Cerita Seks Dewasa Kado Spesial Untuk Pacarku

Cerita Seks Dewasa Kado Spesial Untuk Pacarku Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Dewasa Hot Kunikmati Istri Dan Sahabat Wanitanya Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Pada hari Sabtu minggu ke 3 di bulan Juli ini adalah hari yang spesial untuku dan pacarku. Hari ini adalah jadi Fita. Fita dan aku, kami telah menjadi pasangan selama 8 bulan. Pacarku ini itu mempunyai sifat yang PD,periang dan kalau bicara selalu blak-blakan. Fita ini tidak orangnya tidak terlalu cantik, tetapi dia memiliki daya tarik dan memiliki senyum yang manis, dan aku jamin bila seorang Pria melihat senyum Fita pasti akan mempunyai perasaan nyaman terhadap Fita . Bagiku Fita adalah cewek terseksi. Hari ini tibalah hari yang aku tunggu, sudah lama kurencanakan sejak beberapa minggu yang Dalam hari yang spesial ini aku berencana memberikan sesuatu yang spesial dan tak dapat terlupakan oleh Fita. Hari telah larut, matahari mulai terbenam, dan aku mempersiapkan diri untuk menjemput Fita dirumahnya. Fitapun sudah tahu bila aku akan mengajaknya keluar untuk makan malam, tetapi dia belum tahu kemana aku akan mengajaknya pergi.

Cerita Seks Dewasa Kado Spesial Untuk Pacarku
Cerita, Seks, Dewasa, Kado, Spesial, Untuk, Pacarku, cerita seks, cerita mesum, cerita dewasa, cerita panas, cerita ngentot, cerita semi, cerita ngewe


Bercerita Sex Sampailah aku dirumah Fita. Setelah aku sampai di rumah Fita Jam menunjukkan pukul 19.00. Kemudian Aku memencet bel rumahnya, Tidak lama kemudian keluarlah Fita dengan senyu yang menawan, disertai dengan memakai rok terusan tidak berlengan berwarna putih. Di balik tubuhku telah kusiapkan setangkai mawarmerah, dan ketika dia berdiri di hadapanku, kuberikan setangkai bunga mawar merah sambil mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan ciuman kecil di keningnya, kemudian diapun terlihat senang sekali denga Surprise kecilku. Tidak lama kemudian aku mengajaknya pergi untuk naik mobilku, akupun membukakan pintu mobil dan mempersilakannya masuk layaknya aku sedang melayani Seorang Putri. Setelah itu kamipun mulai jalan. Dalam perjalanan kamipun saling bercanda ria, sambil tak lupa kupuja penampilannya yang pada malam itu nampak anggun sekali. Fitapun merespon sikapku ini dengan bersikap manja sekali terhadapku, dengan kemanjaannya padaku itu perasaan Sayangku kepada Fita semakin dalam.

Singkat cerita setelah 30 menit perjanan sampailah kami di tempat tujuan makan malam kami. Fita sekilas nampak terkejut setelah melihat tempat tujuan yang aku pilih, karena bukan Restaurant atau hotel mewah yang menyambut kami, melainkan sebuah warung di pinggiran jalan. Tetapi Fita tidak menampakkan ekspresi kecewa sama sekali karena warung tersebut adalah warung soto Betawi dimana makanan ini adalah makanan favorit Fita. Kamipun jalan masuk kedalam warung tersebut dan mulai memesan makanan. Kami duduk saling berhadap-hadapan, sambil tertawa-tawa kecil, kamipun terus mengobrol lalu lalang menunggu datangnya makanan. Selama mengobrol itu aku sekali-kali memegang tangannya dan mengelus-elusnya sambil kucium kecil sekali-kali, sedangkan Fita sambil tertawa kecil berusaha menarik-narik tangannya dan berkata,

” Iihh, jangan gitu dong sayang, malu tau dilihatin orang, Inikan tempat umum… ” ucapnya,

Tanpa menjawab aku hanya tertawa sambil melepas tangannya dan di bawah meja aku mulai melepaskan sepatuku tanpa sepengetahuannya dan mulai memainkan jari-jari kakiku di betisnya yangramping dan putih itu. Ahh dia terkejut sedikit, tetapi cepat menanggapi situasi, tak lama kemudian diapun ikut memainkan kakinya ke kakiku. Tetapi permainan kami tiba-tiba terhenti dengan datangnya makanan yangkami pesan. Kamipun mulai menikmati kehangatan makan untuk menutupi dinginnya malam. Aku menyuapinya sekali-kali dan Fitapun membalasnya. Malam itu seakan-akan milik kami berdua saja. Tak lama kemudian aku pamit dengannya untuk keluar sebentar saja. Tak lama kemudian aku kembali dengan seorang pengamen. Pengamen itu tersenyum kepada Fita dan mengucapkan selamat Ulang Tahun dan mulai menyanyikan satu lagu yang khusus kuminta dari pengamen tersebut. Lagu dari Vagetoz yang berjudul “ Selamat ulang Tahun “. Mendengar lagu itu Fita terlihat nampak bahagia disertai memerahnya wajahnya ysng tersipu malu disertai rasa senang.

Haripun semakin larut dan selesailah makan malam kami. kemudian kamipun beranjak pergi. Malam itu tidak berakhir begitu saja, kamipun melanjutkan malam spesial ini lagi ke tempat tujuan berikutnya. Kami mulai berjalan meninggalkan warung tersebut untuk menuju ke kota. Sepanjang perjalanan kami saling dan bermesraan, setiap lampu merah kami menggunakan kesempatan untuk berciuman dengan lembut didalam mobil. Akhirnya sampailah di tempat tujuan, yaitu sebuah hotel di tengah kota. Fita tidak terlihat terkejut sama sekali, karena kami memang sering menghabiskan waktu berduaan di hotel, dimana kami merasa mendapatkan cukup privacy. Setelah mendapatkan kunci, kami naik ke atas menggunakan lift. Sesampainya di kamar Fita langsung menyerbuku dengan menggebu-gebu, merangkul dan menciumi bibirku. tetapi aku menahannya, karena masih ada sesuatu yang ingin kuberikan kepada Fita, lalu kuberikanlah kotak kecil berisi hadiah Ulang tahun Fita dan mengucapkan ” Happy Birthday Honey”, Kemudian Fitapun membuka kotak itu dengan hati-hati, setelah melihat isinyanya, terlihat matanya nampak berbinar-binar, lalu dia mengucapkan ” thanks honey untuk hadiahnya” kemudian diapun merangkulku sambil menciumi bibirku dengan mesra.

Aku berbisik padanya ” di coba donk sayang”. Sambil berjalan ke arah cermin, Fita melepaskan jaket jeansnya dan langsung mencoba anting-anting baru pemberianku. Aku mengamatinya dengan seksama dan mendekati perlahan-lahan dari belakang. Aku memeluk Fita, tanganku menampik rambut Fita ke kiri dan mulai menciumi lehernya yangjenjang. Kumainkan bibirku di bagian kanan lehernya, dengan sekali-kali kusentuh dengan ujung lidah dan kuhisap-isap, sementara tanganku mulai mengusap-usap paha Fita, menarik roknya agak keatas. Fita sendiri hanya mendesah-desah kecil. Jilatanku berpindah ketelinganya di sebelah kanan dan tanganku berusaha membuka ritsleting bajunya. Jatuhlah bajunya ke lantai, kupeluk Fitaku yang hanya berbalut pakaian dalam dari belakang. Tiba-tiba Fita membalik dan memelukku erat-erat sambil menciumi bibirku dengan ganas. Kami saling berpagutan, ku melahap bibir atas Fita, dan Fita melahap bibir bawahku, bergantian. Lidah kami berputar-putar didalam mulut. Ciuman berpindah keleher masing-masing dengan di selingi gigitan-gigitan kecil.

Tangan Fita mulai membuka kemejaku dan mengusap-usap dadaku. Tanganku mulai menurun dari pinggang ke lekuk tubuhnya yg berikut. Kurasakan kain tipis di pantatnya, satu jariku masuk. Dua jari, dan tanganku berada di dalam celana dalamnya mengelus-elus kurvanya yanghalus. Kumainkan jariku di antara belahan pantatnya. Fita mulai menurun dan menghisap-isap putingku, memainkan lidahnya diperutku, “ahhh” , tanganku berusaha mencari kaitan BHnya di punggung, sedangkan Fita sudah berhasil menurunkan celanaku. Kami hanya tinggal bercelana dalam. Aku mengangkat Fita lagi dan memegangi kedua tangannya ke atas dengan tangan kiriku sambil bersenderan di dinding, aku memagut bibirnya lagi yangmerah merekah. Tangan kananku mengusap-usap lembut dadanya yangpolos bersih. Sambil tidak melepaskan pagutan, perlahan-lahan kami beranjak ke arah ranjang dan membaringkan Fitaku. Aku melepaskan celananya. Ah, pemandangan yangtak akan kulupakan. Akupun melepaskan celanaku dan mulai menciumi Fita lagi sambil berbisik ” malam ini aku akan memanjakanmu, my princess”.

Fita diam menatapku dan mebelai lembut rambutku ” aku sayang kamu Aris”. Akupun menatapnya balik dengan lembut dan berkata, ” aku mau supaya malem ini kamu tidak membantah apa yang aku kata, aku masih ada sesuatu untukmu.” “Ohh apa itu Aris ?”. ” ssstttt” kataku sembari menutup mulutnya yangmungil dengan dua jariku. Aku berdiri dan mengambil kain hitam yang telah kusiapkan dari rumah. Kemudian aku duduk di samping Fita sambil berkata, ” aku akan menutup matamu sayang ” ” ah tapi , apaan sih kok tutup-tutup segala ” protes Fita. ” Tenang honey, just trust me, OK ” kataku sambil mengecup keningnya. Fitapun menatapku lagi dan mengangguk setuju.

Aku menutup mata Fita dengan kain hitam tersebut. Dengan perlahan aku membaringkan tubuh Fita lagi, namun berbalik telungkup sekarang, Fita hanya menuruti saja dengan pasrah. Lalu aku mulai membelai rambutnya dan menciumi lehernya dari belakang, menggigit-gigit cuping telinganya. Lidahku menjalar-jalar di punggungnya Fita tepat di belahannya. Aku menyentuh punggungnya dengan lembut menggunakan jari-jari tanganku saja, perlahan dari pundak sampe kebelakang lutut. Lidahku bermain-main sekarang di belahan tubuh kiri Fita, di bawah lengannya. Naik turun. Fita tidak bersuara sedikitpun, hanya sekali-kali terdengar lenguhannya. Jari-jariku mulai bermain-main di belahan pantatnya sambil sekali-kali kuturunkan hingga pangkal paha, dimana aku merasakan sesuatu yang hangat dan lembab. Kumainkan jariku bergantian dengan lidahku di belahan pantatnya dan sedikit intensif di dekat bagian anusnya.

Kemudian tanganku merayap turun lagi ke dalam pahanya bagian dalam bergantian ku elus dengan jari dan telapak tangan, sambil kucium dan jilat bagian belakang pahanya dan bagian belakang lututnya. Aku memindahkan permainanku ke bawah dimana aku mulai menghisap-isap jari-jari kakinya dengan perlahan dan hanya menggunakan bibir, turun ke telapak kakinya yangbuberikan ujung-ujung lidahku. Kemudian aku berbalik lagi kembali kepantatnya dimana aku memainkan kepala penisku di bulatan pantatnya, kemudian berpindah di belahannya, ku gesek-gesekan dengan perlahan, tiba-tiba dengan cepat, dan perlahan lagi, sambil ku tiduri Fita dari atas. Terdenger suara desahan Fita semakin mengeras lidahku yang kubuat melingkar-lingkar dari leher kanannya ke kiri, dimana tepat di tengah-tengah lehernya aku melahap, ” eehh, nnggg, Aris ayo Aris, ehmmmm “. Aku membalikkan tubuh Fita, sehingga dia sekarang berbaring terlentang masih dengan mata tertutup. Akupun mulai menciuminya lagi. Kugigit-gigit bibirnya yangmerah muda itu sambil menahan tangannya yangingin memelukku. Dengan tangan kiriku menahan kedua tangan Fita di atas kepalanya, aku melanjutkan ciumanku di bibirnya, sambil sekali-kali aku tarik, membuat Fita mengangkat-angkat kepalanya seakan hendak mengejar bibirku, tetapi tertahan oleh tanganku dan tutup matanya.

Aku menciuminya lagi dan menariknya lagi. ” Ahhh Aris, kok kamu gitu sih, jangan bikin aku geregetan donk ” . Aku melahap lehernya yangputih sekarang, lidah-lidahku bergerak bergantian dengan kedua bibirku dan kuhisap-hisap dalam dan kuat di selingi dengan tarian lidahku di pangkal lehernya. Fita hanya bisa menggelinjang tinggi yang langsung ku sambut dengan ciuman lagi di bibirnya. Permainan kuturunkan kebagian dadanya. Aku mulai dengan sentuhan halus dengan ujung-ujung jariku yang mengelilingi bulatan dadanya, menimbulkan rasa geli yang enak sekali. Bergantian dengan ujung jari, aku mengelus-elus dadanya dengan ujung-ujung kuku dan meremasnya dengan tangan penuh, perlahan sekali pergerakan tanganku melingkari dadanya yangindah itu. Lidahku mulai bergerak-gerak mencari puting susunya yangmerekah berdiri. Aku menghisapnya bagaikan bayi yangsedang menyusui, sekali-kali kugigit-gigit kecil di putingnya, dan memainkan ujung-ujung lidah berputaran di sekamir putingnya. Lidahku juga turun bermain di belahan antara dua bukit kembar tersebut. Berganti ke arah kiri dan kanan tubuhnya. Aku menangkat lengan Fita lagi dan mulai memainkan ujung-ujung lidahku lagi di pangkal lengannya berputar di ketiaknya yg bersih tak berbulu. Tanganku naik turun di samping tubuhnya sebelah kanan dari lengan sampai paha atas. Di perutnya aku berhenti melingkar-lingkar dengan lidah di sekamir pusarnya, dan memasukan ujung lidahku ke dalamnya, menyodok-nyodok dan kuhisap-hisap lembut dengan bibirku. Sementara itu tangan kananku mulai bermain di bibir vaginanya yang sudah merekah basah.

Aku hanya menggesek-gesekan jariku tanpa berusaha mengenai klitorisnya. Aku mulai meregangkan paha Fita, dan mulai membuka bibir vaginanya. Kuberikan sentuhan kecil di klitoris dengan ujung lidahku. Fita melenguh lagi sambil memegang kepalaku. Jari tengahku memulai menggesek-gesek ujung lubang vaginanya, sementara lidahku kuputar-putar di sekamir klitoris Fita, aku juga menghisap-hisap klitorisnya, kutarik dalam-dalam dengan hisapanku, sambil jariku menusuk-nusuk masuk dalam vaginanya, berputar-putar di dalam merasakan basahnya dan hangatnya dinding vaginanya. Jariku seakan-akan menggaruk-garuk dinding vaginanya atas bawah sambil aku tetap menghisap-hisap klitorisnya, sememntara jempolku kumainkan di antara vagina dan anusnya. Fita berontak bangun ” cepat Aris, ayo masukin donkkk please”. Aku menyambutnya lagi dengan bibirku, kuciumi lagi dengan ganasnya, sambil kuselipkan pahaku diantara selangkangannya, demikian juga dengan Fita yangmenyelipkan salah satu pahanya ke selangkanganku. Cerita Seks IGO Terbaru Mila Korban Kebuasan Deri

Kamipun saling bergesekan, aku merasakan hangat dan lendir dipaha kananku. Kupeluk Fita erat-erat. Tetapi dia memberontak dengan kuatnya dan menarik tutup matanya. Fita mendorongku dengan kuat ke arah kanan, dan langsung menindihku sambil menciumiku dengan ganasnya, tangannya meraih penisku dan di arahkan ke vaginanya, dan ” ahhhh” kurasakan hangatnya kewanitaan Fita, terasa di sedot-sedot oleh otot-otot vagina Fita. Fita sekarang berada diatasku dan mengambil kontrol. Dia menunggangiku dengan liarnya, mempercepat tempo sambil menciumiku dengan ganasnya. Tubuh kami berkeringatan, aku meremas-remas dadanya Fita, kemudian aku memeluk Fita erat-erat berusaha setengah duduk menciumi lehernya serta memainkan jariku di belahan pantatnya Fita. Diapun semakin mempercepat iramanya dan memelukku erat-erat pula. Tiba-tiba aku merasakan sensasi yang luar biasa, sekujur tubuhku bergetar,terasa cairan hangat membasahi penisku, memenuhi vaginanya. Demikian pula dengan Fita. Dapatlah kami kepuasan yang luar biasa setelah berhubungan Sex. Fitapun kemudian memelukku erat-erat dan Kamipun terdiam, terasa seperti waktu berhenti sekejap karena kami terbuai dalam rasa nikmat yang luar biasa. Singkat cerita kamipun kemudian terkulai lemas diranjang dan saat itu kamipun langsung tertidur pulas tanpa membersihkan tubuh kami yang berbalut lendir kawin. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016

Cerita Sex 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *