauh menjelajahi daerah selangkangannya.

“Sayang, masukin..” kata Andri.

pic30836.jpgAku lalu bangkit, dan mengubah posisiku, kali ini aku berhadapan dengan Andri, dengan bertumpu pada lututku. Kuraih Kontol Andri dari tangannya yang sedang mengelus, dan langsung kuarahkan ke memekku. Terasa nikmat saat benda itu menerobos masuk secara perlahan, menyusuri celah memekku. Kulihat Andri tersenyum, matanya terpejam, kulepaskan tanganku dari batangnya, dan mulai memelintir putingnya.

Andri membuka matanya, dan tangannya meraih payudaraku. Sambil meremas payudaraku, Andri menggerak-gerakkan pinggulnya, memaksa Kontolnya masuk lebih dalam lagi. Aku juga senantiasa bergerak menyesuaikan gerakan kami berdua. Kadang dengan agak memiringkan tubuhku, sehingga pada saat Andri menarik kemaluannya, sangat terasa gesekan di sisi dalam memekku.

Tiba-tiba aku merasakan peningkatan rangsangan, saat Andri mengarahkan jari telunjuknya ke klitorisku, sehingga menguras seluruh pertahananku. Digesek dan ditekan membuat diriku terasa melayang dan kehilangan pijakan. Tubuhku langsung ambruk seketika, menindih Andri, perubahan posisi ini membuat Andri tidak bebas menggerakkan jemarinya yang terhimpit di antara tubuh kami. Tetapi pinggulnya tetap bergoyang lembut, mengantarkan diriku menikmati detik demi detik puncak kenikmatan seksual.

Setelah melalui orgasme, perlahan gairahku kembali berkobar, dengan goyangan batang Kontol di tengah jepitan memekku. Andri dengan konstan tetap menstimulasi memekku dengan batang nikmatnya. Aku mengangkat badanku, dan memutar membelakangi Andri, setelah mengarahkan, Kontol Andri langsung kududuki, dan menelan habis semua batang Kontol Andri.

Posisi favoritku, selain doggy style, juga woman on top, sehingga dengan berada di atas dan membelakangi Andri, terjadi kombinasi optimum. Apalagi saat Andri bangkit setengah duduk, dan tangannya menggapai buah dadaku yang ikut bergoyang, menambah sensasi kenikmatan posisi ini.

misionaris1Tak lama Andri kemudian mendorong tubuhku, dan mengambil alih posisi di atas, dengan napasnya yang menderu, ia menyelipkan Kontolnya ke memekku. Setelah mendiamkan sejenak, Andri mulai bergoyang, lututku ditekuk dan agak diangkat sehingga pinggulku ikut terangkat. Sebelah tangannya membantu menahan kedua kakiku, sedangkan yang satunya menyerbu klitoris yang kurang mendapat sentuhan pada posisi ini. Kami sering mendiskusikan berbagai posisi, sehingga bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan setiap posisi favorit kami.

Posisi ini adalah favoritku dan Andri juga menyukainua, sebab ia bisa melihat dengan jelas bagaimana proses keluar masuk batang Kontolnya ke memekku. Kadang dengan menggunakan jempol dan jari tengahnya ia merapatkan kedua belahan memekku, dan jari telunjuknya mengerjai itilku. Setelah bergoyang beberapa menit, Andri lantas mencabut Kontolnya, dan mengocoknya dengan tangan, dan segera muncrat spermanya, kental putih dan aroma yang khas segera memenuhi ruangan kamarnya itu.

“Ah.. Enak sekali sayangku..” Andri akhirnya mampu mengeluarkan suaranya setelah mengalami ejakulasi.
“Saya selalu mau main denganmu, kapanpun kau mau!” Kataku sambil berusaha membantunya mengocok Kontolnya.Cerita Seks Terpesona Dengan Tubuh Bugilku

Setelah membersihkan seluruh tumpahan spermanya dan melumat habis, ia memelukku dengan erat dan menciumi bibirku. Seluruh badanku terasa lemas, terutama daerah pinggulku, namun di sisi lain, terasa pikiranku fresh. Sungguh indah kenikmatan seks. Kami bertempur hebat malam ini, karena kami memang saling membutuhkan.

Malam itu kami bercinta sampai pagi, begitu bangun kuajak dia berkelahi lagi di tempat tidur. SUngguh luar biasa staminanya, aku bahkan sampai kewalahan. Benar-benar darah muda. Malam itu aku sangat puas buas dan liar, membuatku mampu bercinta sampa lima kali sepanjang malam dilanjutkan pagi harinya.

Tak hanya malam itu, setiap aku butuh kepuasan, dia aku panggil untuk melampiaskan hasratku. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *