Cerita Mesum Terbaru Pesta Sex Saat Valentine

Posted on
Nonton Video Bokep JAV

Cerita Mesum Terbaru Pesta Sex Saat Valentine – Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Seks Terbaru Gejolak Nafsuku Yang Besar Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Semi, Cerita Panas, Cerita Horny Di cerita kali ini, untuk pertama kalinya aku mencoba untuk mengambil sudut pandang lain. Kalau biasanya aku selalu mengambil sudut pandang dari pihak laki-laki, kali ini aku akan mencoba menghayati apa yang dirasakan seorang wanita dalam petualangannya. Aku sempat juga bertanya sama dengan cewekku (dia jadi peran utama di cerita ini) segala sesuatu tentang cewek dan bagaimana rasanya dia melakukan itu denganku. Pokoknya aku les singkat dengannya, dan akhirnya kudapat juga pengetahuan itu. Oke kita mulai saja cerita ini.

Cerita Mesum Terbaru Pesta Sex Saat Valentine
cerita seks, cerita panas, cerita ngentot, cerita dewasa, cerita mesum

Bercerita Sex – Namaku Vania, aku seorang gadis berumur 17 tahun, sekarang aku duduk di kelas 3 SMA. Aku satu sekolah dengan Devian, penulis cerita ini. Ayahku keturunan Barat dan ibuku keturunan Chinese. Perpaduan ini yang membuatku menjadi seorang gadis tinggi ramping, berkulit putih dan walaupun tubuhku tidak terlalu seksi, bisa kututupi kekurangan itu dengan wajahku yang kata orang sih cantik.

Tentu saja aku senang mendengarnya, apalagi ketika Devian mengatakan kalau bibirku benar-benar menggoda. Memang sih aku belum pernah tidur dengan seorang pria, tetapi kalau soal yang begituan aku cukup ahli, yah mungkin ketularan sama omes-nya (otak mesum) Devian dan teman-temannya yang tidak kalah omes. Jadi kesimpulannya, aku juga termasuk ahli di bidang begituan.

Hari itu, kira-kira jam 4 sore tanggal 12 Februari tahun ini, aku jalan-jalan bersama Precill dan Yuli. Kami memang sedang mencari sesuatu yang dapat kami berikan ke cowok yang paling dekat dengan kami, kan 2 hari lagi Valentine, jadi harus memberikan yang istimewa donk. Setelah sekitar 2 jam berkeliling mencari barang yang cocok, aku akhirnya menyerah. Aku sama sekali tidak mendapatkan barang yang benar-benar spesial untuk cowokku (hehehe, maksudnya untuk gue yang nulis cerita ini).

Akhirnya kuputuskan untuk mencari di tempat lain saja besok. Aku pulang tanpa membawa apa-apa, berbeda dengan Precill dan Yuli yang sudah mendapatkan yang mereka cari. Aku memang susah mencari barang untuk Devian, dia tuh orangnya senang yang romantis dan sedikit berbau omes gitu lah. (Ini sepertinya pujian untuk gue). Tetapi aku yakin, aku akan mendapatkan sesuatu untuknya. Kan kalau kita mau usaha, pasti kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Bener ngtidak..?

Singkat cerita, aku sama sekali tidak mendapatkan apa-apa, bahkan besoknya juga aku masih tidak mendapatkan apa-apa. Aku tidak mau memberikan sesuatu yang biasa, kupikir lebih bagus aku tidak memberikan sama sekali daripada kuberikan sesuatu yang biasa di hari yang spesial nanti. Ternyata Devian sudah berinisiatif lebih dulu, dia mengajakku candle light dinner. Tepat seperti dugaanku, dia memang suka keromantisan, kami hanya makan sedikit terus minum sedikit dan kami sempat slow dance dulu sebelum akhirnya duduk lagi, hanya duduk dan saling memandang.

Tidak tahu karena aku terbawa suasana atau memang si Devian jago (muji gue lagi nih), yang jelas aku benar-benar menikmati malam itu. Devian memberikan kalung cantik dan dia memasangkan di leherku. Terus diciumnya pipiku dari belakang sambil berkata, “Biar hari ini jadi hari yang eloe kenang selama hidup eloe. dan gue harap eloe juga inget siapa yang ada di sini ngerayain hari Valentine ini sama eloe.” (Mengganggu lagi nih, perasaan gue ngomongnya ngtidak gitu deh, tapi intinya sih sama lah.)

Kalian pasti mengerti kan kalau cewek itu mudah terangsang kalau suasana hatinya mendukung ditambah dengan sentuhan yang tepat. Tidak seperti cowok, cowok itu mudah sekali terangsang, biasanya langsung tegang itunya hanya karena melihat dada atau paha cewek. Oke, kembali lagi deh ke cerita kita. Tidak tahu kenapa, yang jelas Devian melakukan sesuai dengan apa yang kuharapkan, dan tidak tahu kenapa, aku akhirnya menemukan sesuatu yang spesial untuk kuberikan kepadanya. Kuajak dia ke rumahku, aku tahu persis orangtuaku tidak ada di rumah, dan di rumah hanya ada si Iyem saja.

Sampai di rumah, Devian duduk di kursi tamu seperti biasa dan kubawakan minuman untuk dia. Ketika aku balik lagi, Devian sedang melihat-lihat album fotoku. Dia tersenyum ketika melihat fotoku ketika masih kecil. Ketika aku datang dia langsung tersenyum ke arahku. Kuletakkan minuman di meja dan bilang kalau aku tidak dapat memberikan apa-apa di hari Valentine ini, tetapi aku punya sesuatu yang spesial buatnya di hari spesial ini.

Aku duduk di sebelah Devian, kubiarkan Devian memelukku dan menciumku. Bibirnya lembut membasahi bibirku, terus dia mengambil sirup di meja dan pura-pura menumpahkannya di bajuku. Kami berdua tertawa bersama, terus dia berkata, “Ups.., sorry ya. Mendingan eloe ganti baju dulu, nanti masuk angin kalo pake baju basah gini.”

Aku tahu Devian memang sengaja, dia mau mengajakku ke kamar. Deg-degan juga sih, tetapi aku sudah bertekad kalau aku harus dapat memberikan yang spesial buatnya hari ini. Rupanya Devian sudah tahu kalau aku memang mau memberikan sesuatu yang sudah 17 tahun kujaga baik-baik. Yap, aku memang memilihnya untuk mengambil kesucianku. Kurasa memang dia orang yang tepat. Aku ke kamar, dan seperti yang kuduga dan kuinginkan, Devian mengikutiku. Terus dia duduk di ranjangku memperhatikanku jalan ke arah lemari pakaianku.

Aku cuek saja buka baju di depan dia, tetapi waktu aku mau membuka BH-ku, Devian memelukku dari belakang sambil berkata, “Biarkan malam ini berjalan lambat, jangan habiskan waktu terlalu cepat.” Aku menurut saja, kubiarkan dia mencium leherku, bahuku dan akhirnya menggendongku ke tempat tidur.

Devian masih belum puas bermain dengan bibirnya, dia menciumku dua kali, dan begitu kusadar, tahu-tahu BH-ku sudah hilang, tidak tahu kemana. Aku tidak sadar kapan Devian membuka BH-ku itu, yang jelas sekarang dadaku sudah telanjang. Mungkin karena aku terlalu terbawa suasana.

Devian mulai bosan bermain dengan bibirnya, kali ini dia menggunakan lidahnya menjilati puting buah dadaku. Lembut dan membuatku enak kegelian. Aku hanya memejamkan mata sambil merasakannya menjilat dan sesekali menghisap putingku. Tiap kali dia hisap seperti ada setrum di badanku, aku selalu menggeliat menahan geli. Aku tidak bosan-bosan merasakan enaknya permainan lidah Devian. Entah berapa lama aku terdiam merasakan nikmatnya sentuhan demi sentuhan dari bibir dan lidahnya.

Ternyata bersamaan dengan lidahnya bermain, tangan Devian tidak tinggal diam. Soalnya waktu kubuka mata, aku kaget sekali, ternyata aku sudah telanjang bulat, dan Devian hanya menggunakan celana dalam saja. Hebat juga dia bisa menenlanjangiku dan melepas pakaiannya tanpa dapat kuketahui. (Sekedar informasi, dia aja yang ngtidak sadar keenakan, padahal gue lumayan lama juga ngebugilin dia dan gue sempat keluar dulu minum sirup gue yang masih kesisa, masalahnya lidah gue udah kering ngejilatin dadanya, hehehe.)

Kucoba untuk bangun, tetapi badanku terasa lemas, aku sama sekali tidak bertenaga. Aku tidak dapat berbuat apa-apa ketika Devian mulai turun terus mencium pusarku. Terus tangannya membuka pahaku lumayan lebar. Aku merasa malu juga ketika Devian melihat memekku. Devian tidak lama-lama melihatnya, dan tidak lama dia sudah menjilati bibir kemaluanku.

Lebih gila lagi, ternyata ketika dia menjilat memekku, rasanya jutaan kali lebih nikmat dari permainannya di puting payudaraku. Dia menjilat beberapa kali, terus dia menjilat klitoris-ku. Ini lebih hebat lagi, soalnya tanpa sadar aku mendesah. Sebenernya lebih mirip teriak keenakan ketika lidahnya pertama kali menyentuh klitorisku yang memang super sensitif. Gila, ternyata Devian tidak hanya menjilatnya beberapa kali, tetapi berkali-kali, terus dia memelintir perlahan klitoris-ku.

Wah, itu sih tidak dapat dijelaskan, yang jelas badanku refleks kejang dan aku menjambak rambutnya tanpa sadar. Tetapi ketika rasa kesetrum itu mulai hilang, aku malah ingin lagi. Ternyata Devian tahu, dia memelintir lagi klitoris-ku sekali lagi dan seperti sebelumnya, aku kejang lagi. Terus dia malah lebih gila lagi, digosok-gosokkannya klitorisku dengan ujung jarinya. Aku tidak tahan kejang-kejang, tetapi Devian memegang pinggangku, jadi aku tidak dapat bergerak bebas.

Rasa nikmat itu lalu memuncak dan aku tidak sadar lagi, semua terasa gelap dan badanku kejang-kejang tidak karuan tanpa dapat kukontrol. Aku tahu aku sudah sampai puncak, dan begitu kusadar lagi, Devian sudah menggosok-gosok kepala kontolnya yang besar sekali ukurannya. Aku tidak yakin kontol sebesar itu dapat masuk ke memekku, ada juga sih rasa takut. Tetapi aku sudah bertekad, aku akan memberikan kesucianku untuk Devian.

Devian terus menekan sedikit kontolnya. Bibir kemaluanku terasa terbuka, dan akhirnya kurasakan kepala kontolnya di bagian luar memekku. Devian terus mencium bibirku dan membuka pahaku lebih lebar, kututup mataku, siap menerima apa yang akan terjadi. Ternyata tidak terjadi apa-apa, sialnya ketika kubuka mata, Devian sedang menekan kontolnya kuat-kuat ke memekku. Kontan saja aku berteriak, lumayan kencang juga.

Belum habis rasa kagetku, Devian menyodok lagi kontolnya ke memekku, perih sekali rasanya. Sepertinya badanku terbagi dua karena robek disodok kontol sebesar itu. Tetapi rasa sakit itu berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi rasa nikmat yang tidak kalah dari rasa nikmat ketika Devian memelintir-melintir klitoris-ku. Devian mulai goyang maju mundur pelan-pelan, tetapi kerasanya hebat sekali ketika kontolnya menggosok-gosok dinding memekku. Sepertinya tidak ada ruangan kosong lagi di memekku, semua terasa sudah sesak disodok-sodok. Aku mencoba untuk menahan sakit dan itu berhasil. Rasa sakit itu berubah menjadi sengatan-sengatan listrik yang membuatku ingin lagi disodok-sodok.

Melihatku mulai tenang, Devian tambah mempercepat mengocok memekku yang sudah banjir karena basah. Aku hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah menikmati permainan Devian. Yang jelas aku bener-bener hanyut dalam suasana itu. Tiba-tiba Devian bergerak semakin cepat dan ada sengatan yang lebih nikmat lagi dari dalam memekku. Sepertinya aku akan mencapai puncak lagi, dan aku sudah tidak sabar menunggu saat indah itu. Devian semakin cepat dan liar mengocok memekku. Sama sekali sudah tidak ada iramanya lagi.

Tanpa sadar aku mulai berteriak-teriak kecil menikmati semuanya itu. Terus akhirnya semua gelap, aku kejang-kejang lagi seperti tadi. Aku baru sadar waktu ada sesuatu yang hangat di perutku, dan waktu kubuka mata, Devian sedang mengocok-ngocok kontolnya dengan tangannya dan dari kontolnya muncrat cairan putih kental ke perutku. Kubiarikan Devian memuncratkan maninya sampai habis, baru aku berusaha bangun. Aku pusing sebentar, tetapi terus hilang. Devian membersihkan badannya di kamar mandi, terus menghampiriku yang sudah menggunakan pakaian lengkap.

Devian mencium keningku, terus dia duduk di sebelahku, meremas jariku sambil bilang kalau dia puas sekali dan dia bilang aku tidak akan kecewa memilihnya. Aku percaya kalau Devian serius, aku tahu dia bukan orang yang suka mempermainkan cewek. Aku yakin pilihanku kali ini benar. Pasti benar deh.Cerita Seks Dewasa Hadiah Kepuasan Paling Istimewa

“Thank’s buat hadiahnya, ini bener-bener hadiah yang tidak ternilai buat gue.” kata Devian, terus menciumku lagi.

Kemudian dia membantuku ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Aku benar-benar lemas, dan ketika Devian ingin pulang, aku hanya mengantarnya sampai pintu depan saja, tidak sampai gerbang. Terus ketika Devian sudah pulang, kukunci pintu dan terus aku roboh di sofa. Aku lemas sekali dan tidak ingat apa-apa.

Waktu kubangun pagi, aku benar-benar kaget, soalnya aku masih telanjang. Aku langsung lari ke kamar dan pakai baju. Aku terus duduk di ranjang. Ada sisa-sisa rasa pedih di selangkanganku, tetapi rasa pedih itu kalah dengan kenangan nikmat tadi malam. Benar-benar malam yang spesial untukku dan kuharapkan malam yang spesial juga untuk Devian. – Koleksi cerita sex, cerita dewasa terbaru, cerita ngentot, cerita mesum, cerita panas, cerita horny, cerita hot 2016.

Video Bokep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *